Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Tembus Rp63.700, Telur Ayam Capai Rp31.400 Per Kilogram

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
07 Mei 2026, 10:47 WIB
Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Tembus Rp63.700, Telur Ayam Capai Rp31.400 Per Kilogram

LajuBerita — Dinamika harga komoditas pangan di pasar domestik terus menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia pada Kamis pagi, terpantau sejumlah komoditas utama masih bertahan di level yang cukup tinggi. Kenaikan ini tentu berdampak langsung pada daya beli masyarakat serta biaya operasional para pedagang makanan di berbagai daerah.

Laporan yang diperbarui hingga pukul 10.40 WIB menunjukkan bahwa harga pangan secara nasional mengalami variasi yang cukup kontras antar wilayah. Namun, jika dilihat dari rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran, terlihat jelas adanya tekanan pada kelompok bumbu-bumbuan dan sumber protein hewani. Fenomena ini menuntut kewaspadaan dari pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan distribusi dan faktor cuaca yang seringkali menjadi pemicu utama lonjakan harga di pasar tradisional.

Berita Lainnya

Perkuat Integritas IBL, Perbasi Gandeng Imigrasi dan BNN Pantau Pemain Asing

Perkuat Integritas IBL, Perbasi Gandeng Imigrasi dan BNN Pantau Pemain Asing

Sengatan Harga Cabai yang Masih Terasa di Dapur Masyarakat

Komoditas cabai, yang selalu menjadi primadona sekaligus pemicu inflasi, kembali menunjukkan tajinya. Dalam pantauan terkini, harga cabai rawit merah berada di angka Rp63.700 per kilogram (kg). Angka ini mencerminkan tingginya permintaan pasar yang belum sepenuhnya mampu diimbangi oleh ketersediaan stok di tingkat distributor. Bagi para pelaku usaha kuliner, kenaikan harga cabai rawit merah ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga margin keuntungan tanpa harus menaikkan harga jual kepada konsumen.

Tidak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga terpantau merangkak naik. Cabai merah besar kini menyentuh harga Rp52.400 per kg, disusul oleh cabai merah keriting yang dibanderol seharga Rp50.300 per kg. Sementara itu, bagi masyarakat yang mencari alternatif lebih terjangkau, cabai rawit hijau tercatat berada di harga Rp48.250 per kg. Meski lebih murah dibandingkan varian merahnya, harga ini tetap dinilai cukup membebani pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

Berita Lainnya

Mengamankan ‘Tabungan’ Masa Tua: Mengapa Investasi Kesehatan Tulang Harus Dimulai Sekarang?

Mengamankan ‘Tabungan’ Masa Tua: Mengapa Investasi Kesehatan Tulang Harus Dimulai Sekarang?

Kenaikan Telur Ayam dan Daging Sapi: Tantangan Pemenuhan Gizi

Sektor protein hewani juga tidak luput dari tren kenaikan. telur ayam ras, yang merupakan salah satu sumber protein paling populer di masyarakat, kini mencapai harga Rp31.400 per kg. Lonjakan harga telur ini seringkali dikaitkan dengan naiknya biaya pakan ternak serta rantai distribusi yang panjang dari peternak hingga ke tangan konsumen akhir di pasar-pasar eceran.

Beralih ke komoditas daging, harga daging sapi masih menunjukkan tren yang sangat stabil di angka yang tinggi. Untuk daging sapi kualitas I, konsumen harus merogoh kocek sebesar Rp150.800 per kg. Sementara untuk daging sapi kualitas II, harganya terpantau sedikit lebih rendah namun tetap signifikan, yakni Rp142.150 per kg. Di sisi lain, daging ayam ras segar kini dipasarkan dengan harga rata-rata Rp38.900 per kg. Kondisi ini membuat masyarakat harus lebih bijak dalam mengatur porsi belanja protein mereka agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi tanpa menguras tabungan.

Berita Lainnya

Duka Mendalam untuk Penjaga Perdamaian: Arab Saudi Beri Penghormatan Atas Gugurnya Praka Rico Pramudia di Lebanon

Duka Mendalam untuk Penjaga Perdamaian: Arab Saudi Beri Penghormatan Atas Gugurnya Praka Rico Pramudia di Lebanon

Stabilitas dan Variasi Harga Beras di Berbagai Tingkatan Kualitas

Sebagai makanan pokok utama penduduk Indonesia, pergerakan harga beras selalu menjadi indikator krusial dalam ketahanan pangan. Data PIHPS menunjukkan adanya segmentasi harga yang jelas berdasarkan kualitasnya. Untuk beras kualitas bawah I dan II, harganya terpantau sama di angka Rp14.500 per kg. Level harga ini merupakan batas bawah bagi masyarakat yang menginginkan kebutuhan pokok dengan anggaran yang lebih terbatas.

Pada kategori menengah, beras kualitas medium I tercatat berada di harga Rp16.050 per kg, sedangkan beras kualitas medium II sedikit lebih rendah di harga Rp15.850 per kg. Bagi konsumen yang mengutamakan tekstur dan rasa, beras kualitas super I dibanderol dengan harga Rp17.400 per kg, dan beras kualitas super II berada di angka Rp16.850 per kg. Keberagaman pilihan ini setidaknya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan konsumsi berdasarkan kemampuan ekonomi masing-masing.

Berita Lainnya

Skandal Kekerasan Seksual di Tlogowungu: Plt Bupati Pati Desak Pencabutan Permanen Izin Operasional Ponpes

Skandal Kekerasan Seksual di Tlogowungu: Plt Bupati Pati Desak Pencabutan Permanen Izin Operasional Ponpes

Komoditas Bawang dan Kebutuhan Pokok Lainnya yang Patut Dicermati

Bumbu dapur lainnya seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami fluktuasi yang menarik untuk disimak. Bawang merah saat ini dipatok di harga Rp48.300 per kg, sementara bawang putih berada di level Rp39.050 per kg. Ketersediaan bawang seringkali dipengaruhi oleh musim panen di sentra-sentra produksi seperti Brebes dan Nganjuk, sehingga pengawasan terhadap stok nasional menjadi sangat penting untuk mencegah kelangkaan.

Selain bumbu dapur, harga pemanis alias gula pasir juga menunjukkan angka yang relatif tinggi. Gula pasir kualitas premium kini menyentuh Rp20.700 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp19.500 per kg. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi industri rumahan yang memproduksi makanan dan minuman manis, karena gula merupakan bahan baku utama yang sulit digantikan.

Tren Harga Minyak Goreng: Curah vs Kemasan

Isu minyak goreng masih menjadi topik hangat di kalangan ibu rumah tangga. Berdasarkan data terbaru, minyak goreng curah dibanderol seharga Rp21.100 per liter. Meskipun merupakan pilihan paling ekonomis, harga ini masih dianggap cukup tinggi jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Untuk kategori kemasan, minyak goreng kemasan bermerek I mencapai harga Rp23.950 per liter. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan bermerek II, harganya berada di posisi Rp23.450 per liter. Perbedaan harga yang tipis antara merek I dan II memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih produk berdasarkan preferensi merek tanpa perbedaan biaya yang terlalu mencolok. Stabilitas harga minyak goreng sangat diharapkan agar inflasi dari sektor pangan dapat lebih terkendali di masa mendatang.

Secara keseluruhan, pemantauan harga melalui PIHPS Nasional ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan intervensi pasar jika diperlukan. Dengan memahami pergerakan harga di tingkat eceran secara real-time, langkah-langkah seperti operasi pasar atau optimalisasi distribusi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran guna melindungi produsen dan konsumen dari volatilitas harga yang ekstrem.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *