Mewujudkan Jakarta Bebas Putus Sekolah: Mengapa Kebijakan Sekolah Swasta Gratis Menjadi Kunci Krusial?

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
14 Mei 2026, 16:46 WIB
Mewujudkan Jakarta Bebas Putus Sekolah: Mengapa Kebijakan Sekolah Swasta Gratis Menjadi Kunci Krusial?

LajuBerita — Di tengah deru pembangunan Jakarta yang terus bertransformasi menuju status kota global, sebuah persoalan klasik namun menyakitkan masih membayangi: anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah dan ijazah yang tertahan di laci sekolah akibat tunggakan biaya. Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, menegaskan bahwa kebijakan sekolah swasta gratis bukan sekadar program bantuan sosial biasa, melainkan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan memastikan tidak ada lagi tunas bangsa yang terpinggirkan di ibu kota.

Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menggagas pilot project untuk 103 sekolah swasta gratis dipandang sebagai sebuah terobosan progresif. Menurut Basri Baco, pendidikan adalah hak fundamental yang tidak boleh terhambat oleh keterbatasan ekonomi orang tua. Dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Markas DPD Partai Golkar Jakarta belum lama ini, Baco menekankan bahwa keberhasilan Jakarta di masa depan sangat bergantung pada bagaimana kota ini mengelola akses pendidikannya hari ini.

Berita Lainnya

Sultan HB X: Menata Peradaban Birokrasi Melalui Pengelolaan Dana Kelurahan yang Transparan dan Akuntabel

Sultan HB X: Menata Peradaban Birokrasi Melalui Pengelolaan Dana Kelurahan yang Transparan dan Akuntabel

Pendidikan sebagai Eskalator Kesejahteraan Masyarakat

Bagi Basri Baco, korelasi antara pendidikan dan tingkat kesejahteraan bukanlah sekadar teori di atas kertas. Berdasarkan pengalamannya bertugas di Komisi E DPRD DKI Jakarta pada periode 2019-2024, ia menyaksikan sendiri bagaimana latar belakang pendidikan menentukan nasib seseorang di pasar kerja Jakarta yang sangat kompetitif. Ia berpendapat bahwa pendidikan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat secara sistemik.

“Konsep yang kami bangun di Komisi E sangat jelas: pendidikan adalah faktor utama penentu kesejahteraan. Jika kita ingin warga Jakarta keluar dari garis kemiskinan, maka kita harus mempermudah akses mereka untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Tanpa ijazah dan kompetensi yang mumpuni, warga akan terus terjebak dalam lingkaran ekonomi yang sulit,” papar Baco dengan nada optimis.

Berita Lainnya

Mengupas Tuntas Hasil TKA SMA: Sinyal Keras Berhentinya Budaya Hafalan dalam Pendidikan Nasional

Mengupas Tuntas Hasil TKA SMA: Sinyal Keras Berhentinya Budaya Hafalan dalam Pendidikan Nasional

Mengakhiri Tragedi Ijazah Tertahan dan Putus Sekolah

Salah satu isu paling krusial yang disorot oleh jajaran legislatif adalah fenomena ijazah yang tertahan di sekolah swasta karena orang tua tidak mampu melunasi tunggakan SPP atau biaya lainnya. Hal ini menciptakan paradoks yang menyedihkan: siswa telah menyelesaikan studinya, namun mereka tidak bisa melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi karena tidak memegang bukti kelulusan fisik.

Dengan adanya kebijakan sekolah gratis, terutama di sektor swasta yang selama ini berbayar, hambatan administratif ini diharapkan hilang sepenuhnya. Basri Baco menegaskan bahwa impian Jakarta untuk menjadi kota maju tidak akan tercapai jika masalah-masalah dasar seperti anak putus sekolah masih menghantui. Kebijakan ini hadir sebagai jaring pengaman bagi keluarga pra-sejahtera agar anak-anak mereka mendapatkan kualitas pendidikan yang setara dengan sekolah negeri tanpa perlu mencemaskan tagihan bulanan.

Berita Lainnya

Langkah Besar Kemdiktisaintek dan Kemenpora: Cetak Atlet Berpendidikan Melalui Ekosistem Kampus

Langkah Besar Kemdiktisaintek dan Kemenpora: Cetak Atlet Berpendidikan Melalui Ekosistem Kampus

Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global

Seiring dengan rencana perpindahan ibu kota negara ke Nusantara (IKN), Jakarta kini dipersiapkan untuk menjadi pusat bisnis dan kota global berskala internasional. Namun, status “global” tersebut tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur atau tingginya gedung pencakar langit, melainkan dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menghuninya.

“Hari ini Jakarta mau jadi kota global. Salah satu indikator utamanya adalah tingkat pendidikan masyarakatnya harus tinggi. Kita tidak bisa bersaing dengan kota-kota besar dunia lainnya seperti Singapura atau Tokyo jika angka putus sekolah kita masih ada. Investasi pada otak manusia adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan pemerintah,” ujar politisi Golkar tersebut. Oleh karena itu, perluasan akses pendidikan melalui skema sekolah swasta gratis dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing pendidikan Jakarta di kancah internasional.

Berita Lainnya

Antisipasi Gejolak Geopolitik, Pemerintah Siapkan Strategi Berlapis Jamin Ketahanan BBM dan LPG

Antisipasi Gejolak Geopolitik, Pemerintah Siapkan Strategi Berlapis Jamin Ketahanan BBM dan LPG

Solusi Tunggal: Sekolah Swasta Gratis

Banyak pihak mempertanyakan apakah ada alternatif lain selain menggratiskan sekolah swasta. Namun, bagi Basri Baco, jawabannya sudah sangat jelas. Keterbatasan daya tampung sekolah negeri (PPDB) selama ini seringkali memaksa siswa dari keluarga tidak mampu untuk masuk ke sekolah swasta. Masalahnya, sekolah swasta memerlukan biaya operasional yang dibebankan kepada siswa, yang kemudian menjadi beban berat bagi keluarga miskin.

“Saya bilang, solusinya cuma satu: sekolah swasta gratis. Tidak ada solusi lain yang lebih efektif untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan skema ini, pemerintah hadir memberikan subsidi langsung ke lembaga pendidikan swasta agar mereka bisa membebaskan biaya bagi siswa, sehingga tidak ada lagi diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta dalam hal aksesibilitas,” tegasnya. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketegangan tahunan saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang selalu diwarnai perebutan kursi sekolah negeri.

Dukungan Politik dan Komitmen Pengawasan

Sebagai bagian dari elemen pemerintahan, Partai Golkar melalui Basri Baco menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini. Namun, dukungan tersebut tetap disertai dengan fungsi pengawasan yang ketat. Menurutnya, kritik akan tetap dilontarkan jika implementasi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana atau jika ditemukan ketidakadilan dalam penyaluran subsidi pendidikan tersebut.

DPRD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal anggaran pendidikan agar benar-benar tepat sasaran. Fokus utama adalah memastikan bahwa 103 sekolah yang menjadi percontohan ini dapat menjalankan operasionalnya dengan baik tanpa memungut biaya sepeser pun dari siswa. Jika pilot project ini sukses, besar kemungkinan jumlah sekolah swasta yang digratiskan akan terus ditambah pada tahun-tahun mendatang, mencakup lebih banyak madrasah dan sekolah kejuruan.

Menuju Masa Depan Tanpa Air Mata Pendidikan

Implementasi sekolah swasta gratis adalah sebuah harapan baru bagi ribuan orang tua di Jakarta yang setiap bulannya harus memutar otak untuk membayar uang sekolah. Dengan penghapusan beban biaya ini, diharapkan angka partisipasi sekolah di Jakarta akan meningkat drastis. Anak-anak Jakarta kini bisa bermimpi lebih tinggi tanpa perlu takut mimpi mereka terhenti karena faktor ekonomi.

Pada akhirnya, kebijakan ini adalah tentang martabat. Memberikan pendidikan yang layak dan gratis adalah cara pemerintah menghargai masa depan generasi mudanya. Sebagaimana disampaikan oleh Basri Baco, tugas pemerintah adalah memastikan bahwa jalan menuju kesuksesan terbuka lebar bagi siapa saja, bukan hanya bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial. Dengan sekolah swasta gratis, Jakarta selangkah lebih dekat menuju visi kota global yang inklusif, cerdas, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *