Diplomasi Energi di Tengah Gejolak Global, Prabowo: Saya Keliling Dunia Demi Amankan Stok Minyak!
LajuBerita — Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara merespons kritik pedas yang diarahkan kepadanya terkait intensitas perjalanan luar negeri yang dinilai terlalu tinggi di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu. Dengan nada tegas namun tenang, Prabowo meluruskan bahwa setiap langkah kakinya di negeri orang bukanlah sekadar perjalanan seremonial, melainkan misi vital untuk menjamin kedaulatan energi nasional.
Di hadapan para anggota Kabinet Merah Putih, sang Presiden mengungkapkan bahwa di balik bayang-bayang krisis ekonomi global yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah, Indonesia harus bergerak cepat. Menurutnya, langkah proaktif dengan mendatangi negara-negara mitra adalah satu-satunya jalan untuk mengamankan sumber daya energi, terutama minyak mentah.
Mengejar Ambisi Rel Kereta Api 2045: Mengapa Indonesia Butuh Rp 1.200 Triliun untuk Transformasi Transportasi?
Bukan Sekadar Pelesir, Tapi Misi Strategis
“Ada yang bilang Prabowo senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, perlu dipahami, untuk mengamankan pasokan minyak kita, ya saya memang harus ke mana-mana,” ujar Prabowo dalam Rapat Kerja Kabinet yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026). Ia menekankan bahwa diplomasi tatap muka jauh lebih efektif dalam mengunci komitmen strategis dibandingkan hanya berkomunikasi jarak jauh.
Prabowo memberikan contoh konkret dari kunjungan kerjanya ke Jepang baru-baru ini. Dari pertemuan tersebut, Indonesia berhasil mengantongi komitmen kuat dari Pemerintah Negeri Sakura untuk mendongkrak produksi energi domestik. Ia juga membocorkan bahwa dalam waktu dekat akan ada kunjungan ke negara lain yang masih dirahasiakan demi misi serupa.
RI Bidik Minyak Nigeria dan Gabon: Strategi Diversifikasi Energi di Tengah Gejolak Timur Tengah
“Begitu saya berangkat nanti, kalian akan tahu tujuannya ke mana. Ini semua demi pengamanan pasokan kita. Saya sangat percaya diri, bagi saya tidak ada kata Indonesia gelap. Di saat banyak negara lain mengalami masa sulit, Indonesia harus tetap cerah,” tuturnya optimistis dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Memutus Kebuntuan di Blok Masela
Salah satu pencapaian signifikan dari safari diplomatik Prabowo adalah kemajuan proyek raksasa di perairan Maluku. Saat bertemu Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, di Istana Akasaka pada akhir Maret lalu, Prabowo mendesak agar pengembangan Blok Masela yang sempat mandek selama bertahun-tahun segera diakselerasi.
Inpex, korporasi migas asal Jepang yang memegang peran kunci dalam proyek tersebut, kini didorong untuk segera memulai operasional. “Kami menyambut baik investasi Inpex di proyek gas abadi Blok Masela. Setelah penundaan yang cukup melelahkan, kami berharap proyek ini segera terwujud menjadi kenyataan,” ungkap Prabowo dalam keterangan resminya.
Kendali Harga Udara: Pemerintah Restui Kenaikan Tiket Pesawat 13 Persen Sembari Guyur Subsidi Triliunan
Komitmen Terhadap Energi Hijau
Selain fokus pada migas konvensional, Presiden juga menunjukkan keberpihakannya pada transisi energi berkelanjutan. Ia berjanji akan memangkas rantai birokrasi yang selama ini menghambat proyek-proyek energi hijau yang melibatkan investor Jepang di Indonesia.
Di bawah payung inisiatif Asia Zero Emission Community, sejumlah proyek strategis akan mendapatkan perhatian khusus melalui proses debottlenecking atau penyelesaian hambatan teknis dan administratif. Beberapa di antaranya meliputi:
- Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Sumatera Utara.
- Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka di Jawa Barat.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan bahwa frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo merupakan bagian dari arsitektur besar untuk membentengi ekonomi Indonesia dari guncangan geopolitik dunia, sekaligus memastikan roda industri tetap berputar dengan pasokan energi yang stabil.
Analisis Harga Emas Antam Hari Ini: Koreksi Tipis di Tengah Fluktuasi Pasar Global, Saatnya Beli atau Jual?