Bongkar Mitos Self-Care Mewah: Mengapa Rebahan dan Istirahat Adalah Investasi Kesehatan Mental Terbaik

Reporter Lifestyle | LajuBerita
30 Apr 2026, 18:47 WIB
Bongkar Mitos Self-Care Mewah: Mengapa Rebahan dan Istirahat Adalah Investasi Kesehatan Mental Terbaik

LajuBerita — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang menuntut produktivitas tanpa batas, istilah ‘self-care’ atau perawatan diri kini telah bergeser maknanya menjadi sebuah tren gaya hidup yang sering kali menguras kantong. Banyak dari kita yang terjebak dalam pemikiran bahwa untuk mendapatkan ketenangan batin, kita harus merogoh kocek dalam-dalam demi tiket pesawat ke destinasi eksotis, memesan kamar hotel mewah untuk staycation, atau menghabiskan tabungan demi barang-barang bermerek dengan dalih ‘self-reward’. Namun, benarkah perawatan diri harus semahal itu?

Fenomena ini sering kali membuat masyarakat, terutama generasi muda, merasa tertekan secara finansial di tengah upaya mereka menjaga kesehatan mental. Dalam sebuah diskusi mendalam bertajuk ‘Kartini di Cartini’, Psikolog Annisa Axelta, M.Psi., mengupas tuntas mengenai miskonsepsi yang menyelimuti dunia perawatan diri. Ia menegaskan bahwa esensi dari merawat diri bukanlah tentang seberapa banyak uang yang kita keluarkan, melainkan tentang kualitas perhatian yang kita berikan kepada diri sendiri.

Berita Lainnya

Obsesi ‘Looksmaxxing’: Saat Pria Gen Z Berjuang Melawan Standar Ketampanan di Era Digital

Obsesi ‘Looksmaxxing’: Saat Pria Gen Z Berjuang Melawan Standar Ketampanan di Era Digital

Mendefinisikan Ulang Makna Perawatan Diri di Era Modern

Mitos yang berkembang saat ini adalah menyamakan self-care dengan kemewahan. Padahal, menurut Annisa, pandangan ini justru bisa menjadi kontraproduktif. Ketika seseorang merasa harus mengeluarkan biaya besar untuk merasa lebih baik, hal tersebut justru dapat menimbulkan stres baru terkait kondisi finansial. “Yang menjadi mitos adalah kadang-kadang kita berpikir self-care itu harus mengeluarkan uang ya,” ungkapnya dengan lugas.

Pernyataan ini seolah menjadi angin segar bagi banyak orang yang merasa ‘tertinggal’ karena tidak mampu mengikuti gaya hidup ‘healing’ ala media sosial. Annisa menekankan bahwa bentuk perawatan diri yang paling fundamental sebenarnya sangatlah sederhana dan sering kali gratis. Salah satunya adalah memberikan izin kepada diri sendiri untuk beristirahat tanpa rasa bersalah. Di dunia yang meromantisasi kesibukan, berhenti sejenak sering kali dianggap sebagai sebuah kegagalan atau kemalasan, padahal itu adalah kebutuhan biologis dan psikologis yang mutlak.

Berita Lainnya

Kisah Haru Jessica Iskandar Hadapi Fase Tergelap Hidup: Dari Mental Breakdown Hingga Kekuatan untuk Bangkit

Kisah Haru Jessica Iskandar Hadapi Fase Tergelap Hidup: Dari Mental Breakdown Hingga Kekuatan untuk Bangkit

Rebahan Bukan Berarti Malas: Sebuah Bentuk Pemulihan Diri

Istilah ‘rebahan’ mungkin memiliki konotasi negatif bagi sebagian orang. Namun, dalam perspektif psikologi, rebahan bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk melakukan me-time. Annisa menjelaskan bahwa banyak orang saat ini merasa berdosa atau cemas ketika mereka tidak melakukan aktivitas produktif. Padahal, membiarkan tubuh dan pikiran rileks tanpa stimulasi berlebih adalah kunci dari pemulihan energi.

“Dengan istirahat itu juga udah termasuk self-care sih. Kita rebahan aja, kita buat me-time itu udah termasuk,” tuturnya. Namun, sang psikolog juga memberikan catatan penting mengenai keseimbangan. Meskipun rebahan adalah hak setiap individu, ia mengingatkan agar aktivitas ini tidak dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu fungsi sosial dan produktivitas harian. “Asal nggak kita rebahannya seminggu ya,” tambahnya sembari tersenyum, menekankan pentingnya kontrol diri agar istirahat tidak berubah menjadi prokrastinasi kronis.

Berita Lainnya

Simbol Elegan dan Karakter: 7 Rekomendasi Parfum YSL Terbaik untuk Wanita yang Memikat

Simbol Elegan dan Karakter: 7 Rekomendasi Parfum YSL Terbaik untuk Wanita yang Memikat

Filosofi Baterai: Memahami Mekanisme Pengisian Energi Mental

Untuk memudahkan pemahaman, Annisa mengibaratkan kondisi mental dan fisik manusia layaknya sebuah baterai ponsel. Setiap aktivitas yang kita lakukan, mulai dari bekerja, bersosialisasi, hingga memikirkan masalah hidup, adalah hal-hal yang mengonsumsi daya baterai tersebut. Jika daya terus digunakan tanpa diisi ulang, maka perangkat tersebut akan mengalami ‘shutdown’ atau dalam istilah manusia disebut dengan burnout.

“Aktivitas-aktivitas yang bisa ibaratnya tankinya lagi kosong banget capek gitu ya. Ibaratnya gelasnya kosong, kita udah capek banget seharian, aktivitas kita padat. Nah self-care ini kan bisa ngasih banyak tanki yang kosong ini ada isinya gitu ya. Jadi kita punya energi lagi, kita kayak di charge gitu ya baterainya,” jelas Annisa. Dengan demikian, merawat diri adalah sebuah proses pengisian kembali tangki emosional dan fisik agar kita siap menghadapi tantangan di hari berikutnya dengan perspektif yang lebih jernih dan semangat yang baru.

Berita Lainnya

Ramalan Zodiak Cinta 2 Mei: Capricorn Menata Kepercayaan, Taurus Terjebak Labirin Prasangka

Ramalan Zodiak Cinta 2 Mei: Capricorn Menata Kepercayaan, Taurus Terjebak Labirin Prasangka

Spektrum Luas Self-Care: Dari Spiritual Hingga Mental

Perawatan diri bukanlah sebuah konsep satu ukuran untuk semua. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda tergantung pada bagian mana dari diri mereka yang merasa paling lelah. Annisa membagi perawatan diri ke dalam beberapa kategori utama yang bisa dipraktikkan tanpa harus bepergian jauh:

  • Spiritual Self-Care: Ini berkaitan dengan hubungan manusia dengan Sang Pencipta atau kedamaian batin. Melakukan ibadah secara lebih khusyuk, meditasi, atau sekadar merenungi makna hidup dapat memberikan ketenangan yang mendalam.
  • Physical Self-Care: Tidak harus ke gym mahal. Olahraga ringan di rumah, berjalan kaki di taman, atau memastikan tidur malam yang berkualitas selama 7-8 jam adalah bentuk nyata menghargai tubuh sendiri.
  • Emotional Self-Care: Memberikan ruang bagi perasaan kita sendiri. Aktivitas seperti journaling atau menulis buku harian dapat membantu seseorang memproses emosi yang terpendam dan memberikan rasa lega secara psikologis.
  • Mental Self-Care: Menstimulasi pikiran dengan cara yang menyenangkan, seperti membaca buku favorit, mempelajari hobi baru yang selama ini tertunda, atau sekadar menjauhkan diri dari kebisingan media sosial untuk sementara waktu.

Membangun Batasan Sebagai Bentuk Penghormatan Diri

Salah satu aspek yang sering terlupakan dari perawatan diri adalah kemampuan untuk menetapkan batasan atau boundaries. Dalam dunia yang serba terhubung melalui gawai, mematikan ponsel di akhir pekan atau tidak mengecek email pekerjaan setelah jam kantor adalah tindakan self-care yang sangat krusial. Ini adalah cara kita memberikan perlindungan pada ruang privat kita agar tidak terus-menerus diinvasi oleh urusan luar.

Selain itu, belajar untuk mengatakan ‘tidak’ pada ajakan sosial saat kita merasa butuh waktu sendiri juga merupakan keberanian yang sehat. Menolak ajakan nongkrong karena merasa lelah secara sosial bukanlah sebuah tindakan egois, melainkan bentuk kesadaran diri akan kapasitas energi yang dimiliki. Dengan menjaga batasan ini, kita sebenarnya sedang menjaga kualitas hubungan kita dengan orang lain agar tetap sehat di masa depan.

Kesimpulan: Memilih Jalan yang Berkelanjutan

Pada akhirnya, gaya hidup self-care yang berkelanjutan adalah yang bisa kita lakukan secara rutin tanpa membebani aspek kehidupan lainnya. Perawatan diri tidak seharusnya menjadi beban finansial tambahan, melainkan menjadi gaya hidup yang terintegrasi dalam keseharian. Memahami bahwa diri kita berharga dan layak untuk mendapatkan istirahat adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih seimbang.

Mari berhenti membandingkan proses ‘healing’ kita dengan apa yang terlihat di layar ponsel. Temukan kenyamanan dalam kesederhanaan, hargai waktu jeda, dan ingatlah bahwa mengisi ulang energi melalui hal-hal kecil di sekitar kita sering kali jauh lebih bermakna daripada liburan mewah yang bersifat sementara. Kesehatan mental Anda adalah prioritas, dan merawatnya dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang Anda ambil setiap harinya.

Reporter Lifestyle

Reporter Lifestyle

Menyajikan berita hiburan, teknologi, kesehatan, travel, dan otomotif dengan gaya menarik dan informatif.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *