Jaga Standar Mutu Global, KKP Gandeng Brimob Pastikan Produk Perikanan Indonesia Bebas Radiasi Nuklir

Reporter Nasional | LajuBerita
26 Apr 2026, 22:50 WIB
Jaga Standar Mutu Global, KKP Gandeng Brimob Pastikan Produk Perikanan Indonesia Bebas Radiasi Nuklir

LajuBerita — Komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas hasil laut Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih progresif dan krusial. Dalam langkah yang terbilang berani dan visioner, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi memperketat pengawasan mutu ikan di seluruh tanah air. Tak tanggung-tanggung, demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat serta kepercayaan pasar internasional, KKP menggandeng Korps Brimob Polri untuk memastikan setiap produk perikanan nasional bersih dari kontaminasi zat radioaktif berbahaya.

Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika keamanan pangan global yang semakin ketat, isu kontaminasi radionuklida menjadi salah satu perhatian utama bagi negara-negara pengimpor. KKP, sebagai otoritas kompeten atau competent authority (CA) di sektor kelautan, merasa perlu memberikan jaminan berlapis. Sinergi ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) dengan Korps Brimob Polri yang berlangsung di Markas Komando Pasukan Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Berita Lainnya

Ketahanan Pangan RI Terjepit Konflik Timur Tengah dan El Nino Godzilla, Amran: Stok Nasional Masih Aman

Ketahanan Pangan RI Terjepit Konflik Timur Tengah dan El Nino Godzilla, Amran: Stok Nasional Masih Aman

Sinergi Strategis: Saat Jaring Ikan Bertemu Teknologi Deteksi Nuklir

Kerja sama ini menandai kolaborasi lintas sektoral yang unik namun sangat esensial. Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, menekankan bahwa keterlibatan unit khusus dari Brimob, yakni Pasukan Gegana, adalah kunci utama dalam keberhasilan pengawasan ini. Personel Gegana dikenal memiliki keahlian tingkat tinggi dalam pemindaian dan deteksi radionuklida—keterampilan teknis yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tugas dan fungsi (tusi) Badan Mutu KKP.

“Kami menyadari bahwa ancaman terhadap mutu produk perikanan tidak hanya datang dari bakteri atau cemaran kimia konvensional. Ada risiko zat radioaktif yang harus kita mitigasi sejak dini. Oleh karena itu, kami menjalin kerja sama dengan Brimob Polri yang membawahi unit Pasukan Gegana. Keahlian mereka dalam deteksi radionuklida akan sangat memperkuat tusi kami dalam menjaga kedaulatan pangan dan mutu ekspor,” ujar Ishartini dalam keterangan resminya yang dikutip oleh tim LajuBerita.

Berita Lainnya

Misi Hijau di Negeri Tirai Bambu: Indonesia Gandeng Raksasa Longi Demi Revolusi Energi Surya

Misi Hijau di Negeri Tirai Bambu: Indonesia Gandeng Raksasa Longi Demi Revolusi Energi Surya

Peran Vital Pasukan Gegana dalam Pemindaian Radionuklida

Keterlibatan aparat kepolisian dalam pengawasan mutu ikan mungkin terdengar baru bagi sebagian orang. Namun, secara teknis, deteksi zat radioaktif memerlukan peralatan sensorik yang canggih dan protokol penanganan yang sangat ketat. Pasukan Gegana memiliki sarana dan prasarana (sarpras) yang mumpuni untuk melakukan pemindaian cepat terhadap kontainer-kontainer ekspor maupun hasil tangkapan di pelabuhan utama.

Ishartini menjelaskan bahwa ruang lingkup PKS yang ditandatangani bersama Komandan Korps Brimob, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., mencakup beberapa poin krusial. Selain pendayagunaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarpras, kerja sama ini juga menitikberatkan pada implementasi skema sertifikasi bebas radioaktif. “Ini adalah upaya integratif untuk mengendalikan kontaminasi zat radioaktif melalui pertukaran data yang akurat serta peningkatan kapasitas personel di lapangan,” tambahnya.

Berita Lainnya

Badai di Bursa: IHSG Terperosok ke Zona Merah, Saham-Saham Konglomerat Alami Aksi Jual Massal

Badai di Bursa: IHSG Terperosok ke Zona Merah, Saham-Saham Konglomerat Alami Aksi Jual Massal

Menembus Pasar Global: Kepercayaan Internasional dan Sertifikasi Bebas Radioaktif

Dampak dari pengetatan pengawasan ini sangat nyata terhadap ekonomi nasional. Dunia internasional kini semakin yakin bahwa ikan Indonesia aman untuk dikonsumsi. Kepercayaan ini menjadi modal besar bagi Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara produsen ikan lainnya seperti Vietnam, Thailand, maupun India. Dengan adanya sertifikasi bebas radioaktif, hambatan teknis perdagangan (non-tariff barriers) dapat diminimalisir secara signifikan.

Ishartini menggarisbawahi bahwa sinergitas lintas sektor ini telah berhasil meyakinkan 147 negara tujuan ekspor. Keberhasilan ini membuktikan bahwa standar keamanan pangan Indonesia telah sejajar dengan standar global yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dan pangan dunia. Sertifikasi ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan janji kualitas yang diakui secara universal.

Berita Lainnya

Analisis Harga Emas Antam Sepekan: Penurunan Rp 15.000 Per Gram dan Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar

Analisis Harga Emas Antam Sepekan: Penurunan Rp 15.000 Per Gram dan Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar

Angka Fantastis: Ekspor Udang Indonesia Menuju Amerika Serikat

Salah satu bukti nyata dari keberhasilan kebijakan ini adalah kembali bergairahnya ekspor udang Indonesia ke pasar Amerika Serikat (AS). Sejak skema sertifikasi bebas radioaktif diluncurkan secara resmi pada 31 Oktober 2025, angka pengiriman menunjukkan tren yang sangat positif. Data terbaru hingga 20 April 2026 mencatat prestasi yang luar biasa.

Indonesia telah berhasil mengirimkan sebanyak 3.202 kontainer udang dengan nilai ekonomi menembus angka Rp 8 triliun. Dari total volume tersebut, sebanyak 2.462 kontainer udang telah mendarat dengan aman di pelabuhan-pelabuhan Amerika Serikat. Ini menjadi sinyal kuat bahwa ekspor udang nasional tetap menjadi primadona dan pilar utama devisa negara di sektor kelautan.

“Keberhasilan menembus pasar AS dalam jumlah besar ini adalah indikasi bahwa sistem pengawasan kita bekerja. Dunia internasional melihat keseriusan kita dalam menjaga mutu, terutama terkait isu radioaktif yang sangat sensitif di pasar negara maju,” tegas Ishartini.

Masa Depan Keamanan Pangan dan Keberlanjutan Sektor Perikanan

Di masa depan, tantangan sektor perikanan akan semakin kompleks seiring dengan isu perubahan iklim dan potensi pencemaran lingkungan global. Oleh karena itu, kerja sama antara KKP dan Brimob Polri diharapkan tidak hanya bersifat sementara, namun menjadi fondasi sistem keamanan pangan nasional yang berkelanjutan. Masyarakat Indonesia sebagai konsumen utama di dalam negeri pun mendapatkan haknya untuk menikmati protein ikan yang sehat, aman, dan bergizi tinggi.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, celah bagi masuknya produk perikanan ilegal atau terkontaminasi dari luar wilayah perairan Indonesia juga dapat tertutup rapat. Langkah ini sekaligus menjadi pesan tegas kepada dunia bahwa Indonesia sangat serius dalam mengelola sumber daya lautnya dengan prinsip safety first dan quality oriented.

Melalui penguatan kapasitas laboratorium, pemanfaatan teknologi deteksi nuklir terkini, dan dedikasi personel di lapangan, Indonesia optimis mampu mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dalam rantai pasok perikanan global. Keamanan pangan adalah kedaulatan bangsa, dan lewat sinergi KKP-Brimob, kedaulatan itu kini terjaga lebih kuat dari sebelumnya.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *