Berjibaku dengan Lumpur, Warga Pidie Jaya Kembali Bersihkan Rumah Pasca Banjir Berulang

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
10 Apr 2026, 22:48 WIB
Berjibaku dengan Lumpur, Warga Pidie Jaya Kembali Bersihkan Rumah Pasca Banjir Berulang

LajuBerita — Aroma tanah basah dan sisa-sisa material lumpur kembali menjadi pemandangan harian bagi warga di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Untuk kesekian kalinya, masyarakat di wilayah ini terpaksa harus menguras tenaga demi membersihkan kediaman mereka setelah gelombang banjir kembali menerjang akibat intensitas hujan yang tinggi di kawasan hulu.

Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa, mengonfirmasi bahwa aktivitas pembersihan sudah dimulai sejak air mulai surut. Meskipun sempat dilanda kepanikan, warga yang terdampak kini telah kembali dari lokasi pengungsian sementara untuk menyelamatkan harta benda yang tersisa dari terjangan banjir Aceh yang melanda pada Rabu malam lalu.

Tanggul Darurat Tak Kuasa Menahan Debit Air

Pemicu utama dari musibah yang terus berulang ini diidentifikasi berasal dari jebolnya tanggul darurat di bantaran sungai. Tanggul yang sebelumnya dibangun secara swadaya menggunakan material tanah sisa banjir awal November lalu tersebut terbukti tak sanggup membendung volume air yang meningkat drastis. Akibatnya, pemukiman penduduk di dataran rendah kembali terendam dengan cepat.

Berita Lainnya

Sentuhan Berkah di Hari Buruh: Pegadaian Salurkan Bantuan Fasilitas Ibadah untuk Masjid Uswatun Hasanah di Ambalawi Bima

Sentuhan Berkah di Hari Buruh: Pegadaian Salurkan Bantuan Fasilitas Ibadah untuk Masjid Uswatun Hasanah di Ambalawi Bima

Sejumlah desa di dua kecamatan menjadi titik terparah dalam insiden ini. Di Kecamatan Meureudu, wilayah yang terdampak meliputi Desa Manyang Cut, Beurawang, Meunasah Lhok, hingga Masjid Tuha. Sementara itu, di Kecamatan Meurah Dua, sebaran air meluas ke sembilan gampong, mulai dari Meunasah Mancang, Meunasah Raya, hingga Meunasah Teungoh. Penanganan bencana alam ini terus menjadi prioritas bagi tim di lapangan untuk mencegah dampak kesehatan pasca-banjir.

Harapan pada Solusi Permanen dari Pemerintah Pusat

Dalam pernyataannya, Okta Handipa menekankan bahwa pembersihan badan jalan desa dengan alat berat akan segera dilakukan untuk memulihkan aksesibilitas warga yang tertutup lumpur tebal. Namun, ia juga memberikan catatan kritis terkait mitigasi jangka panjang. Menurutnya, pengerukan Sungai Meureudu yang kini mengalami pendangkalan serius sudah tidak bisa ditunda lagi.

Berita Lainnya

Tensi Memanas di Timur Tengah: Menlu Iran Ungkap Penyebab Gagalnya Kesepakatan Damai Islamabad dengan AS

Tensi Memanas di Timur Tengah: Menlu Iran Ungkap Penyebab Gagalnya Kesepakatan Damai Islamabad dengan AS

“Kami sangat berharap pemerintah pusat segera turun tangan untuk membangun tanggul permanen. Kondisi saluran drainase warga yang banyak tersumbat dan sungai yang semakin dangkal membuat wilayah ini sangat rentan jika terjadi hujan deras di hulu,” tegas Okta saat memberikan keterangan resmi.

Kini, masyarakat hanya bisa berharap pada langkah nyata dari otoritas terkait. Tanpa adanya intervensi infrastruktur yang permanen dan serius, ancaman banjir susulan akan selalu menghantui warga setiap kali langit mulai mendung di ufuk timur Pidie Jaya.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *