Update Harga Pangan Terbaru: Bawang Merah dan Minyak Goreng Meroket, Cabai Masih Bertahan di Level Tinggi

Reporter Nasional | LajuBerita
07 Jun 2026, 20:47 WIB
Update Harga Pangan Terbaru: Bawang Merah dan Minyak Goreng Meroket, Cabai Masih Bertahan di Level Tinggi

LajuBerita — Dinamika harga kebutuhan pokok di pasar domestik kembali menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan memasuki pekan pertama bulan Juni 2026. Berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, mayoritas harga komoditas pangan memang memperlihatkan tren penurunan. Namun, di tengah angin segar tersebut, para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner tampaknya masih harus memutar otak lebih keras lantaran harga bawang merah dan minyak goreng justru terpantau merangkak naik secara konsisten.

Lonjakan Signifikan pada Komoditas Bawang dan Bumbu Dapur

Kenaikan paling mencolok dalam pantauan pasar hari ini terjadi pada sektor bumbu dapur, khususnya harga bawang merah. Komoditas yang menjadi nyawa dalam setiap masakan nusantara ini mengalami lonjakan harga sebesar 6,99 persen. Jika sebelumnya harga masih berada di kisaran angka yang lebih terjangkau, kini masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp 54.350 per kilogram untuk bawang merah ukuran sedang.

Berita Lainnya

Dorong Ketahanan Pangan, Bank Indonesia Siapkan Karpet Merah Insentif GWM bagi Perbankan yang Ekspansif ke UMKM

Dorong Ketahanan Pangan, Bank Indonesia Siapkan Karpet Merah Insentif GWM bagi Perbankan yang Ekspansif ke UMKM

Tidak hanya bawang merah, saudaranya, bawang putih, juga ikut menunjukkan tren kenaikan meskipun tidak sedrastis bawang merah. Harga bawang putih ukuran sedang naik tipis 0,52 persen menjadi Rp 38.850 per kilogram. Kenaikan harga dua komoditas krusial ini tentu menjadi beban tambahan bagi masyarakat, mengingat perannya yang hampir tidak tergantikan dalam konsumsi harian.

Minyak Goreng Kembali Membayangi Inflasi

Sektor minyak goreng yang sempat stabil dalam beberapa waktu terakhir, kini kembali menunjukkan taringnya. Berdasarkan data per Minggu, 7 Juni 2026, seluruh jenis minyak goreng mengalami kenaikan harga serentak. Minyak goreng curah kini dibanderol di angka Rp 20.700 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 0,73 persen.

Kondisi serupa juga terjadi pada kategori minyak goreng kemasan bermerek. Berikut adalah rincian kenaikannya:

Berita Lainnya

Diplomasi Energi: Indonesia Amankan Pasokan Minyak Rusia, Bahlil Lahadalia Jamin Stok Nasional Stabil

Diplomasi Energi: Indonesia Amankan Pasokan Minyak Rusia, Bahlil Lahadalia Jamin Stok Nasional Stabil
  • Minyak goreng kemasan bermerek 1: Rp 24.050 per kg (naik 0,21%)
  • Minyak goreng kemasan bermerek 2: Rp 23.200 per kg (naik 0,22%)

Kenaikan harga minyak goreng ini, meski terlihat kecil secara persentase, memiliki dampak multiplikasi yang besar terhadap biaya produksi para pedagang makanan kecil. Hal ini selaras dengan laporan ekonomi sebelumnya yang menyebutkan bahwa sektor minyak goreng bersama cabai menjadi motor utama inflasi pangan di pertengahan tahun ini.

Paradoks Harga Cabai: Turun Namun Tetap Pedas di Kantong

Fenomena menarik terjadi pada komoditas cabai. Secara statistik, harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan yang cukup tajam di atas 7 hingga 12 persen. Namun, bagi konsumen tingkat akhir, angka yang tertera pada label harga masih dirasa sangat membebani. Cabai rawit merah, misalnya, meskipun sudah turun 8,19 persen, harganya masih bertengger kokoh di angka Rp 75.700 per kilogram.

Berita Lainnya

Rupiah Terkapar di Angka Rp 17.600: Mengapa Klaim ‘Warga Desa Aman’ dari Dolar AS Sangat Berisiko?

Rupiah Terkapar di Angka Rp 17.600: Mengapa Klaim ‘Warga Desa Aman’ dari Dolar AS Sangat Berisiko?

Demikian pula dengan cabai merah keriting yang mengalami penurunan harga hingga 12,61 persen ke level Rp 61.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar kini dijual di kisaran Rp 64.550 per kilogram setelah turun 11,64 persen. Tingginya harga dasar cabai yang belum juga menyentuh level normal di bawah Rp 40.000 ini membuat komoditas pedas ini tetap menjadi barang mewah di meja makan sebagian besar masyarakat.

Kondisi Harga Beras dan Stabilitas Stok Nasional

Di sisi lain, harga beras sebagai kebutuhan paling mendasar menunjukkan pergerakan yang variatif namun cenderung stabil di beberapa lini. Beras medium I tetap bertahan di angka Rp 16.200 per kilogram, memberikan sedikit rasa tenang bagi masyarakat kelas menengah bawah. Namun, untuk kualitas premium atau super, kenaikan tipis tetap terjadi.

Berita Lainnya

Gebrakan WBSA di Lantai Bursa: Meroket 700 Persen hingga Terjerat Status Kepemilikan Terkonsentrasi (HSC)

Gebrakan WBSA di Lantai Bursa: Meroket 700 Persen hingga Terjerat Status Kepemilikan Terkonsentrasi (HSC)

Beras kualitas super I naik 0,29 persen menjadi Rp 17.500 per kilogram, sementara beras kualitas bawah I juga ikut naik 0,34 persen menjadi Rp 14.650 per kilogram. Stabilitas harga beras medium menjadi faktor kunci agar daya beli masyarakat tidak merosot terlalu dalam di tengah kenaikan harga bumbu-bumbuan dan minyak goreng.

Angin Segar dari Sektor Protein: Daging dan Telur Melandai

Kabar baik datang dari sektor protein hewani. Bagi masyarakat yang ingin mencukupi kebutuhan gizi, harga daging dan telur terpantau mengalami koreksi harga ke arah yang lebih rendah. Ini merupakan momentum yang baik di tengah fluktuasi harga komoditas lainnya.

Harga daging sapi kualitas 1 turun 1,46 persen menjadi Rp 148.500 per kilogram, sedangkan kualitas 2 berada di level Rp 140.100 per kilogram. Sektor unggas juga memberikan relaksasi dengan harga daging ayam ras segar yang turun 2,68 persen menjadi Rp 38.150 per kilogram. Untuk kebutuhan harian, telur ayam ras segar kini bisa didapatkan dengan harga Rp 30.400 per kilogram, turun 0,33 persen dari hari sebelumnya.

Daftar Lengkap Harga Pangan Strategis per 7 Juni 2026

Sebagai referensi belanja masyarakat, LajuBerita merangkum daftar harga pangan secara mendetail sebagai berikut:

  1. Beras kualitas super I: Rp 17.500/kg (Naik 0,29%)
  2. Beras kualitas super II: Rp 16.950/kg (Tetap)
  3. Beras kualitas bawah I: Rp 14.650/kg (Naik 0,34%)
  4. Beras medium I: Rp 16.200/kg (Tetap)
  5. Gula pasir lokal: Rp 19.100/kg (Turun 0,26%)
  6. Gula pasir premium: Rp 20.250/kg (Tetap)
  7. Minyak goreng curah: Rp 20.700/kg (Naik 0,73%)
  8. Minyak goreng kemasan bermerek 1: Rp 24.050/kg (Naik 0,21%)
  9. Telur ayam ras segar: Rp 30.400/kg (Turun 0,33%)
  10. Cabai rawit merah: Rp 75.700/kg (Turun 8,19%)
  11. Daging sapi kualitas 1: Rp 148.500/kg (Turun 1,46%)
  12. Bawang merah sedang: Rp 54.350/kg (Naik 6,99%)

Analisis dan Dampak Terhadap Ekonomi Masyarakat

Melihat tren harga di atas, para analis ekonomi memprediksi bahwa daya beli masyarakat akan sangat bergantung pada seberapa cepat pemerintah dapat melakukan intervensi terhadap rantai distribusi bawang merah dan minyak goreng. Meskipun komoditas seperti cabai dan daging mengalami penurunan, kenaikan pada bawang merah yang mencapai hampir 7 persen dalam waktu singkat adalah sinyal peringatan bagi stabilitas pangan daerah.

Kenaikan harga pangan ini seringkali dipicu oleh faktor distribusi dan musiman. Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam mengelola pengeluaran rumah tangga dan mencari alternatif substitusi pangan jika diperlukan. Pemantauan harga yang dilakukan oleh BI melalui PIHPS diharapkan terus menjadi panduan bagi pemerintah dalam melakukan operasi pasar guna menjaga inflasi tetap dalam koridor yang ditetapkan.

Demikian laporan terbaru mengenai pergerakan harga pangan di pasar domestik. Pantau terus LajuBerita untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi ekonomi dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya secara akurat dan mendalam.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *