IHSG Masih Terganjal di Level 6.900, Rupiah Terperosok ke Titik Terendah Sepanjang Masa

Reporter Nasional | LajuBerita
07 Apr 2026, 09:49 WIB
IHSG Masih Terganjal di Level 6.900, Rupiah Terperosok ke Titik Terendah Sepanjang Masa

LajuBerita — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya masih menemui jalan terjal untuk kembali bertengger di level psikologis 7.000. Pada pembukaan perdagangan Selasa (7/4/2026), indeks komposit terpantau bergerak fluktuatif di zona merah, tertahan di kisaran level 6.900-an akibat tekanan sentimen global dan domestik yang cukup masif.

Mengacu pada data RTI Business pukul 09.10 WIB, IHSG nangkring di level 6.984,37, mengalami koreksi tipis 0,06% atau setara 4,48 poin. Meski sempat mencoba menembus level tertinggi di 7.015,89 saat pembukaan, tekanan jual membawa indeks melandai hingga ke titik terendah di 6.976,77. Aktivitas pasar mencatatkan volume transaksi sebesar 2,67 miliar saham dengan nilai turnover mencapai Rp 1,16 triliun. Sebanyak 295 saham berhasil menguat, namun dibayangi oleh 210 saham yang melemah dan 186 saham lainnya bergerak stagnan.

Berita Lainnya

Strategi Jitu Bank Indonesia Redam Gejolak Rupiah: Menilik Jurus ‘Triple Intervention’ di Tengah Tekanan Dolar AS

Strategi Jitu Bank Indonesia Redam Gejolak Rupiah: Menilik Jurus ‘Triple Intervention’ di Tengah Tekanan Dolar AS

Sentimen Domestik: Rupiah di Titik Nadir

Kondisi pasar modal Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan serius dari sisi nilai tukar. Kurs Rupiah JISDOR terdepresiasi ke level terendah sepanjang sejarah, yakni menyentuh Rp 17.037 per USD per 6 April 2026. Pelemahan mata uang Garuda ini dibarengi dengan aksi jual bersih (outflow) oleh investor asing yang mencapai Rp 623 miliar di seluruh pasar ekuitas.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, mencatat bahwa secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date), performa IHSG telah terkontraksi hingga 19,17%. Angka ini menempatkan bursa kita di posisi ke-35 dari 36 anggota World Federation of Exchanges (WFE). Namun, di tengah awan mendung ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sedikit angin segar dengan melaporkan adanya 15 perusahaan dalam pipeline Initial Public Offering (IPO) dengan potensi himpunan dana mencapai Rp 13,8 triliun.

Berita Lainnya

Astra International Tebar Dividen Jumbo Rp 15,6 Triliun: Bukti Ketangguhan di Tengah Gejolak Pasar

Astra International Tebar Dividen Jumbo Rp 15,6 Triliun: Bukti Ketangguhan di Tengah Gejolak Pasar

Geopolitik Global: Ancaman Perang dan Suku Bunga

Dari panggung internasional, ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor dominan yang menahan gairah investasi saham global. Iran dilaporkan kembali menolak proposal gencatan senjata dan mengancam akan menutup Selat Hormuz. Eskalasi kian memanas setelah Amerika Serikat mengancam serangan militer besar-besaran terhadap infrastruktur vital Iran jika kesepakatan tidak tercapai hingga tenggat waktu yang ditentukan.

Di sisi lain, investor di seluruh dunia kini sedang bersiap menanti rilis risalah FOMC The Fed pada akhir April mendatang. Risalah ini diharapkan memberikan petunjuk jelas mengenai arah kebijakan suku bunga acuan yang sangat krusial bagi likuiditas pasar global.

Pergerakan bursa Asia sendiri terpantau bervariasi pagi ini. Nikkei menguat tipis 0,16%, sementara Hang Seng di Hong Kong harus terkoreksi 0,70%, dan Shanghai Composite Index masih mampu merangkak naik 0,36%.

Berita Lainnya

Update Harga Emas Antam Hari Ini: Melambung Signifikan Rp 16.000 per Gram

Update Harga Emas Antam Hari Ini: Melambung Signifikan Rp 16.000 per Gram

Proyeksi IHSG Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi akan bergerak variatif dalam rentang konsolidasi di kisaran 6.900 hingga 7.050. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi, terutama mencermati rilis data ekonomi domestik dan perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah yang sewaktu-waktu dapat mengubah arah pasar secara drastis.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *