Komitmen Prabowo: Fadli Zon Sebut Keputusan Tak Naikkan Harga BBM adalah Kemenangan Ekonomi Rakyat
LajuBerita — Di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia yang kian tak menentu, pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas untuk tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah strategis ini dinilai sebagai bukti konkret dari keberpihakan negara terhadap kesejahteraan masyarakat luas di tengah tekanan ekonomi global.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi merupakan langkah yang sangat tepat dan relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Di saat banyak negara lain terpaksa menyesuaikan harga energi mereka mengikuti arus pasar internasional, Indonesia memilih jalur proteksi bagi rakyatnya.
Bukan Ekonomi Kapitalis, Tapi Ekonomi Pancasila
Fadli Zon menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki fundamen yang sangat jelas, yakni ekonomi kerakyatan dan ekonomi Pancasila. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menggunakan kacamata ekonomi kapitalis yang menyerahkan segala sesuatunya pada mekanisme pasar bebas.
Proyeksi Optimistis Pefindo: Penerbitan Obligasi Korporasi 2026 Berpotensi Tembus Rp196 Triliun
“Jika kita menggunakan mazhab ekonomi pasar murni, maka harga BBM tentu akan terus bergejolak mengikuti tren dunia. Namun, kita melihat bagaimana masyarakat di negara maju sekalipun, seperti Amerika Serikat, harus berjuang menghadapi lonjakan harga energi yang mencekik. Indonesia tidak ingin rakyatnya mengalami hal serupa,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya di Jakarta.
Menjaga Stabilitas Inflasi dan Daya Beli
Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa menahan harga BBM bukan sekadar soal angka di pompa bensin, melainkan upaya menjaga rantai pasok ekonomi secara makro. Dengan stabilnya harga energi, tingkat inflasi nasional dapat lebih terkendali. Hal ini secara otomatis mencegah terjadinya efek domino berupa kenaikan harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi lainnya yang dapat membebani masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Momentum Emas TVRI-RRI-ANTARA: Menakar Eksistensi Media Publik di Gelaran Piala Dunia 2026
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil, sehingga roda perekonomian domestik terus berputar dengan sehat tanpa hambatan yang berarti dari sisi biaya logistik maupun transportasi.
Konstitusi Sebagai Pijakan Utama
Fadli Zon juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo senantiasa bersandar pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945. Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
“Inilah esensi dari kedaulatan ekonomi yang sedang kita tegakkan. Kekayaan alam Indonesia harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat sendiri, bukan justru menjadi beban bagi mereka. Prinsip inilah yang menjadi landasan kuat mengapa ekonomi kerakyatan harus terus dikedepankan,” pungkas Fadli.
Membongkar ‘Kusut Masai’ Hukum Militer: Ahli Desak Mahkamah Konstitusi Segera Lakukan Reformasi
Langkah pemerintah ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak yang menilai bahwa stabilitas harga energi menjadi kunci utama bagi stabilitas industri dan ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian global di masa mendatang.