Dedikasi Tanpa Batas: Disdikbud Limapuluh Kota Puji Aksi Cepat SMP 4 Kapur IX Gelar TKA di Atas Bukit
LajuBerita — Semangat juang di sektor pendidikan kembali membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur bukanlah penghalang bagi para pendidik dan siswa di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Antoni, melayangkan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat jajaran SMP 4 Kapur IX dalam menyukseskan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) meski harus berhadapan dengan situasi darurat.
Peristiwa ini bermula ketika gangguan listrik secara mendadak melumpuhkan jaringan internet nirkabel (Wi-Fi) di lingkungan sekolah tepat di hari pelaksanaan ujian. Mengingat TKA berbasis daring sangat bergantung pada stabilitas koneksi, pihak sekolah segera memutar otak agar agenda evaluasi belajar ini tidak tertunda.
Perjuangan Mencari Sinyal Hingga ke Atas Bukit
Lantaran sinyal seluler di area gedung sekolah kurang stabil, para guru dan siswa secara kolektif berinisiatif mencari titik lokasi dengan jangkauan sinyal yang lebih kuat. Perjalanan membawa mereka ke area perbukitan, di mana sebuah tenda darurat akhirnya didirikan untuk menampung para peserta ujian. Di bawah naungan tenda tersebut, para siswa tetap fokus mengerjakan soal dengan mengandalkan koneksi internet dari ponsel pintar.
Skandal Upeti THR Cilacap: KPK Cecar Plt Bupati Ammy Amalia Soal Jejak Pemerasan Sistemik
“Alhamdulillah, meski penuh tantangan, pelaksanaan TKA di sana tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ungkap Antoni dalam keterangannya yang diterima redaksi, Selasa.
Bentuk Nyata Dedikasi Guru
Antoni menilai tindakan spontan yang diambil oleh kepala sekolah dan para guru merupakan cerminan dari dedikasi dan tanggung jawab yang luar biasa. Baginya, memastikan proses asesmen berjalan sesuai jadwal adalah hal krusial untuk menjaga kesinambungan evaluasi pembelajaran siswa.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam kejadian ini antara lain:
- Inisiatif mencari solusi teknis saat infrastruktur utama (listrik dan Wi-Fi) mengalami kendala.
- Kesigapan guru dalam memobilisasi siswa ke lokasi yang memiliki akses internet lebih baik.
- Keteguhan siswa dalam mengikuti ujian meski harus berpindah tempat ke area terbuka.
Menurutnya, tanpa inisiatif tersebut, pelaksanaan ujian berisiko tertunda dan justru akan menimbulkan kerumitan baru bagi administrasi sekolah maupun kesiapan mental siswa. Kejadian di Limapuluh Kota ini pun menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan manajemen krisis di tingkat satuan pendidikan, sekaligus potret nyata betapa berharganya perjuangan demi sebuah literasi dan evaluasi akademik.
Wonosobo Tembus Tiga Besar Destinasi Terpopuler di Jawa Tengah Selama Libur Lebaran 2026