KRISTAInterFOOD 2026: Strategi Jitu UMKM Kuliner Indonesia Menembus Etalase Global
LajuBerita — Gebyar industri kuliner tanah air bersiap memasuki babak baru yang lebih megah dan ambisius. PT Kristamedia Pratama, atau yang lebih dikenal sebagai Krista Exhibitions, secara resmi telah menabuh genderang dimulainya persiapan KRISTAInterFOOD 2026. Pameran berskala internasional ini bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan dirancang sebagai jembatan emas bagi para pelaku industri makanan dan minuman, khususnya sektor UMKM kuliner, untuk melompat lebih jauh ke kancah persaingan global.
Bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, peluncuran ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama industri kreatif. Acara tersebut dibuka langsung oleh Christina Sudjie, Chief Marketing Officer sekaligus Founder Krista Exhibitions. Kehadiran KRISTAInterFOOD 2026 menjadi sinyal positif bahwa geliat ekonomi kreatif di Indonesia, terutama pada subsektor industri makanan dan minuman, terus menunjukkan tren pertumbuhan yang progresif dan menjanjikan.
Dinamika Harga Emas Sepekan: Mengulas Laju Kenaikan Tipis dan Strategi Buyback bagi Investor
Melting Pot Industri: Menyatukan Inovasi dan Peluang Bisnis
Dalam sambutannya, Daud D. Salim selaku Chief Executive Officer Krista Exhibitions, menekankan bahwa KRISTAInterFOOD telah berevolusi menjadi sebuah ‘Melting Pot’ yang sangat krusial. Ini bukan hanya tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi sebuah ekosistem tempat inovasi bertemu dengan investasi. Menurut Daud, interaksi yang tercipta di dalam pameran ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari pertemuan Business-to-Business (B2B) antara produsen dengan distributor besar, hingga interaksi langsung dengan konsumen rumah tangga yang ingin mencicipi tren kuliner terbaru.
“Pameran ini memberikan panggung bagi para pelaku usaha untuk tidak hanya melakukan transaksi, tetapi juga membangun kesadaran merek (brand awareness) yang kuat di mata calon mitra. Kami ingin memastikan bahwa produk lokal kita memiliki daya tawar yang sebanding dengan produk mancanegara,” ujar Daud di hadapan para undangan dan awak media. Fokus pada penguatan identitas merek ini dianggap sangat penting agar produk Indonesia tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar ekspor produk yang semakin ketat.
Menjaga Kedaulatan Industri: Mengupas Alasan Purbaya Yudhi Sadewa Kenakan Bea Masuk Antidumping Karton Asal Korea hingga Malaysia
Kisah Sukses UMKM: Dari Lokal Menuju Pasar Malaysia
Daud juga membagikan sebuah narasi inspiratif mengenai salah satu peserta UMKM asal Surabaya, Jawa Timur. Melalui partisipasinya dalam ajang KRISTAInterFOOD sebelumnya, pelaku usaha bernama Pak Budi berhasil menarik perhatian pembeli (buyers) dari Malaysia. Pertemuan yang berawal dari booth pameran tersebut berujung pada kontrak ekspor produk cokelat olahan ke negeri jiran. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa pameran internasional adalah pintu gerbang yang nyata bagi UMKM Go Global.
Hal ini membuktikan bahwa kualitas produk UMKM Indonesia sebenarnya sudah mumpuni untuk menembus pasar luar negeri. Hambatan utama yang sering dihadapi biasanya adalah akses informasi dan jaringan distribusi. Di sinilah KRISTAInterFOOD 2026 mengambil peran sebagai fasilitator yang memangkas jarak antara produsen lokal dengan jaringan pasokan global. Dengan keterlibatan yang masif, diharapkan lebih banyak lagi ‘Pak Budi’ baru yang akan muncul dan membawa harum nama Indonesia melalui cita rasa kuliner yang autentik.
Aturan Baru Parkir Devisa Hasil Ekspor 2026: Eksportir Migas Wajib Simpan 30 Persen di Bank BUMN
Skala Internasional: Target 1.500 Peserta dari 25 Negara
Ambisi KRISTAInterFOOD 2026 tidak main-main. Pihak penyelenggara menargetkan keikutsertaan kurang lebih 1.500 peserta yang berasal dari 25 negara berbeda. Keragaman peserta ini diharapkan dapat menciptakan pertukaran pengetahuan dan teknologi pangan yang kaya. Daud menjelaskan bahwa akan ada sekitar 12 paviliun khusus negara yang akan menampilkan keunggulan kuliner masing-masing bangsa, sementara peserta lainnya akan tersebar di berbagai kategori area pameran.
Partisipasi internasional ini juga mencakup sektor Bakery & Confectionery serta industri industri horeca (Hotel, Restaurant, dan Cafe/Katering). Dengan skala yang sedemikian besar, pameran ini diproyeksikan akan menarik ribuan pengunjung profesional, investor, dan pengamat industri dari seluruh penjuru dunia. Hal ini menjadikan Jakarta sebagai titik pusat perhatian industri kuliner Asia selama pameran berlangsung.
Update Harga Emas Antam Hari Ini: Melambung Signifikan Rp 16.000 per Gram
Kompetisi Bergengsi: Master Gelato hingga La Cuisine
Salah satu daya tarik utama yang selalu dinanti dalam perhelatan ini adalah kompetisi tingkat dunia. KRISTAInterFOOD 2026 akan menjadi saksi perebutan gelar dalam ajang Master Gelato. Indonesia akan mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk bertanding melawan ahli gelato dari 10 negara, termasuk raksasa kuliner seperti China, Korea, Jepang, Vietnam, dan Filipina. Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu bakat, tetapi juga parameter sejauh mana kualitas artisan lokal dalam mengolah kudapan internasional.
Tak berhenti di situ, akan ada pula La Cuisine Cooking Competition 2026 yang diperkirakan bakal diikuti oleh hampir 1.000 chef, baik dari dalam maupun luar negeri. Bekerja sama dengan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, ajang ini menjadi kompetisi memasak yang paling prestisius di tanah air. Selain itu, pecinta kopi juga akan dimanjakan dengan Indonesia Coffee Art Battle (ICAB) dan Roasting Competition yang berkolaborasi dengan Dewan Kopi Indonesia, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbaik dunia.
Venue Baru dan Sinergi Kelembagaan
Untuk mengakomodasi kebutuhan ruang yang lebih besar dan fasilitas yang lebih modern, KRISTAInterFOOD 2026 akan diselenggarakan di NICE PIK 2. Lokasi ini dipilih karena standar infrastrukturnya yang sudah bertaraf internasional, memungkinkan pengalaman pameran yang lebih nyaman bagi eksibitor maupun pengunjung. Venue ini juga diharapkan mampu memberikan kesan profesional yang mendalam bagi para mitra bisnis asing yang datang berkunjung.
Kesuksesan acara besar seperti ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Krista Exhibitions menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sokongan dari Kementerian Pariwisata, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Sinergi antarlembaga ini menjadi pondasi kuat bagi terciptanya platform yang terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inovasi dan kolaborasi di sektor industri pangan nasional.
Membangun Masa Depan Kuliner Indonesia
Melalui KRISTAInterFOOD 2026, Indonesia sedang mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa industri kulinernya siap bertransformasi. Tidak hanya mengandalkan kekayaan rempah tradisional, tetapi juga mengadopsi teknologi pengolahan pangan modern dan manajemen bisnis yang profesional. Program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang turut disisipkan dalam rangkaian pameran ini menunjukkan komitmen penyelenggara untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di industri ini.
Dengan segala persiapan yang matang dan visi yang jelas, KRISTAInterFOOD 2026 diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi nasional pasca-transisi ekonomi global. Bagi para pelaku UMKM, ini adalah momentum emas untuk memvalidasi produk mereka di mata dunia, mencari inspirasi dari inovasi global, dan yang terpenting, menjalin kemitraan strategis yang dapat membawa usaha mereka ke tingkat yang lebih tinggi.