Ketegasan Mentan Amran Sulaiman: Pecat ASN Terlibat Penyelewengan Anggaran Rp500 Juta, Pelaku Kini Jadi Buronan

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
20 Mei 2026, 02:47 WIB
Ketegasan Mentan Amran Sulaiman: Pecat ASN Terlibat Penyelewengan Anggaran Rp500 Juta, Pelaku Kini Jadi Buronan

LajuBerita — Gebrakan besar kembali dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam upaya membersihkan institusinya dari praktik lancung. Tanpa kompromi, sang menteri secara resmi memecat seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertanian yang diduga kuat melakukan penyelewengan anggaran negara senilai hampir Rp500 juta. Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional terhadap amanah rakyat yang dititipkan pada sektor pangan.

Pegawai yang kini telah kehilangan status abdi negaranya tersebut diketahui berinisial C. Tidak hanya dipecat secara tidak hormat, sosok C kini juga tengah dalam pengejaran intensif oleh aparat penegak hukum dan telah resmi masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pemecatan ini secara administratif ditandatangani pada tanggal 7 Mei 2026, menandai babak baru dalam aksi bersih-bersih internal yang digaungkan oleh Amran Sulaiman.

Berita Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Sinar Mentari Pagi yang Bersahabat Sebelum Guyuran Hujan di Beberapa Titik

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Sinar Mentari Pagi yang Bersahabat Sebelum Guyuran Hujan di Beberapa Titik

Komitmen Tanpa Celah Terhadap Integritas

Dalam keterangannya di hadapan media di Jakarta, Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyalahgunaan anggaran negara adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap kesejahteraan rakyat. Hal ini terasa kian menyakitkan karena dilakukan saat pemerintah tengah berjibaku memperkuat ketahanan pangan nasional guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Kami baru saja menandatangani surat pemecatannya. Per tanggal 7 Mei 2026, oknum berinisial C tersebut resmi kami berhentikan. Saat ini, yang bersangkutan sudah berstatus DPO dan sedang diburu oleh pihak berwajib,” ungkap Amran dengan nada bicara yang tegas namun sarat akan kekecewaan.

Amran menjelaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat saat ini memang sedang memperketat pengawasan internal di seluruh lini pemerintahan untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan tepat sasaran tanpa ada kebocoran sekecil apa pun.

Berita Lainnya

Menuju Puncak Haji 2026: LajuBerita Pantau Kesiapan Infrastruktur Armuzna yang Masuki Tahap Finalisasi H-5

Menuju Puncak Haji 2026: LajuBerita Pantau Kesiapan Infrastruktur Armuzna yang Masuki Tahap Finalisasi H-5

Mengendus Jejak Mafia di Sektor Pertanian

Sektor pertanian, menurut Amran, merupakan sektor yang vital dengan alokasi dana yang tidak sedikit. Besarnya anggaran ini seringkali memancing munculnya mafia pertanian yang mencoba mencari celah keuntungan pribadi. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat dan berkelanjutan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Pengumuman kasus ini ke publik bukan tanpa alasan. Amran sengaja membuka tabir penyimpangan ini agar masyarakat, petani, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor agrikultur lebih waspada. Ia tidak ingin ada pihak luar maupun internal yang bermain-main dengan program strategis kementerian.

“Kami ingin seluruh masyarakat yang bersinggungan dengan dunia pertanian berhati-hati. Mafia pangan dan anggaran ada di mana-mana. Kita harus bersama-sama menjaga agar ekosistem pertanian kita bersih dari parasit semacam ini,” tambahnya lagi.

Berita Lainnya

Wonosobo Tembus Tiga Besar Destinasi Terpopuler di Jawa Tengah Selama Libur Lebaran 2026

Wonosobo Tembus Tiga Besar Destinasi Terpopuler di Jawa Tengah Selama Libur Lebaran 2026

Mengejar Keterlibatan Pihak Lain

Hingga saat ini, detail mengenai di unit kerja mana ASN berinisial C tersebut bertugas masih dirahasiakan guna kepentingan penyidikan. Mentan Amran juga belum bersedia membeberkan secara rinci proyek apa yang menjadi sasaran penyelewengan tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu proses pengejaran yang tengah dilakukan oleh aparat kepolisian dan kejaksaan.

Harapan besar digantungkan pada tertangkapnya C sesegera mungkin. Amran meyakini bahwa penangkapan ini akan menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain, baik dari dalam tubuh Kementerian Pertanian maupun oknum swasta di luar kementerian.

“Mudah-mudahan segera tertangkap. Kami ingin dia bicara jujur, siapa saja temannya yang ikut bermain, baik itu orang dalam kementerian maupun pihak luar. Semuanya harus kita bersihkan tanpa sisa,” tegas Amran Sulaiman saat membahas upaya pemberantasan korupsi di lingkungannya.

Berita Lainnya

Langkah Nyata Pemkot Jaktim Tekan Stunting: Ribuan ASN Dikerahkan Jadi Orang Tua Asuh

Langkah Nyata Pemkot Jaktim Tekan Stunting: Ribuan ASN Dikerahkan Jadi Orang Tua Asuh

Dilema Moral di Balik Ketegasan Seorang Pemimpin

Menariknya, di balik ketegasan tersebut, Amran Sulaiman mengaku memiliki beban moral tersendiri setiap kali harus menandatangani surat pemecatan pegawainya. Ia menyadari bahwa tindakan tegas tersebut akan berdampak besar pada kehidupan pribadi sang pegawai. Namun, demi menjaga integritas institusi dan kepercayaan publik, langkah pahit tersebut harus tetap diambil.

“Sejujurnya, hati saya sedih setiap kali harus memecat orang. Tapi ini adalah tanggung jawab. Kita yang sudah bekerja dengan benar saja masih sering dihujat dan difitnah, apalagi kalau kita melakukan kesalahan atau membiarkan penyimpangan terjadi. Saya tidak akan memberi ruang sedikit pun untuk mereka yang bermain-main dengan uang rakyat,” tuturnya penuh narasi emosional.

LajuBerita mencatat bahwa aksi bersih-bersih ini bukan kali pertama dilakukan oleh Amran. Sebelumnya, ia juga sempat membongkar berbagai dugaan mafia benih dan permainan proyek yang merugikan negara hingga miliaran rupiah. Konsistensi ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memperbaiki citra Kementerian Pertanian di mata publik.

Visi Menuju Hilirisasi dan Kemandirian Pangan

Penegakan disiplin dan hukum di internal kementerian ini dipandang sebagai fondasi penting untuk menyukseskan program-program besar lainnya, seperti hilirisasi pertanian dan perkebunan. Tanpa birokrasi yang bersih, target swasembada pangan yang dicita-citakan pemerintah akan sulit tercapai.

Amran menekankan bahwa setiap dana yang dikelola oleh kementeriannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Ke depannya, sistem pengawasan berbasis digital akan terus diperkuat untuk meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan praktik suap maupun pungli.

“Ini adalah uang rakyat. Kita harus mempertanggungjawabkannya tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Tidak ada kompromi, tidak ada ruang bermain. Kita bekerja untuk petani, untuk desa, dan untuk masa depan bangsa,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim penegak hukum masih terus melacak keberadaan C yang diduga berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan. Masyarakat dihimbau untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan informasi terkait keberadaan oknum tersebut guna mempercepat proses hukum yang adil dan transparan.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *