Bukan Sekadar Estetika, Inilah Filosofi Mendalam Seragam Tahanan Kuning di Film “Ghost in the Cell” Karya Joko Anwar

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
10 Apr 2026, 01:17 WIB
Bukan Sekadar Estetika, Inilah Filosofi Mendalam Seragam Tahanan Kuning di Film "Ghost in the Cell" Karya Joko Anwar

LajuBerita — Dunia perfilman tanah air kembali diguncang oleh visi artistik dari sutradara kenamaan, Joko Anwar. Lewat karya terbarunya yang bertajuk “Ghost in the Cell”, Joko tidak hanya menyajikan narasi yang mencekam, tetapi juga detail visual yang sarat akan makna tersembunyi. Salah satu aspek yang mencuri perhatian adalah pilihan warna seragam tahanan dalam film tersebut yang didominasi warna kuning mencolok.

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif usai pemutaran terbatas di Jakarta, Joko Anwar mengungkapkan bahwa pemilihan warna tersebut bukanlah sebuah kebetulan belaka. Baginya, warna kuning merepresentasikan sisi ‘monster’ sekaligus secercah harapan di tengah dunia yang digambarkan begitu kelam dan distopik. Joko Anwar menjelaskan bahwa warna ini sengaja dipilih untuk memberikan kontras yang kuat bagi atmosfer dalam film terbaru tersebut.

Berita Lainnya

Ambisi Tanpa Kompromi: Crystal Palace Bidik Kesuksesan Ganda di Liga Inggris dan Liga Konferensi

Ambisi Tanpa Kompromi: Crystal Palace Bidik Kesuksesan Ganda di Liga Inggris dan Liga Konferensi

Alasan Menolak Warna Biru dan Hijau

Sebelum menetapkan pilihan pada warna kuning, tim produksi sebenarnya sempat menimbang beberapa opsi warna lain yang lazim digunakan, seperti biru dan hijau. Namun, kedua warna tersebut akhirnya dianulir karena dianggap terlalu memberikan kesan menenangkan secara visual. Joko merasa ketenangan bukanlah emosi yang ingin ia bangun dalam ruang tahanan film ini.

“Biru itu warna yang sangat tenang, jadi kami tidak jadi pilih. Begitu juga dengan hijau, hijau juga sangat menenangkan. Meskipun dalam bahasa film, banyak orang yang mengaitkan warna hijau dengan simbol korupsi,” ungkap sang sutradara dengan detail.

Penjara Sebagai Metafora Sistem yang Mengekang

Film “Ghost in the Cell” yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop tanah air pada 16 April 2026 ini ternyata memiliki proses kreatif yang sangat panjang. Proyek ini dikembangkan selama tujuh tahun, mulai dari 2018 hingga 2025, berdasarkan hasil observasi tajam Joko terhadap fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Berita Lainnya

Gebrakan Pameran Kanton ke-139: Rekor Pembeli Global dan Dominasi Teknologi Masa Depan dari Tiongkok

Gebrakan Pameran Kanton ke-139: Rekor Pembeli Global dan Dominasi Teknologi Masa Depan dari Tiongkok

Sutradara kondang tersebut menggunakan latar penjara sebagai metafora mendalam untuk menggambarkan bagaimana sebuah sistem yang kaku dapat membatasi ruang gerak warga. Dalam visinya, sistem tersebut seringkali membuat individu tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dunia luar. Melalui Ghost in the Cell, penonton diajak untuk mempertanyakan kembali kebebasan yang mereka miliki.

Pesan Moral: Menyisakan 10 Persen Harapan

Di balik ketegangan dan visual yang ikonik, Joko Anwar tetap menyisipkan pesan humanis tentang daya tahan manusia di titik terendahnya. Ia menekankan pentingnya menjaga optimisme meski dalam situasi yang tampak mustahil untuk dihadapi.

“Kita mungkin bisa merasa putus asa, tapi tidak boleh putus asa seratus persen. Karena apa? Pasti setidaknya ada sepuluh persen yang masih menyimpan harapan dan memberikan kontribusi positif bagi masa depan,” tuturnya menutup sesi wawancara. Karya ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam sinema Indonesia, menggabungkan aksi laga berkualitas dengan kedalaman filosofi yang relevan.

Berita Lainnya

Sidang Kasus Korupsi Gas: Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Terbaring Sakit, Sidang Resmi Ditunda

Sidang Kasus Korupsi Gas: Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Terbaring Sakit, Sidang Resmi Ditunda
Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *