Menjamin Kelancaran Langit Dewata: Langkah Strategis Komut Pertamina Amankan Stok Avtur Jelang Lonjakan Wisatawan

Reporter Nasional | LajuBerita
14 Jun 2026, 10:46 WIB
Menjamin Kelancaran Langit Dewata: Langkah Strategis Komut Pertamina Amankan Stok Avtur Jelang Lonjakan Wisatawan

LajuBerita — Pulau Bali selalu memiliki daya tarik magis yang tak pernah pudar, terutama saat memasuki periode liburan pertengahan tahun. Di balik keriuhan wisatawan yang memadati Pantai Kuta atau ketenangan Ubud, ada satu aspek krusial yang bekerja dalam senyap untuk memastikan ribuan pelancong sampai ke destinasi impian mereka dengan selamat: energi. Menyadari peran vital tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan langkah proaktif dengan meninjau langsung kesiapan lini depan layanan energi udara di Pulau Dewata.

Komitmen Tinggi di Terminal Bahan Bakar Pesawat Ngurah Rai

Langkah kaki Mochamad Iriawan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai bukan sekadar kunjungan formalitas belaka. Kehadirannya di fasilitas vital ini merupakan upaya memastikan bahwa sistem pendukung industri penerbangan tetap berada dalam kondisi prima. Menjelang puncak arus liburan sekolah dan peningkatan trafik kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik, ketersediaan bahan bakar pesawat atau avtur menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Berita Lainnya

Banting Harga! Transmart Full Day Sale Beri Diskon Jutaan untuk Samsung Smart TV 43 Inch

Banting Harga! Transmart Full Day Sale Beri Diskon Jutaan untuk Samsung Smart TV 43 Inch

Dalam tinjauannya tersebut, Iriawan menekankan bahwa keandalan operasional di AFT Ngurah Rai adalah tulang punggung bagi konektivitas udara di wilayah Indonesia Tengah. Dengan jadwal penerbangan yang semakin padat, sedikit saja gangguan pada rantai pasok energi dapat berdampak sistemik pada jadwal penerbangan nasional. Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap seluruh prosedur operasional dilakukan untuk menjamin bahwa mobilitas masyarakat tetap lancar dan tanpa hambatan.

Menelisik Dapur Energi: Kapasitas dan Keandalan Fasilitas

AFT Ngurah Rai bukanlah fasilitas sembarangan. Sebagai salah satu garda terdepan yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga, terminal ini memiliki tanggung jawab besar dalam menyuplai kebutuhan maskapai domestik dan internasional yang mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan data yang dihimpun, fasilitas ini didukung oleh tangki penyimpanan raksasa dengan kapasitas total mencapai 24.300 kiloliter (KL).

Berita Lainnya

Kisah Inspiratif Affan: Dari Kuli Panggul hingga Sukses Bangun Kerajaan Agen BRILink Beromzet Miliaran

Kisah Inspiratif Affan: Dari Kuli Panggul hingga Sukses Bangun Kerajaan Agen BRILink Beromzet Miliaran

Angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas. Kapasitas yang besar ini merupakan bentuk mitigasi Pertamina dalam menghadapi lonjakan permintaan yang tak terduga. Saat ini, rata-rata konsumsi harian avtur di bandara ini berada di kisaran 1.495 KL per hari. Dengan cadangan yang tersedia, Pertamina memastikan bahwa ketahanan pasokan energi di Bali berada dalam level yang sangat aman, bahkan jika terjadi lonjakan trafik penerbangan secara mendadak selama musim liburan.

Dedikasi ‘Perwira’ di Balik Keselamatan Penerbangan

Ada satu pemandangan menarik saat kunjungan berlangsung. Iriawan menyaksikan langsung ketelitian para pekerja Pertamina, yang akrab disapa sebagai ‘Perwira Pertamina’, dalam melakukan pemeriksaan kualitas produk. Sebelum avtur mengalir ke sayap-sayap pesawat, serangkaian tes laboratorium yang ketat harus dilalui. Hal ini dilakukan demi memastikan tidak ada kontaminasi sekecil apa pun yang dapat membahayakan mesin pesawat di ketinggian ribuan kaki.

Berita Lainnya

Gebrakan Trump: China Terancam Tarif 50 Persen Jika Terbukti Pasok Senjata ke Iran

Gebrakan Trump: China Terancam Tarif 50 Persen Jika Terbukti Pasok Senjata ke Iran

Apresiasi mendalam pun disampaikan oleh Iriawan kepada para petugas yang tetap bersiaga dengan penuh profesionalisme, meski di tengah suasana libur panjang. Baginya, disiplin dan integritas para pekerja di sektor aviasi adalah kunci utama dalam menjaga standar keselamatan penerbangan. Tanpa ketelitian mereka, keandalan teknis pesawat tidak akan berarti banyak. Sinergi antara teknologi penyimpanan yang canggih dan sumber daya manusia yang mumpuni menjadi modal utama Pertamina dalam melayani publik.

HSSE: Lisensi Mutlak untuk Beroperasi

Dalam dunia industri energi yang berisiko tinggi, aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah budaya kerja. Iriawan menegaskan bahwa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis HSSE adalah prioritas utama sekaligus ‘license to operate’ bagi perusahaan. Tidak ada ruang untuk toleransi jika menyangkut keselamatan pekerja, keamanan fasilitas negara, maupun perlindungan lingkungan sekitar.

Berita Lainnya

Badai di Bursa: IHSG Terperosok ke Zona Merah, Saham-Saham Konglomerat Alami Aksi Jual Massal

Badai di Bursa: IHSG Terperosok ke Zona Merah, Saham-Saham Konglomerat Alami Aksi Jual Massal

Senada dengan hal tersebut, AFT Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa, menjelaskan bahwa kualitas produk avtur adalah aspek krusial yang berkaitan langsung dengan nyawa manusia. Oleh sebab itu, pengecekan rutin, pengujian visual, hingga pengujian spesifikasi produk dilakukan pada setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan bakar dari kapal tanker, penyimpanan di tangki, hingga proses penyaluran ke pesawat melalui sistem perpipaan maupun truk tangki.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata bagi Bali

Bali adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Kelancaran konektivitas udara memegang peran kunci dalam memutar roda ekonomi daerah. Tanpa kepastian energi, industri perhotelan, UMKM, hingga sektor jasa lainnya di Bali akan ikut terdampak. Inilah yang menjadi alasan mengapa Pertamina terus berupaya menjaga keandalan stok di pulau ini.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa dukungan terhadap mobilitas masyarakat adalah kontribusi nyata Pertamina bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Bali, dengan tingkat konektivitas udara yang sangat tinggi, membutuhkan perhatian khusus. Kesiapan energi bukan hanya soal bisnis, melainkan tanggung jawab moral dalam mendukung kelancaran aktivitas wisata dan bisnis yang menjadi napas kehidupan masyarakat Bali.

Menatap Masa Depan Layanan Energi Udara

Melalui kesiapan fasilitas yang modern dan pasokan yang memadai, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi pilar stabilitas energi nasional. Tantangan di masa depan tentu akan semakin kompleks dengan adanya tuntutan akan energi yang lebih bersih dan efisien. Namun, dengan fondasi operasional yang kuat di AFT Ngurah Rai, masyarakat tidak perlu khawatir saat merencanakan perjalanan mereka ke Pulau Dewata.

Kunjungan Mochamad Iriawan ini memberikan pesan kuat bahwa negara, melalui Pertamina, hadir untuk memastikan setiap liter avtur yang disalurkan telah melalui proses kontrol kualitas terbaik. Dengan demikian, para wisatawan dapat menikmati keindahan Bali dengan rasa aman, mengetahui bahwa perjalanan udara mereka didukung oleh manajemen energi yang profesional dan berstandar internasional. Liburan pertengahan tahun ini pun diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi yang didorong oleh sinergi hebat antara sektor transportasi dan ketahanan energi.

Sebagai penutup, Pertamina mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimis dalam menjalankan aktivitas perjalanan. Dengan infrastruktur yang terjaga dan pengawasan yang ketat dari tingkat pimpinan hingga pelaksana di lapangan, langit Indonesia akan tetap menjadi jembatan penghubung yang aman bagi kemajuan bangsa. Kesiapan ini adalah bukti bahwa Pertamina terus bertransformasi untuk melayani negeri dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih andal.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *