Geger ‘Transition Blush’ di TikTok: Antara Inovasi Patrick Ta dan Polemik Pengakuan Kreator

Reporter Lifestyle | LajuBerita
03 Jun 2026, 08:47 WIB
Geger 'Transition Blush' di TikTok: Antara Inovasi Patrick Ta dan Polemik Pengakuan Kreator

LajuBerita — Jagat kecantikan digital kembali diguncang oleh polemik yang melibatkan dua nama besar di industri rias wajah. Tren ‘Transition Blush’ yang tengah viral di TikTok kini bukan lagi sekadar soal estetika pipi yang merona sempurna, melainkan telah bergeser menjadi debat panas mengenai orisinalitas, pengakuan karya, dan etika profesional di era media sosial. Ketegangan ini menyeret Patrick Ta, maestro makeup selebriti sekaligus pendiri brand kosmetik ternama, dan Ngozi Esther Edeme, seniman berbakat di balik akun populer Painted by Esther.

Fenomena ini bermula dari sebuah unggahan video yang dimaksudkan untuk merayakan peluncuran produk terbaru dari Patrick Ta Beauty, yakni Transition Blurring Blush Duo. Dalam video promosi tersebut, Patrick Ta dengan percaya diri menyatakan bahwa dirinya telah menciptakan teknik transition blush untuk memberikan hasil akhir riasan yang seamless, halus, dan memberikan efek filter pada wajah. Namun, alih-alih mendapatkan pujian penuh, pernyataan tersebut justru memicu gelombang kritik dari para pengguna TikTok yang merasa bahwa teknik tersebut sudah lebih dulu dipopulerkan oleh orang lain.

Berita Lainnya

Navigasi Kosmik 14 Mei: Cancer Bergelut dengan Introspeksi, Leo Menghalau Jebakan, dan Fajar Keberhasilan Virgo

Navigasi Kosmik 14 Mei: Cancer Bergelut dengan Introspeksi, Leo Menghalau Jebakan, dan Fajar Keberhasilan Virgo

Membedah Teknik Transition Blush yang Menghipnotis TikTok

Sebelum masuk lebih dalam ke ranah drama, penting bagi kita untuk memahami apa sebenarnya yang membuat teknik riasan ini begitu dicari. Bagi para pencinta tips makeup, transition blush adalah teknik tingkat lanjut yang menggabungkan penggunaan concealer dan perona pipi (blush on) dalam beberapa lapisan warna yang tergradasi secara halus. Tujuannya adalah menciptakan transisi warna yang sempurna dari area bawah mata hingga ke tulang pipi bagian atas.

Hasil akhirnya memberikan efek wajah yang lebih ‘lifted’ atau terangkat, memberikan kesan pipi yang segar namun tetap memiliki dimensi yang dramatis. Tidak seperti penggunaan blush on tradisional yang terkadang terlihat terputus dari bagian wajah lainnya, transition blush memastikan tidak ada garis kasar yang terlihat. Teknik ini sangat populer di kalangan selebriti papan atas seperti Tyla, Doechii, hingga Raye, yang seringkali tampil dengan riasan wajah yang terlihat menyatu secara magis dengan kulit mereka.

Berita Lainnya

Curhat Pilu Vivian Wilson: Menguak Tabir Ganjil di Balik Status Anak Manusia Terkaya di Dunia

Pernyataan Patrick Ta yang Menjadi Pemantik Api

Konflik memuncak saat Patrick Ta mengunggah tutorial pada 22 Mei lalu. Dalam narasinya, ia menyebutkan, “Pernah mendengar tentang sunset blush? Aku menciptakan transition blush yang sempurna untuk memberikan efek sunkissed seperti saat golden hour.” Kata-kata “aku menciptakan” (I created) inilah yang menjadi sorotan tajam netizen. Banyak yang menilai bahwa Patrick Ta seolah-olah mengklaim kepemilikan atas sebuah teknik yang sebenarnya telah lama dipraktikkan oleh para makeup artist lain, khususnya Ngozi Esther Edeme.

Kolom komentar Patrick Ta segera dipenuhi oleh pembelaan terhadap Esther. Banyak pengguna TikTok yang secara terang-terangan menyebut bahwa teknik tersebut adalah ciri khas dari ‘Painted by Esther’. Mereka menuduh Patrick mencoba melakukan ‘rebranding’ atas karya orang lain demi kepentingan komersial peluncuran produk barunya. Fenomena ini memperlihatkan betapa sensitifnya isu hak kekayaan intelektual dalam dunia seni rias, di mana batas antara inspirasi dan klaim kepemilikan seringkali menjadi kabur.

Berita Lainnya

Drama Perceraian Khaby Lame: Istri Tuntut Setengah Kekayaan, Namun Terbentur Fakta Mengejutkan

Drama Perceraian Khaby Lame: Istri Tuntut Setengah Kekayaan, Namun Terbentur Fakta Mengejutkan

Ngozi Esther Edeme dan Penghormatan pada Para Legenda

Menanggapi keramaian tersebut, Ngozi Esther Edeme akhirnya memberikan klarifikasi melalui sebuah video pada 24 Mei. Menariknya, Esther menunjukkan sikap yang sangat elegan dan rendah hati. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah merasa memiliki atau menjadi pencipta tunggal dari teknik makeup tersebut. Sebaliknya, ia justru memberikan penghormatan kepada para legenda industri yang telah menginspirasinya.

“Aku selalu berusaha menyebut nama-nama besar seperti Kevyn Aucoin, Danessa Myricks, dan Pat McGrath. Mereka adalah seniman yang bergerak dengan intensi dan keanggunan luar biasa,” ujar Esther dalam videonya. Ia menekankan bahwa perannya hanyalah sebagai seorang seniman yang ingin berbagi pengetahuan dan mengajar. Baginya, menyebarkan teknik adalah bagian dari misinya untuk memajukan komunitas kecantikan global.

Berita Lainnya

Pengakuan Berani Chloe Cherry: Dari Kecanduan Filler Bibir Hingga Ketahanan Luar Biasa Tanpa Anestesi

Pengakuan Berani Chloe Cherry: Dari Kecanduan Filler Bibir Hingga Ketahanan Luar Biasa Tanpa Anestesi

Namun, Esther juga tidak menutup mata terhadap realitas pahit yang sering dihadapi oleh perempuan kulit hitam di industri kecantikan. Ia menyampaikan sebuah pesan mendalam bahwa sebagai minoritas, mereka seringkali harus bekerja dua kali lebih keras hanya untuk mendapatkan setengah dari pengakuan yang seharusnya mereka terima. Pernyataan ini menyentuh isu yang lebih luas mengenai inklusivitas dan apresiasi terhadap kreator kulit hitam yang seringkali menjadi pelopor tren namun namanya kerap dikesampingkan.

Klarifikasi Patrick Ta: Inovasi Mandiri Sejak 2021

Tidak tinggal diam, Patrick Ta juga segera memberikan respons untuk meredam suasana. Melalui unggahan di hari yang sama, ia mengklarifikasi bahwa pengembangan produk dan teknik transition blush versi dirinya sudah dilakukan selama lebih dari satu setengah tahun. Ia membantah keras tuduhan meniru karya Esther. Patrick bahkan mengklaim bahwa ia sudah mulai mengeksplorasi gaya blush serupa sejak tahun 2021, jauh sebelum tren ini meledak di media sosial.

Dalam upayanya menunjukkan rasa hormat, Patrick Ta secara langsung menandai akun Esther dan memuji bakat luar biasanya. “Dia sangat berbakat dan luar biasa. Dia memang mempopulerkan tampilan ini lewat karya-karyanya, terutama melalui riasannya pada Olandria Carthen,” tulis Patrick. Ia juga mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa sebelum peluncuran produk koleksi kosmetik barunya, ia sempat menghubungi Esther untuk menjajaki kemungkinan kolaborasi berbayar. Meskipun kerja sama tersebut tidak terwujud, Patrick menegaskan bahwa hubungan mereka tetap didasari oleh rasa saling menghormati.

Pelajaran Berharga bagi Industri Kecantikan Modern

Drama yang melibatkan dua raksasa rias ini memberikan pelajaran penting bagi publik dan para pelaku industri lainnya. Di era digital, di mana sebuah tren dapat menyebar dalam hitungan detik melalui tren TikTok, garis antara inovasi individu dan evolusi kolektif sebuah teknik seni menjadi sangat tipis. Sebuah teknik riasan seringkali merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan yang telah ada selama puluhan tahun, yang kemudian disempurnakan oleh tangan-tangan kreatif baru.

Kini, transition blush tetap menjadi salah satu teknik yang paling digemari. Terlepas dari siapa yang pertama kali ‘menemukannya’, teknik ini telah memperkaya khazanah dunia kecantikan. Bagi para pengguna, yang terpenting adalah bagaimana teknik ini mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Namun bagi para profesional, kejadian ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya memberikan kredit yang tepat kepada kolega dan pendahulu, serta bagaimana sebuah kata sederhana bisa memicu persepsi yang berbeda di mata publik.

Hingga saat ini, baik Patrick Ta maupun Painted by Esther terus berkarya dengan jalurnya masing-masing. Kontroversi ini secara tidak langsung justru membuat tren transition blush semakin dikenal luas, membuktikan bahwa terkadang, sedikit ‘bumbu drama’ bisa menjadi bahan bakar promosi yang luar biasa kuat di dunia maya. Bagi Anda yang ingin mencoba tampilan ini, pastikan untuk menyiapkan blush on favorit dan concealer yang sesuai untuk menciptakan gradasi yang sempurna di rumah.

Reporter Lifestyle

Reporter Lifestyle

Menyajikan berita hiburan, teknologi, kesehatan, travel, dan otomotif dengan gaya menarik dan informatif.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *