Skandal Manipulasi Foto AI di Aplikasi JAKI, Legislator DKI: Ini Praktik Buruk Mengelabui Publik

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
07 Apr 2026, 15:21 WIB
Skandal Manipulasi Foto AI di Aplikasi JAKI, Legislator DKI: Ini Praktik Buruk Mengelabui Publik

LajuBerita — Integritas sistem pelaporan digital di Jakarta kini tengah menjadi sorotan tajam setelah terungkapnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memalsukan laporan kinerja lapangan. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengecam keras tindakan oknum petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang kedapatan mengunggah foto hasil rekayasa AI untuk melaporkan penanganan parkir liar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Menurut Kevin, langkah tersebut bukan sekadar inovasi yang salah sasaran, melainkan sebuah upaya sistematis untuk mengelabui masyarakat dan pemerintah. “Teknologi seharusnya hadir untuk memberikan kemudahan dan transparansi, bukan justru dijadikan alat untuk memanipulasi fakta di lapangan,” ujar Kevin dengan nada kecewa saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Berita Lainnya

Meneguhkan Kedaulatan di Beranda Negeri: BNPP Percepat Penataan Ruang Eks OBP Kalimantan Utara

Meneguhkan Kedaulatan di Beranda Negeri: BNPP Percepat Penataan Ruang Eks OBP Kalimantan Utara

Budaya ‘Asal Bapak Senang’ yang Merusak Profesionalisme

Insiden ini bermula ketika ditemukan laporan penanganan parkir liar yang menggunakan visual tidak nyata hasil olahan teknologi AI. Kevin menilai fenomena ini sebagai cerminan buruk dari budaya ‘Asal Bapak Senang’ (ABS) yang masih berakar di lingkungan kerja tertentu. Jika dibiarkan, praktik semacam ini akan merusak profesionalisme Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam jangka panjang.

“Ini adalah preseden buruk. Saya sangat prihatin melihat aplikasi yang seharusnya produktif justru disalahgunakan. Tindakan tegas harus diambil agar menjadi pelajaran bagi seluruh petugas lainnya,” tambahnya. Ia menekankan bahwa kejujuran dalam bekerja jauh lebih berharga daripada sekadar laporan administratif yang terlihat sempurna namun fiktif.

Berita Lainnya

Strategi Mendukbangga Tekan Angka Pernikahan Dini Lewat Pemerataan Akses Pendidikan

Strategi Mendukbangga Tekan Angka Pernikahan Dini Lewat Pemerataan Akses Pendidikan

Instruksi Gubernur: Cari Aktor di Balik Rekayasa Visual

Menanggapi kegaduhan ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tidak tinggal diam. Ia segera memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas siapa sebenarnya sosok yang bertanggung jawab menciptakan dan mengunggah foto manipulatif tersebut. Pramono berpendapat bahwa kecil kemungkinan petugas lapangan memiliki kapabilitas teknis untuk melakukan rekayasa AI yang kompleks secara mandiri.

“Kita tidak bisa begitu saja menyalahkan PPSU secara sepihak. Saya minta didalami siapa yang melakukan manipulasi AI tersebut dan siapa yang memerintahkan pengunggahannya,” tegas Pramono di Balai Kota Jakarta. Meskipun pihak Kelurahan Kalisari telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi, proses investigasi oleh inspektorat dipastikan akan tetap berjalan.

Berita Lainnya

Gebrakan Pameran Kanton ke-139: Rekor Pembeli Global dan Dominasi Teknologi Masa Depan dari Tiongkok

Gebrakan Pameran Kanton ke-139: Rekor Pembeli Global dan Dominasi Teknologi Masa Depan dari Tiongkok

Dampak dan Sanksi Bagi Pelanggar

Sebagai buntut dari kasus ini, Lurah Kalisari dikabarkan telah dinonaktifkan dari jabatannya guna mempermudah proses pemeriksaan. Sementara itu, oknum petugas yang terlibat langsung telah dijatuhi sanksi berupa Surat Peringatan (SP) 1. Kejadian ini menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memperketat sistem verifikasi pada Aplikasi JAKI agar celah manipulasi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Pemerintah berharap agar ke depannya, setiap elemen pelayan publik dapat memahami bahwa teknologi adalah mitra untuk meningkatkan kualitas layanan warga, bukan topeng untuk menutupi kelalaian kerja.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *