Menebar Berkah di Sudut Tangerang Selatan: Baznas RI Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Prasejahtera di Jurangmangu

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
29 Mei 2026, 14:47 WIB
Menebar Berkah di Sudut Tangerang Selatan: Baznas RI Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Prasejahtera di Jurangmangu

LajuBerita — Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kawasan urban Tangerang Selatan, terdapat sebuah sudut yang sering kali luput dari pandangan mata, yakni Kampung Pemulung di Jurangmangu, Pondok Aren. Namun, pada Kamis (28/5), suasana di pemukiman tersebut tampak berbeda dari biasanya. Senyum sumringah terpancar dari wajah para warga saat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI hadir membawa amanah besar berupa paket daging kurban untuk masyarakat prasejahtera.

Kehadiran Baznas di tengah komunitas pemulung ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kepedulian sosial yang terorganisir dengan baik. Dalam upaya memastikan bahwa setiap tetes keberkahan kurban sampai ke tangan yang tepat, Baznas melakukan penyaluran secara langsung dan menyentuh akar rumput di wilayah Banten tersebut.

Berita Lainnya

Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Menteri Arifah Fauzi Desak Sanksi Tegas untuk 16 Mahasiswa

Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Menteri Arifah Fauzi Desak Sanksi Tegas untuk 16 Mahasiswa

Komitmen Transparansi dan Integritas dalam Penyaluran

Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa’adi, dalam keterangannya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya memegang teguh prinsip akuntabilitas. Baginya, setiap hewan kurban yang dititipkan oleh masyarakat melalui Baznas adalah sebuah mandat suci yang harus dikelola dengan profesionalisme tinggi.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan amanah hewan kurban dari masyarakat tersalurkan secara tepat sasaran, akuntabel, dan transparan. Ini adalah janji kami kepada para mudhohi (orang yang berkurban) dan juga kepada Tuhan,” ujar Zainut dengan nada penuh keyakinan di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Zainut memaparkan filosofi kerja yang menjadi landasan utama Baznas, yaitu semboyan “Aman Regulasi, Aman Syariah, dan Aman NKRI”. Ketiga pilar ini memastikan bahwa proses dari hulu hingga hilir—mulai dari penghimpunan, penyembelihan, hingga distribusi—telah memenuhi standar hukum negara, hukum agama, serta menjaga keutuhan sosial bangsa.

Berita Lainnya

Wamentan Sudaryono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi ‘Napas Baru’ Bagi Serapan Komoditas Pertanian Lokal

Wamentan Sudaryono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi ‘Napas Baru’ Bagi Serapan Komoditas Pertanian Lokal

Kurban sebagai Jaring Pengaman Sosial Nasional

Penyaluran di Jurangmangu ini juga menjadi momentum bagi Baznas untuk mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh pucuk pimpinan negara. Penyaluran hewan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia melalui Baznas dipandang sebagai simbol kuat bahwa lembaga ini adalah mitra tepercaya negara dalam mengelola instrumen keagamaan demi keadilan sosial.

Zainut Tauhid menjelaskan bahwa kurban tidak boleh hanya dipandang sebagai ritual ibadah vertikal semata. Dalam konteks kebangsaan yang lebih luas, kurban memiliki fungsi strategis sebagai jaring pengaman sosial. Di tengah fluktuasi harga pangan yang sering kali memberatkan masyarakat kelas bawah, daging kurban hadir sebagai asupan gizi yang sangat berharga.

Berita Lainnya

Sinar Donyell Malen di Olimpico: Hattrick Perdana dan Ambisi Liga Champions AS Roma

Sinar Donyell Malen di Olimpico: Hattrick Perdana dan Ambisi Liga Champions AS Roma

“Ketika instrumen negara digunakan untuk menghadirkan pangan dan makanan bergizi, meringankan beban hidup, dan menegakkan keadilan sosial bagi keluarga miskin pada hari raya yang mulia ini, maka tindakan tersebut telah memenuhi aspek syariat sekaligus aspek konstitusional,” tambahnya. Hal ini sejalan dengan misi negara untuk mengentaskan stunting dan gizi buruk di daerah-daerah rentan.

Sinergi Lintas Lembaga demi Pemberdayaan Desa

Kegiatan ini juga mendapatkan atensi khusus dari pemerintah pusat. Kepala Badan Pengembangan Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa RI, Mulyadin Malik, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap program bertajuk “Kurban Berkah Berdayakan Desa”. Menurutnya, model distribusi yang dilakukan Baznas memiliki nilai tambah karena tidak hanya memberi, tetapi juga memberdayakan.

Berita Lainnya

Dampak Libur Panjang Maret 2026, Realisasi Pajak Jakarta Terkoreksi Namun Tetap Melampaui Target Kuartal I

Dampak Libur Panjang Maret 2026, Realisasi Pajak Jakarta Terkoreksi Namun Tetap Melampaui Target Kuartal I

“Ini adalah model pemberdayaan yang tepat. Desa berdaya bukan desa yang bergantung,” tegas Mulyadin. Ia melihat bahwa dengan melibatkan peternak lokal dalam penyediaan hewan kurban dan melibatkan masyarakat desa dalam prosesnya, roda ekonomi di tingkat akar rumput pun ikut berputar. Pemberdayaan ekonomi desa menjadi kunci utama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Mulyadin menaruh harapan besar agar kolaborasi semacam ini tidak hanya berhenti di kawasan pinggiran kota seperti Tangerang Selatan saja. Ia mendorong agar cakupan wilayah Baznas terus diperluas hingga menyentuh desa-desa tertinggal di pelosok Nusantara yang akses transportasinya sulit, sehingga manfaat kurban bisa dirasakan secara merata dan berkeadilan.

Suara dari Akar Rumput: Kisah Haru Solihin

Di balik angka-angka statistik dan laporan formal, terdapat kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Solihin (45), salah seorang penerima manfaat di Kampung Pemulung Jurangmangu, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Bagi pria yang sehari-harinya berjibaku dengan barang bekas ini, mendapatkan daging kurban berkualitas adalah sebuah kemewahan yang jarang ia rasakan.

“Kami sangat berterima kasih. Semoga yang berkurban diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan keberkahan oleh Allah SWT. Kami mendoakan agar program Baznas seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak membantu masyarakat kecil seperti kami,” tutur Solihin dengan mata berkaca-kaca.

Doa tulus dari para penerima manfaat seperti Solihin menjadi energi tambahan bagi para petugas lapangan Baznas yang bekerja tanpa kenal lelah. Penyaluran di Jurangmangu ini hanyalah satu dari sekian banyak titik distribusi yang dikelola secara profesional di seluruh Indonesia.

Inovasi Distribusi dan Masa Depan Filantropi Islam

Langkah Baznas tidak berhenti pada distribusi fisik daging segar. Sebagai lembaga yang adaptif, Baznas juga terus mengembangkan berbagai kanal untuk mempermudah masyarakat dalam berbagi. Salah satunya adalah melalui kerja sama dengan jaringan minimarket guna mengonversi sedekah konsumen menjadi paket daging kurban yang praktis dan tahan lama.

Selain itu, koordinasi yang matang dengan pemerintah daerah memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih dalam pembagian bantuan. Dengan data yang sinkron, setiap paket kurban benar-benar jatuh ke tangan keluarga yang masuk dalam kategori masyarakat prasejahtera.

Keberhasilan penyaluran di Jurangmangu ini menjadi bukti bahwa jika dikelola dengan manajemen modern dan transparansi tinggi, dana umat melalui instrumen kurban dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan yang luar biasa. Harapannya, melalui semangat Idul Adha yang terus hidup, jurang pemisah antara si kaya dan si miskin dapat terus diperkecil melalui tangan-tangan baik yang menyalurkan berkatnya lewat lembaga yang amanah.

Dengan berakhirnya kegiatan di Tangerang Selatan ini, Baznas kembali membuktikan perannya sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian para mudhohi dengan harapan masyarakat kecil di seluruh penjuru negeri.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *