Waspada ‘Joki’ Ilegal, PPIH Ingatkan Jamaah Haji Pentingnya Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi demi Keamanan di Masjidilharam
LajuBerita — Melaksanakan ibadah umrah di tengah lautan manusia di Masjidilharam memerlukan stamina fisik yang prima. Bagi para jamaah haji lanjut usia atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik, penggunaan kursi roda menjadi solusi krusial agar rangkaian Tawaf dan Sa’i tetap berjalan lancar. Namun, di balik kemudahan tersebut, terselip risiko keamanan yang patut diwaspadai, yakni keberadaan jasa pendorong kursi roda ilegal atau yang sering disebut ‘joki’ liar.
Peringatan Tegas dari PPIH Arab Saudi
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara resmi mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh jamaah calon haji Indonesia agar hanya menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi yang telah disediakan oleh otoritas Masjidilharam. Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan demi menjamin keamanan, kenyamanan, serta keselamatan jamaah selama menjalankan umrah wajib.
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Drastis Rp19.000, Sentuh Level Rp2,85 Juta per Gram
Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKP2JH) dan Jamaah Lansia-Disabilitas Daerah Kerja Makkah, Ridwan Siswanto, menegaskan bahwa godaan harga murah atau tawaran cepat dari pendorong ilegal sering kali berujung pada kerugian bagi jamaah. Dalam keterangannya di Makkah, ia menyoroti betapa rentannya posisi jamaah jika mereka terjebak dalam praktik ilegal ini.
Risiko Penelantaran di Tengah Kerumunan
Salah satu ancaman paling nyata dari penggunaan jasa pendorong ilegal adalah risiko penelantaran. Ridwan menjelaskan bahwa petugas keamanan Arab Saudi atau Askar secara rutin melakukan razia pembersihan terhadap pendorong ilegal di kawasan Masjidilharam. Ketika razia terjadi, para pendorong ilegal ini cenderung melarikan diri untuk menghindari penangkapan, dan sering kali meninggalkan jamaah begitu saja di tengah keramaian.
Strategi Cerdas di Balik Penurunan Biaya Haji 2026: Komitmen Negara Melindungi Jemaah dari Gejolak Global
“Bayangkan jika jamaah yang sudah sepuh atau menggunakan kursi roda tiba-tiba ditinggalkan sendirian di lokasi razia karena pendorongnya kabur. Ini bukan hanya soal materi, tapi dampak psikologisnya sangat berat. Jamaah bisa mengalami stres hebat karena merasa telantar di tempat yang begitu asing dan padat,” ujar Ridwan dengan nada prihatin. Penelantaran ini tentu saja dapat mengganggu kekhusyukan ibadah dan membahayakan keselamatan fisik jamaah.
Mengenali Ciri Pendorong Kursi Roda Resmi
Untuk menghindari jebakan oknum yang tidak bertanggung jawab, PPIH meminta jamaah untuk lebih jeli dalam mengenali identitas pendorong kursi roda yang sah. Ada beberapa ciri utama yang menjadi pembeda mutlak antara petugas resmi dan pendorong ilegal yang sering kali menyamar menggunakan atribut serupa.
Desakan Inklusi Lebanon dalam Gencatan Senjata: Australia Ingatkan Risiko Eskalasi Global
- Memiliki Kartu Izin (Tasreh): Identitas ini adalah syarat mutlak. Setiap petugas resmi wajib mengalungkan kartu tasreh yang dikeluarkan oleh otoritas Masjidilharam. Jamaah diminta untuk tidak ragu mengecek keberadaan kartu ini sebelum menyetujui layanan. Banyak oknum ilegal yang mencoba mengelabui jamaah dengan hanya mengenakan rompi tanpa kartu identitas yang valid.
- Atribut Rompi Berwarna Khusus: Pendorong resmi dibagi ke dalam sif kerja tertentu. Petugas yang bertugas pada sif pagi akan mengenakan rompi berwarna merah marun yang mencolok. Sementara itu, untuk petugas yang melayani pada sif sore hingga malam hari, mereka mengenakan rompi berwarna abu-abu.
Praktik ilegal ini diketahui melibatkan berbagai kalangan, mulai dari warga lokal hingga warga negara Indonesia yang bermukim di Arab Saudi (mukimin). Oleh karena itu, kesadaran jamaah untuk memilih jalur resmi menjadi garda terdepan dalam mitigasi risiko selama berada di Tanah Suci.
Jaminan Kesehatan Program Makan Bergizi Gratis: BPJS Siap Cover Selama Bukan KLB
Layanan Kartu Kendali: Inovasi untuk Jamaah Lansia
Sebagai langkah konkret dalam memberikan perlindungan, tim PKP2JH bersama layanan lansia dan disabilitas telah meluncurkan program ‘Kartu Kendali’. Program ini dirancang khusus untuk mempermudah koordinasi dan memastikan jamaah, terutama kelompok rentan, mendapatkan akses langsung ke layanan kursi roda resmi sejak mereka tiba di titik-titik transportasi utama.
Layanan pendorong resmi ini dapat ditemukan dengan mudah di berbagai terminal kedatangan bus shalawat yang mengarah ke Masjidilharam, seperti di Terminal Syib Amir, Terminal Ajyad, dan kawasan Jabal Ka’bah. Dengan adanya titik-titik resmi ini, jamaah tidak perlu lagi mencari jasa di pinggir jalan yang tidak terjamin keamanannya.
Pentingnya Pendampingan dan Edukasi
Selain upaya dari petugas, edukasi kepada sesama rekan satu rombongan juga sangat penting. Ketua kloter dan pembimbing ibadah diharapkan terus mengingatkan anggota jamaahnya mengenai prosedur penggunaan kursi roda yang benar. Sering kali, rasa lelah yang amat sangat membuat jamaah kehilangan kewaspadaan dan menerima tawaran siapa saja yang datang menghampiri.
Penggunaan jasa resmi juga menjamin adanya standarisasi harga. Dengan menggunakan layanan otoritas Masjidilharam, jamaah terhindar dari praktik pungutan liar atau pemerasan harga yang sering dilakukan oleh oknum ‘joki’ liar. Hal ini memberikan ketenangan pikiran sehingga fokus utama jamaah tetap pada aspek spiritual ibadah haji itu sendiri.
Menuju Haji yang Mabrur dengan Kenyamanan
Menunaikan ibadah haji adalah impian seumur hidup bagi banyak orang. Oleh karena itu, memastikan setiap tahapannya berjalan dengan aman adalah tanggung jawab bersama. PPIH terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah Indonesia, memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari kondisi fisiknya, dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan sempurna.
Dengan mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan fasilitas resmi yang ada, jamaah tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan ketertiban di lingkungan Masjidilharam. Mari jadikan perjalanan suci ini sebagai momen yang penuh berkah tanpa harus terbebani oleh masalah keamanan yang sebenarnya bisa dihindari dengan kewaspadaan sederhana.
Bagi jamaah yang memerlukan bantuan lebih lanjut terkait layanan kursi roda atau informasi kesehatan, tim medis dan petugas perlindungan jamaah selalu bersiaga di pos-pos strategis di sekitar Masjidilharam. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas yang mengenakan seragam resmi PPIH Indonesia jika mengalami kendala selama beribadah.