Mewujudkan Indonesia ASRI: Visi Besar Wamendagri Akhmad Wiyagus Membangun Peradaban Bersih dari Teluk Kendari

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
29 Mei 2026, 18:46 WIB
Mewujudkan Indonesia ASRI: Visi Besar Wamendagri Akhmad Wiyagus Membangun Peradaban Bersih dari Teluk Kendari

LajuBerita — Di tengah geliat pembangunan nasional yang kian masif, isu kelestarian lingkungan kini menjadi prioritas utama pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat fondasi kolaborasi dalam menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Inisiatif ini bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah transformasi budaya besar-besaran untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dalam kunjungannya ke Anjungan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat lalu, Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari visi besar Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya jelas: memperkuat tata kelola sampah nasional dan menghidupkan kembali roh gotong royong yang menjadi identitas bangsa. Menurutnya, kebersihan lingkungan adalah cerminan dari kemajuan sebuah peradaban.

Berita Lainnya

Strategi Besar Prabowo Subianto: Pangkas Bunga KUR Jadi 5 Persen dan Revolusi Hunian Bagi Kaum Buruh

Strategi Besar Prabowo Subianto: Pangkas Bunga KUR Jadi 5 Persen dan Revolusi Hunian Bagi Kaum Buruh

Darurat Sampah: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Ekonomi

Data menunjukkan fakta yang cukup mencengangkan. Memasuki tahun 2025, tercatat masih ada sekitar 109 ribu ton sampah setiap harinya yang belum mampu dikelola dengan optimal. Angka ini menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat. Wamendagri menekankan bahwa persoalan pengelolaan sampah nasional tidak bisa hanya diserahkan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja kolektif yang terintegrasi.

“Fokus utama kita adalah pengelolaan sampah. Kita melihat potensi besar di balik tumpukan limbah tersebut. Jika dikelola dengan teknologi dan manajemen yang tepat, sampah yang tadinya dianggap beban bisa bertransformasi menjadi sumber energi terbarukan atau memiliki nilai ekonomis yang tinggi melalui konsep ekonomi sirkular,” ujar Wiyagus di hadapan para tokoh masyarakat dan pejabat daerah di Kendari.

Berita Lainnya

Tensi Memanas di Timur Tengah: Menlu Iran Ungkap Penyebab Gagalnya Kesepakatan Damai Islamabad dengan AS

Tensi Memanas di Timur Tengah: Menlu Iran Ungkap Penyebab Gagalnya Kesepakatan Damai Islamabad dengan AS

Pendekatan ini menggeser paradigma lama yang hanya membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Kini, pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, memperkuat peran bank sampah, dan mendukung industri pengolahan limbah yang inovatif. Dengan demikian, kebersihan lingkungan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga kesejahteraan finansial bagi warga.

Landasan Hukum dan Peran Satpol PP sebagai Pionir

Sebagai langkah konkret, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan payung hukum berupa Surat Edaran Nomor 600.11/889/SJ Tahun 2026. Beleid ini dirancang untuk memberikan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah daerah agar memperkuat tata kelola lingkungan secara terpadu. Surat edaran ini juga menjadi kompas bagi daerah dalam mengalokasikan sumber daya guna menanggulangi masalah sampah di wilayah masing-masing.

Berita Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Sinar Mentari Pagi yang Bersahabat Sebelum Guyuran Hujan di Beberapa Titik

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Sinar Mentari Pagi yang Bersahabat Sebelum Guyuran Hujan di Beberapa Titik

Salah satu poin menarik dalam kebijakan ini adalah pelibatan aktif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Jika selama ini Satpol PP identik dengan penertiban pasar atau pedagang kaki lima, kini peran mereka diperluas. Kemendagri mencanangkan Satpol PP sebagai pelopor dalam budaya bersih dan penjaga ketertiban lingkungan. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan di ruang-ruang publik.

Revitalisasi Estetika Perkotaan dan Ruang Terbuka Hijau

Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya bicara soal sampah plastik atau limbah domestik. Lebih luas lagi, gerakan ini menyasar pada penataan estetika kota yang selama ini terabaikan. Wamendagri menyoroti semrawutnya pemasangan spanduk liar, kabel listrik yang bergelantungan tidak beraturan, hingga minimnya pemeliharaan taman kota.

Berita Lainnya

Dedikasi Tanpa Batas: Disdikbud Limapuluh Kota Puji Aksi Cepat SMP 4 Kapur IX Gelar TKA di Atas Bukit

Dedikasi Tanpa Batas: Disdikbud Limapuluh Kota Puji Aksi Cepat SMP 4 Kapur IX Gelar TKA di Atas Bukit

“Penataan ruang publik sangat krusial. Kota yang indah dan tertib akan mendukung sektor pariwisata daerah. Kita ingin melihat kota-kota di Indonesia memiliki taman yang rimbun, ruang terbuka hijau yang fungsional, serta trotoar yang bersih dari gangguan visual seperti baliho kadaluwarsa,” tambahnya. Penertiban ini diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi warga sekaligus meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat di perkotaan.

Pemerintah daerah didorong untuk lebih kreatif dalam merancang ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh semua kalangan. Dengan tata ruang yang baik, kualitas udara di perkotaan diharapkan dapat meningkat, sejalan dengan semangat Indonesia untuk mencapai target emisi nol bersih di masa depan.

Sinergi Lintas Sektor: Resep Mujarab Mengatasi Masalah Daerah

Di akhir arahannya, Akhmad Wiyagus menekankan bahwa kunci dari keberhasilan Indonesia ASRI adalah sinergi. Tidak ada ego sektoral dalam menjaga bumi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta sektor swasta harus bergerak dalam satu irama yang sama.

“Saat ini kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam silo yang tertutup. Kolaborasi adalah resep yang paling mujarab untuk menyelesaikan masalah apa pun, termasuk masalah kebersihan yang selama ini dianggap sepele namun berdampak besar pada kesehatan publik,” tegas mantan Kapolda Jawa Barat tersebut.

Apresiasi khusus diberikan kepada masyarakat Kota Kendari yang menunjukkan kekompakan luar biasa dalam kegiatan bersih-bersih Teluk Kendari. Keterlibatan ratusan orang dari berbagai elemen menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan mulai tumbuh di akar rumput. Teluk Kendari yang menjadi ikon Sulawesi Tenggara harus dijaga kelestariannya agar tetap menjadi paru-paru kota dan destinasi wisata yang membanggakan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran para petinggi daerah ini menegaskan komitmen kuat bahwa kelestarian lingkungan kini telah menjadi agenda politik dan sosial yang tidak bisa ditunda lagi.

Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Indonesia sedang bersiap menuju wajah baru yang lebih bersih, lebih asri, dan lebih bermartabat di mata dunia. Langkah kecil dari Teluk Kendari ini diharapkan mampu memantik api semangat di seluruh pelosok nusantara, demi mewujudkan mimpi besar Indonesia Emas 2045 yang hijau dan berkelanjutan.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *