TNI AL Bongkar Penyelundupan Merkuri Berkedok Sparepart di Tanjung Priok: Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
08 Jun 2026, 12:47 WIB
TNI AL Bongkar Penyelundupan Merkuri Berkedok Sparepart di Tanjung Priok: Kerugian Capai Miliaran Rupiah

LajuBerita — Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan nusantara kembali membuahkan hasil signifikan. Kali ini, jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III berhasil mengendus sekaligus menggagalkan upaya penyelundupan zat kimia berbahaya jenis merkuri yang coba diselundupkan dari wilayah Maluku menuju Jakarta. Modus yang digunakan terbilang klasik namun cukup rapi, yakni dengan menyamarkan barang haram tersebut sebagai tumpukan suku cadang atau sparepart kendaraan.

Kronologi Penangkapan di Pelabuhan Tanjung Priok

Aksi sigap ini bermula dari kewaspadaan tinggi yang ditunjukkan oleh petugas di lapangan. Pada Selasa (2/6), suasana di Pelabuhan Tanjung Priok tampak seperti hari-hari biasanya dengan hiruk-pikuk bongkar muat kapal. Namun, naluri intelijen dan ketelitian petugas pengamanan dari Tim Pam Pelni TNI AL mencium adanya keganjilan pada salah satu muatan yang dibawa oleh kapal penumpang KM. Nggapulu.

Berita Lainnya

Wajah Ekspor Papua 2026: Dominasi Komoditas Kayu dan Tantangan Logistik di Pasar Global

Wajah Ekspor Papua 2026: Dominasi Komoditas Kayu dan Tantangan Logistik di Pasar Global

Kapal yang menempuh rute jauh dari kawasan Maluku tersebut bersandar dengan membawa ratusan kontainer dan barang bawaan penumpang. Saat melakukan pemeriksaan rutin yang menjadi standar operasional prosedur (SOP) di pelabuhan, petugas menaruh kecurigaan pada sebuah kontainer yang posisinya sengaja ditutupi dengan terpal biru di area penampungan barang. Penutupan yang terkesan dipaksakan ini menjadi pintu masuk bagi petugas untuk melakukan investigasi lebih mendalam.

Komandan Kodaeral III, Laksamana Madya TNI Uki Prasetia, dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi yang solid. “Kasus ini kami tindaklanjuti berdasarkan hasil sinergi yang kuat di lapangan antara berbagai unsur pengamanan. Kami tidak ingin kecolongan sekecil apa pun terhadap barang-barang ilegal yang masuk ke ibu kota,” tegas Uki di hadapan awak media.

Berita Lainnya

Kejutan di Rotterdam: Aljazair Bungkam Belanda 1-0 Melalui Aksi Dramatis Anis Hadj Moussa

Kejutan di Rotterdam: Aljazair Bungkam Belanda 1-0 Melalui Aksi Dramatis Anis Hadj Moussa

Manipulasi Manifest: Sparepart yang Berubah Menjadi Merkuri

Penyelundup tampaknya telah merencanakan aksi ini dengan matang, termasuk dengan memanipulasi dokumen resmi perjalanan barang. Berdasarkan data manifest yang diperiksa oleh petugas, kotak dengan nomor registrasi P26052790034450001 tersebut tercatat dikirim dari Namlea, Maluku. Dalam keterangan dokumen, pengirim menyatakan bahwa isi koli tersebut adalah sparepart kendaraan.

Namun, saat petugas melakukan pemeriksaan fisik secara paksa (stripping), fakta mengejutkan terungkap. Bukannya mesin atau komponen otomotif yang ditemukan, melainkan 42 jeriken plastik yang tertata rapi di dalam kotak kayu. Setelah dilakukan pengujian singkat, dipastikan bahwa cairan berat berwarna perak di dalam jeriken-jeriken tersebut adalah merkuri atau raksa, sebuah zat kimia yang peredarannya diawasi sangat ketat oleh pemerintah.

Berita Lainnya

Gemilang di Madrid Open 2026: Duet Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Tembus Perempat Final Usai Bekuk Pasangan Spanyol-AS

Gemilang di Madrid Open 2026: Duet Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Tembus Perempat Final Usai Bekuk Pasangan Spanyol-AS

“Modus operandi dengan memalsukan manifest adalah cara lama yang sering digunakan oleh para pelaku penyelundupan barang ilegal. Mereka berharap dengan mencantumkan nama barang umum seperti suku cadang, petugas akan abai dan tidak memeriksa isinya secara detail. Namun, personel kami di lapangan telah dilatih untuk memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi,” tambah Laksamana Madya TNI Uki Prasetia.

Estimasi Nilai Barang dan Kerugian Negara

Temuan 42 jeriken merkuri ini bukan hanya sekadar pelanggaran administratif, melainkan sebuah kejahatan ekonomi yang berdampak besar. Merkuri merupakan komoditas yang memiliki nilai jual sangat tinggi di pasar gelap, terutama untuk keperluan pertambangan emas ilegal. Berdasarkan analisis pasar, harga merkuri untuk kualitas ekspor saat ini berkisar antara Rp2.400.000 hingga Rp2.800.000 per kilogram.

Berita Lainnya

Langkah Taktis Bulog DKI-Banten: Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Memastikan Stok Aman bagi Masyarakat

Langkah Taktis Bulog DKI-Banten: Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Memastikan Stok Aman bagi Masyarakat

Dengan volume tangkapan kali ini, pihak TNI AL memperkirakan nilai total dari merkuri tersebut mencapai angka yang fantastis. “Jika kita mengacu pada harga pasar ekspor saat ini, potensi kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar rupiah. Ini bukan jumlah yang sedikit, dan tentu saja aktivitas ini merusak ekosistem perdagangan yang legal,” jelas Uki secara rinci.

Selain kerugian secara materi, keberadaan merkuri ilegal ini juga mengancam kesehatan masyarakat. Merkuri yang disalahgunakan dalam aktivitas pertambangan rakyat tanpa izin seringkali mencemari sumber air dan tanah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan bencana lingkungan jangka panjang.

Pengejaran Terhadap Dalang dan Penadah

Meski barang bukti telah berhasil diamankan, tugas pihak berwenang belum selesai. Saat ini, TNI AL melalui Kodaeral III telah menyerahkan seluruh barang bukti tersebut kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut secara hukum. Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mengungkap siapa aktor intelektual di balik pengiriman barang dari Namlea tersebut, serta siapa penadah yang siap menerima barang tersebut di Jakarta.

“Hingga saat ini, kami masih melakukan pendalaman bersama rekan-rekan kepolisian. Kami belum bisa memastikan siapa penyuplai utama dari Maluku maupun siapa penadahnya di Jakarta. Namun, identitas pengirim yang tertera di manifest akan menjadi titik awal penyelidikan,” ungkap Uki Prasetia. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar memberikan efek jera bagi para pelaku.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa merkuri ini berasal dari hasil penambangan ilegal di kawasan Gunung Botak, Maluku, yang memang dikenal sebagai salah satu titik panas aktivitas tambang tanpa izin. Jalur laut dari Namlea menuju Jakarta seringkali dimanfaatkan oleh jaringan kriminal untuk mendistribusikan zat kimia berbahaya ini ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri.

Komitmen TNI AL dalam Menjaga Keamanan Maritim

Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini menjadi momentum bagi TNI AL untuk mempertegas posisi mereka sebagai garda terdepan penjaga keamanan maritim. TNI AL menyadari bahwa luasnya wilayah perairan Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan arus barang.

Laksamana Madya TNI Uki Prasetia menekankan bahwa pengawasan di pelabuhan-pelabuhan besar seperti Tanjung Priok akan terus ditingkatkan. Sinergi antara TNI AL, Pelni, Bea Cukai, dan kepolisian akan diperketat guna menutup celah-celah penyelundupan yang mungkin dimanfaatkan oleh para oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi praktik-praktik ilegal di jalur laut kita. Setiap upaya yang merugikan negara dan mengancam keselamatan masyarakat akan kami tindak tegas. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif memberikan informasi jika melihat adanya aktivitas mencurigakan di sekitar pelabuhan atau wilayah pesisir,” pungkasnya menutup sesi jumpa pers.

Dengan adanya pengungkapan kasus merkuri berkedok sparepart ini, diharapkan para pelaku usaha ekspedisi dan pengiriman barang juga lebih selektif dan berhati-hati dalam menerima titipan muatan, guna menghindari keterlibatan dalam jaringan kejahatan lintas wilayah yang merugikan bangsa.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *