Kisah SALAKU: Inovasi Olahan Salak Bekasi yang Guncang Pasar Internasional FHA 2026 di Singapura

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
10 Mei 2026, 16:47 WIB
Kisah SALAKU: Inovasi Olahan Salak Bekasi yang Guncang Pasar Internasional FHA 2026 di Singapura

LajuBerita — Siapa sangka buah salak yang seringkali dianggap sebagai komoditas meja biasa, kini mampu bertransformasi menjadi produk kelas dunia yang memikat lidah internasional. Adalah PT Salaku Cara Enak Makan Salak (SALAKU), sebuah unit usaha menengah dari Bekasi, yang berhasil membuktikan bahwa inovasi dan ketekunan bisa membawa produk lokal melintasi batas negara. Kehadiran mereka di ajang bergengsi Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura menjadi bukti nyata bahwa potensi pangan nusantara tidak bisa dipandang sebelah mata.

Langkah gemilang ini tidak terjadi begitu saja. Di balik sukses SALAKU, terdapat peran krusial dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Melalui program pemberdayaan strategis bertajuk BRI UMKM EXPORT, bank pelat merah ini memberikan panggung bagi para pelaku usaha lokal untuk unjuk gigi di kancah global. FHA 2026 sendiri dikenal sebagai salah satu pameran industri makanan dan perhotelan terbesar di Asia, menjadikannya medan tempur sekaligus peluang emas bagi SALAKU untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Berita Lainnya

Update Akhir Pekan: Cek 5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Sabtu Ini, Pastikan Dokumen Anda Lengkap!

Update Akhir Pekan: Cek 5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Sabtu Ini, Pastikan Dokumen Anda Lengkap!

Filosofi Zero Waste dan Keunikan Olahan Salak

Didirikan sejak tahun 2016, SALAKU mengusung konsep yang cukup berani dan visioner: zero waste. Mereka tidak hanya sekadar membuat makanan, tetapi memastikan setiap jengkal komoditas salak memberikan manfaat maksimal. Fokus utama mereka adalah menghadirkan camilan sehat yang relevan dengan gaya hidup modern. Salah satu produk andalan yang mencuri perhatian adalah cookies sagu gluten free, sebuah pilihan bagi konsumen yang kian sadar akan kesehatan.

Shelly, sosok di balik layar SALAKU, menceritakan bahwa perjalanan membangun bisnis ini penuh dengan lika-liku. Berawal dari dapur sederhana di Bekasi, ia bertekad mengubah persepsi masyarakat tentang cara mengonsumsi salak. Jika biasanya salak hanya dimakan segar, kini salak bisa dinikmati dalam bentuk kukis renyah, olahan tepung, hingga varian rasa yang lebih kompleks namun tetap menonjolkan karakter buah aslinya.

Berita Lainnya

Masa Depan Pencak Silat: AM Akbar Supratman Dukung Sugiono Pimpin PB IPSI 2026-2030

Masa Depan Pencak Silat: AM Akbar Supratman Dukung Sugiono Pimpin PB IPSI 2026-2030

Peran Strategis BRI dalam Eskalasi Bisnis

Masuknya SALAKU ke pasar Singapura melalui FHA 2026 merupakan hasil dari proses kurasi yang sangat ketat. BRI tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pendampingan menyeluruh yang mencakup aspek fundamental bisnis. Para pelaku UMKM diajarkan bagaimana memperkuat pondasi kualitas produk, merancang kemasan yang memenuhi standar estetika internasional, hingga memastikan kapasitas produksi mampu memenuhi permintaan pasar ekspor.

Tak hanya itu, pelatihan ekspor yang intensif juga diberikan. Memahami regulasi perdagangan luar negeri, standar kesehatan pangan internasional, hingga strategi penetrasi pasar global menjadi menu wajib yang harus dikuasai oleh Shelly dan timnya. Inilah yang membedakan program pemberdayaan BRI dengan sekadar pemberian modal; ada transfer ilmu yang berkelanjutan agar pelaku usaha benar-benar siap mental dan operasional saat berhadapan dengan buyer asing.

Berita Lainnya

Skandal Manipulasi Foto AI di Aplikasi JAKI, Legislator DKI: Ini Praktik Buruk Mengelabui Publik

Skandal Manipulasi Foto AI di Aplikasi JAKI, Legislator DKI: Ini Praktik Buruk Mengelabui Publik

Perjalanan dari Nol Menuju Panggung Dunia

Mengingat kembali masa-masa awal, Shelly mengungkapkan bahwa tantangan terberat adalah membangun kepercayaan pasar. Mengedukasi konsumen bahwa salak bisa diolah menjadi camilan premium bukanlah perkara mudah. Eksperimen di dapur seringkali berujung pada kegagalan, namun kegagalan itulah yang menjadi bahan bakar untuk terus menyempurnakan resep.

“Perjalanan ini dimulai dari titik nol dengan segala keterbatasan. Proses produksi dilakukan secara manual, trial dan error terjadi berkali-kali. Namun, kami percaya bahwa inovasi adalah kunci. Kami ingin menciptakan nilai lebih, tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga dampak sosial bagi para petani salak yang menjadi mitra kami. Keberlanjutan adalah ruh dari SALAKU,” papar Shelly dengan penuh semangat saat diwawancarai tim LajuBerita.

Berita Lainnya

Pengakuan Terbuka Trump Soal ‘Perompakan’ Kapal Iran Picu Kecaman Keras Teheran: Pelanggaran Nyata Hukum Internasional

Pengakuan Terbuka Trump Soal ‘Perompakan’ Kapal Iran Picu Kecaman Keras Teheran: Pelanggaran Nyata Hukum Internasional

Ekosistem Digital dan Ekspansi Retail

Kini, SALAKU telah bertransformasi menjadi entitas bisnis yang solid. Kapasitas produksinya telah mencapai ribuan unit per bulan, dengan deretan produk unggulan seperti Browker Ori dan Cheese Sagu yang selalu dicari pelanggan. Distribusi produknya pun telah merambah berbagai kanal, mulai dari toko oleh-oleh premium, retail modern, hingga marketplace populer.

Dalam operasional sehari-hari, SALAKU juga sangat terbantu dengan ekosistem digital dari BRI. Penggunaan perangkat EDC, layanan QRIS, hingga aplikasi BRImo mempermudah transaksi baik di level reseller maupun konsumen akhir. Digitalisasi ini tidak hanya membuat pencatatan keuangan lebih rapi, tetapi juga mempercepat perputaran arus kas yang sangat vital bagi pertumbuhan UMKM.

Respon Pasar Global di FHA 2026 Singapura

Keikutsertaan di FHA 2026 Singapura menjadi ajang pembuktian sesungguhnya. Melalui aktivitas sampling dan edukasi langsung kepada pengunjung pameran, SALAKU berhasil memikat minat banyak pihak. Banyak buyer internasional yang terkejut dengan fakta bahwa salak bisa diolah menjadi produk dengan rasa yang begitu elegan dan unik.

“Kami merasakan langsung bagaimana produk yang tadinya dianggap ceruk kecil (niche) ternyata punya daya tarik luar biasa di pasar luar negeri. Konsep zero waste dan kandungan gluten-free menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh audiens global yang kini sangat peduli pada isu keberlanjutan dan kesehatan. Interaksi dengan distributor dari berbagai negara memberikan kami wawasan baru tentang tren pasar internasional,” tambah Shelly.

Dukungan Berkelanjutan dari Perbankan

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y.S., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian SALAKU. Menurutnya, keberhasilan SALAKU menembus pasar Singapura adalah cerminan dari potensi besar yang dimiliki oleh UMKM Indonesia jika dikelola dengan profesionalisme tinggi dan dukungan ekosistem yang tepat.

“SALAKU adalah role model bagaimana inovasi yang konsisten bisa menjawab tantangan pasar. BRI berkomitmen untuk terus mengawal pelaku usaha seperti ini, memastikan mereka tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga kompetitif di pasar global. Kami ingin memastikan UMKM naik kelas bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang bisa dirasakan oleh semua pelaku usaha di tanah air,” tegas Alexander.

Masa Depan Cerah Produk Lokal di Kancah Internasional

Ke depan, SALAKU berencana untuk terus mengeksplorasi varian produk baru berbasis salak dan memperluas jaringan distribusinya ke negara-negara lain di Asia dan Eropa. Keberhasilan di Singapura menjadi batu loncatan penting untuk membangun reputasi merek yang lebih kuat di mata dunia. Langkah ini diharapkan juga dapat menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk berani bermimpi besar dan mulai merambah pasar ekspor.

Kisah SALAKU mengajarkan kita bahwa kekayaan alam Indonesia, jika sentuhan kreativitas dan didukung oleh kemitraan strategis dengan institusi seperti BRI, dapat menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Dari kebun salak di pedesaan hingga rak pameran mewah di Singapura, SALAKU telah membuktikan bahwa kualitas adalah bahasa universal yang dipahami oleh seluruh dunia.

Dengan semangat inovasi pangan yang tidak pernah padam, SALAKU kini bersiap menyambut babak baru dalam sejarah perjalanan bisnisnya. Dukungan masyarakat lokal dalam mengonsumsi produk dalam negeri juga menjadi faktor penentu agar semakin banyak brand seperti SALAKU yang mampu mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *