Rosan Roeslani Tepis Isu Eksodus Investor: Kepercayaan Global Terhadap Indonesia Masih Sangat Solid

Reporter Nasional | LajuBerita
15 Jun 2026, 14:47 WIB

LajuBerita — Di tengah hiruk-pikuk dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia justru menunjukkan taringnya sebagai primadona investasi yang tak tergoyahkan. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, secara tegas membantah narasi skeptis yang menyebutkan bahwa investor asing mulai memalingkan wajah dari tanah air. Menurutnya, realita di lapangan justru berbicara sebaliknya: antusiasme pemodal dunia terhadap potensi ekonomi Indonesia masih berada di level yang sangat optimis.

Berbicara di hadapan para wakil rakyat dalam rapat kerja di DPR RI, Jakarta Pusat, Rosan membawa angin segar melalui laporan hasil perjalanannya ke berbagai pusat keuangan dunia. Ia menegaskan bahwa persepsi negatif yang sempat beredar di permukaan tidaklah sejalan dengan fakta statistik dan testimoni langsung dari para pemegang modal raksasa di kancah internasional. Bagi pemerintah, menjaga ritme investasi asing adalah prioritas utama untuk memastikan mesin pertumbuhan ekonomi tetap berjalan kencang.

Berita Lainnya

Nindya Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Kediri: Wujudkan Pemerataan Pendidikan Melalui Infrastruktur Modern

Nindya Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Kediri: Wujudkan Pemerataan Pendidikan Melalui Infrastruktur Modern

Safari Global: Membedah Respons Positif di Pusat Keuangan Dunia

Keyakinan Rosan bukanlah tanpa dasar. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini baru saja menyelesaikan rangkaian roadshow maraton ke sejumlah kota yang menjadi jantung finansial dunia. Mulai dari gedung-gedung pencakar langit di Wall Street, New York, hingga pusat teknologi di Tokyo, tim kementerian melakukan diplomasi ekonomi yang intensif untuk memaparkan prospek cerah Indonesia di masa depan.

“Respons yang kami terima sangat mengejutkan, dalam artian yang sangat positif. Dunia internasional, termasuk media sekaliber Bloomberg, menyoroti langkah-langkah yang kita ambil sebagai pencapaian yang di luar dugaan,” ungkap Rosan dengan nada optimis. Perjalanan yang mencakup Singapura, Hong Kong, London, Boston, Washington DC, New York, hingga Jepang ini membuahkan hasil nyata berupa komitmen-komitmen baru yang strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Lainnya

Gilimanuk Mulai Overload, Kemenhub Siapkan Celukan Bawang Sebagai Pelabuhan Alternatif di Bali

Gilimanuk Mulai Overload, Kemenhub Siapkan Celukan Bawang Sebagai Pelabuhan Alternatif di Bali

Ketertarikan investor global ini tidak lepas dari peran Danantara, entitas yang kini menjadi sorotan karena diproyeksikan sebagai kendaraan investasi strategis Indonesia. Sebagai CEO Danantara, Rosan melihat bahwa perspektif ekonomi makro Indonesia dipandang sangat stabil oleh para manajer aset kelas dunia. Mereka melihat Indonesia bukan sekadar pasar musiman, melainkan destinasi dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan keamanan modal dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Stabilitas Politik dan Kepastian Hukum sebagai Magnet Utama

Salah satu poin krusial yang ditegaskan oleh Rosan dalam paparannya adalah mengenai kepercayaan investor terhadap stabilitas nasional. Baginya, investasi bukan sekadar soal angka di atas kertas, melainkan soal kepercayaan atau trust. Investor besar tidak akan menanamkan modal dalam jumlah jumbo jika mereka tidak melihat adanya kepastian hukum dan stabilitas politik yang terjaga dengan baik.

Berita Lainnya

Kabar Gembira Bagi Pelaku Usaha: DJP Resmi Hapuskan Sanksi Keterlambatan SPT Badan Hingga Akhir Mei 2026

Kabar Gembira Bagi Pelaku Usaha: DJP Resmi Hapuskan Sanksi Keterlambatan SPT Badan Hingga Akhir Mei 2026

“Mereka percaya bahwa stabilitas dan kepastian untuk berinvestasi di Indonesia ini masih terjaga dengan sangat baik. Terlepas dari berita-berita di luar sana yang menyebutkan investor asing enggan masuk, saya di sini membawa bukti nyata berupa angka dan statistik,” tegasnya. Rosan menyadari bahwa narasi negatif seringkali muncul sebagai bentuk dinamika opini, namun ia memastikan bahwa stabilitas ekonomi makro kita tetap menjadi daya tarik utama bagi para pemain global.

Para investor kakap dunia memahami bahwa berinvestasi di sektor hilirisasi, misalnya, memerlukan komitmen jangka panjang (long term commitment). Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang konsisten dalam mendorong nilai tambah di dalam negeri menjadi poin plus yang sering diapresiasi dalam setiap pertemuan internasional. Kepastian bahwa aturan main tidak akan berubah secara drastis di tengah jalan menjadi jaminan yang paling dicari oleh para pemilik modal.

Berita Lainnya

Update Harga BBM: BP Ultimate Diesel Melonjak Tajam ke Rp 25.560, Produk Non-Subsidi Pertamina Ikut Menanjak

Update Harga BBM: BP Ultimate Diesel Melonjak Tajam ke Rp 25.560, Produk Non-Subsidi Pertamina Ikut Menanjak

Bedah Data: Realisasi Investasi Triwulan I-2026 yang Memukau

Untuk memperkuat argumennya, Rosan membeberkan data realisasi investasi pada Triwulan I tahun 2026 yang menunjukkan tren sangat positif. Total investasi yang masuk mencapai angka Rp 498,8 triliun. Angka ini setara dengan 24,4% dari target ambisius sepanjang tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun. Pencapaian di awal tahun ini menjadi indikator kuat bahwa target tahunan bukanlah hal yang mustahil untuk digapai.

Jika dibedah lebih dalam, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) memegang peranan yang sangat signifikan, yakni mencapai 50,1% atau setara dengan Rp 250 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp 248,8 triliun atau sekitar 49,9%. Keseimbangan antara modal asing dan lokal ini menunjukkan bahwa iklim usaha di Indonesia tidak hanya sehat bagi pemain luar, tetapi juga memberikan ruang tumbuh yang luas bagi pengusaha domestik.

“Pertumbuhan PMDN kita mencapai sekitar 6% secara year on year. Ini adalah sinyal bahwa ekonomi kita bergerak secara inklusif. PMA juga memberikan kontribusi yang hampir setara, membuktikan bahwa kita masih sangat kompetitif di level global,” tambah Rosan. Data ini menjadi tameng bagi pemerintah untuk menepis segala spekulasi mengenai penurunan minat penanaman modal di Indonesia.

Menuju Target Ekonomi 8 Persen di Era Prabowo

Ambisi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga menyentuh angka 8% tentu memerlukan dukungan finansial yang tidak sedikit. Rosan menyebutkan bahwa untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan total investasi yang luar biasa besar, yakni mencapai kisaran Rp 13.000 triliun. Angka ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kementeriannya untuk terus berinovasi dalam menarik minat pemodal.

Strategi hilirisasi yang dicanangkan pemerintah menjadi kunci utama. Dengan mengolah sumber daya alam di dalam negeri, nilai tambah yang dihasilkan akan berlipat ganda, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak lagi investasi strategis. Rosan berjanji akan menjabarkan secara lebih detail mengenai daftar investor besar dunia yang telah menyatakan komitmennya dalam pertemuan mendatang di Istana Negara.

“Nanti akan saya paparkan secara detail di Istana, siapa saja investor besar dunia yang baru masuk pasca roadshow tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia tetap menjadi ‘sweet spot’ bagi investasi global di kawasan Asia Tenggara,” tutupnya. Dengan segala pencapaian dan rencana strategis yang ada, optimisme pemerintah tampaknya memang beralasan, menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang patut diperhitungkan di kancah internasional.

Kesimpulan: Masa Depan Investasi Indonesia

Langkah progresif yang diambil oleh Menteri Rosan Roeslani dan timnya memberikan gambaran jelas bahwa Indonesia tidak sedang dalam kondisi krisis kepercayaan di mata internasional. Sebaliknya, Indonesia tengah memperkuat posisinya sebagai destinasi aman bagi modal global. Melalui transparansi data dan pendekatan yang persuasif kepada para pemilik modal, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap rupiah dan dolar yang masuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, tantangan yang dihadapi tentu tidak mudah, terutama berkaitan dengan persaingan ketat dari negara-negara tetangga. Namun, dengan pondasi ekonomi yang kuat, hilirisasi yang konsisten, dan stabilitas yang terjaga, impian untuk mencapai pertumbuhan 8% bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan visi yang tengah diperjuangkan untuk menjadi kenyataan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *