IHSG Terkoreksi ke Level 6.989, Simak Strategi Efisiensi MTEL dan Aksi Buyback Rp5 Triliun ADRO
LajuBerita — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (6/4). Indeks domestik tercatat melemah tipis 0,53% dan mendarat di level 6.989,43. Lesunya performa pasar modal kali ini dipicu oleh aksi lepas aset yang dilakukan oleh investor asing secara masif.
Berdasarkan pantauan tim redaksi, arus modal keluar (net sell) mencapai Rp611,26 miliar di pasar reguler, sementara di seluruh pasar totalnya menyentuh angka Rp622,92 miliar. Meski indeks tertekan, beberapa saham tetap menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak. Sebut saja AMMN yang melesat 6,91%, MSIN yang terbang 16,17%, serta BUMI yang menguat 6,14%. Namun, penguatan ini belum cukup membendung tekanan dari saham-saham kelas berat seperti DSSA, BREN, dan BYAN yang mengalami koreksi cukup dalam.
Trump Ultimatum China: Tarif 50% Menanti Jika Beijing Nekat Pasok Senjata ke Iran
Sektoral dan Sentimen Global yang Kontradiktif
Kondisi pasar saat ini menggambarkan situasi yang cukup menantang bagi pelaku pasar. Dari 11 sektor yang ada, 8 di antaranya harus rela ditutup melemah. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpuruk dengan kontraksi sebesar 0,92%. Anomali justru terjadi pada sektor cyclicals yang mampu melawan arus dengan kenaikan signifikan sebesar 2,26%.
Di belahan dunia lain, bursa saham Amerika Serikat justru menunjukkan optimisme. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak menghijau berkat sokongan data PMI ISM sektor jasa yang memberikan sinyal bahwa ekonomi Paman Sam masih bertenaga. Sayangnya, euforia global tersebut belum menular ke pasar domestik. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi persepsi risiko investor di tanah air.
Outlook Perbankan RI Direvisi Fitch dan Moody’s, OJK Tegaskan Fundamental Masih Sangat Kokoh
MTEL Jaga Stabilitas, ADRO Pertebal Buyback
Beralih ke performa emiten, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil menunjukkan resiliensi kinerjanya. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,11 triliun, sebuah pencapaian yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global. Kenaikan pendapatan sebesar 2,43% menjadi Rp9,53 triliun membuktikan bahwa bisnis menara telekomunikasi masih menjadi tulang punggung yang solid.
Secara teknikal, pergerakan harga saham MTEL menarik untuk dicermati setelah membentuk pola doji, yang seringkali menjadi sinyal awal pembalikan arah menuju level Rp630 dalam jangka pendek.
Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengambil langkah agresif untuk meningkatkan kepercayaan pasar. ADRO secara resmi menaikkan alokasi buyback saham dari Rp4 triliun menjadi Rp5 triliun. Meskipun kebijakan ini hanya memberikan dampak moderat pada laba per saham (EPS), manajemen tampak optimistis langkah ini dapat menjaga stabilitas harga di pasar sekunder. Rencana besar ini dijadwalkan akan mendapat restu pemegang saham dalam RUPS pada 17 April mendatang.
Konflik Selat Hormuz Memanas, ESDM Gerak Cepat Diversifikasi Impor Minyak ke Amerika dan Afrika
Rekomendasi Saham Hari Ini
Bagi para trader yang mencari peluang di tengah volatilitas, berikut adalah beberapa saham yang masuk dalam radar pantauan teknikal hari ini:
- BIPI: Buy di area 216-220, Target Price 228-238, Stop Loss 202.
- BRPT: Buy di area 1340-1350, Target Price 1375-1435, Stop Loss 1255.
- BNBR: Buy di area 111-113, Target Price 116-119, Stop Loss 107.
- TINS: Buy di area 3540-3560, Target Price 3610-3660, Stop Loss 3340.
- AYAM: Buy di area 308-312, Target Price 318-324, Stop Loss 292.
Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif dan bukan merupakan instruksi mutlak untuk melakukan transaksi jual atau beli. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Menepis Kabar Miring: Kondisi Terkini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Tengah Padatnya Agenda Negara