Sentuhan Berkah di Hari Buruh: Pegadaian Salurkan Bantuan Fasilitas Ibadah untuk Masjid Uswatun Hasanah di Ambalawi Bima
LajuBerita — Di tengah hiruk-pikuk peringatan Hari Buruh Internasional yang biasanya identik dengan orasi dan aksi massa di berbagai sudut kota, PT Pegadaian Cabang Rasanae justru memilih jalan yang berbeda namun sangat menyentuh. Memaknai momen 1 Mei dengan cara yang lebih spiritual dan membumi, perusahaan plat merah ini menunjukkan keberpihakannya pada kemaslahatan umat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Pada Jumat (1/5), suasana khidmat menyelimuti Masjid Uswatun Hasanah yang berlokasi di Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi. Usai pelaksanaan salat Jumat berjamaah, manajemen PT Pegadaian hadir bukan untuk menawarkan produk keuangan, melainkan untuk menyerahkan bantuan nyata guna renovasi dan peningkatan fasilitas rumah ibadah tersebut. Penyerahan bantuan ini menjadi simbol bahwa perayaan Hari Buruh bisa diisi dengan penguatan nilai-nilai sosial dan gotong royong.
Skandal Manipulasi Foto AI di Aplikasi JAKI, Legislator DKI: Ini Praktik Buruk Mengelabui Publik
Momentum Bermakna di Tengah Masyarakat Ambalawi
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Pemimpin Cabang Pegadaian Rasanae, Taufikurrahman. Dengan wajah penuh ketulusan, beliau menyerahkan amanah tersebut kepada Ketua Panitia dan segenap pengurus Masjid Uswatun Hasanah. Kehadiran tim Pegadaian disambut hangat oleh jamaah yang masih bertahan di dalam masjid usai menunaikan kewajiban salat Jumat.
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk selalu hadir di tengah-tengah detak jantung kehidupan masyarakat. Sebagaimana yang diungkapkan oleh pihak manajemen, bantuan ini bukan sekadar angka atau materi, melainkan wujud rasa syukur dan dedikasi perusahaan terhadap kenyamanan beribadah para warga di wilayah Ambalawi. Peningkatan fasilitas fisik masjid diharapkan mampu memberikan atmosfer yang lebih tenang dan nyaman bagi para jamaah dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Nutri-Level: Strategi Baru Pemerintah Membendung ‘Pandemi’ Gula dan Ancaman Gagal Ginjal di Indonesia
Komitmen Sosial Melalui Program TJSL
Dalam sambutannya, Taufikurrahman menekankan bahwa aksi ini adalah implementasi dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini dirancang untuk memastikan bahwa keberadaan industri keuangan seperti Pegadaian tidak hanya dirasakan dari sisi profitabilitas semata, namun juga dari sisi manfaat sosial yang berkelanjutan.
“Kami di Pegadaian ingin terus bertumbuh bersama masyarakat. Bantuan untuk Masjid Uswatun Hasanah ini adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung penguatan sarana keagamaan. Kami berharap bantuan ini dapat mempermudah operasional masjid serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun kegiatan sosial keagamaan lainnya,” ujar Taufikurrahman di hadapan para jamaah.
Perjuangan Luar Biasa Putra Tri Ramadani di Wujiang: Antara Mentalitas Baja dan Pelajaran Berharga di Panggung Dunia
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan masyarakat sangat penting untuk dijaga. Dengan adanya interaksi yang harmonis melalui kegiatan bantuan sosial, kepercayaan publik terhadap institusi akan semakin menguat, yang pada akhirnya akan menciptakan ekosistem ekonomi dan sosial yang sehat.
Visi MengEMASkan Indonesia dan Pemberdayaan Komunitas
Di lokasi yang berbeda, Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima / Pulau Sumbawa, Mustofa, turut memberikan pandangannya mengenai inisiatif ini. Menurutnya, program “Pegadaian Peduli” merupakan pilar penting dalam misi perusahaan untuk “MengEMASkan Indonesia”. Istilah ini merujuk pada upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai aspek, mulai dari literasi keuangan hingga pembangunan infrastruktur sosial.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan kehadiran Pegadaian tidak hanya dirasakan lewat loket-loket pelayanan, tetapi juga melalui kontribusi langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan sarana ibadah adalah salah satu prioritas kami karena masjid merupakan pusat interaksi sosial dan spiritual yang sangat vital bagi warga Bima,” tutur Mustofa kepada tim redaksi LajuBerita.
Drama Enam Gol di Hill Dickinson: Manchester City Terpeleset, Harapan Kejar Arsenal Menipis
Mustofa menambahkan bahwa program TJSL Pegadaian mencakup spektrum yang sangat luas. Tidak hanya terbatas pada sarana ibadah, tetapi juga menyasar pemberdayaan masyarakat prasejahtera, dukungan pendidikan, hingga pelestarian lingkungan hidup. Semangat gotong royong yang menjadi landasan utama kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk turut serta berkontribusi bagi kemajuan daerah di Bima dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya.
Apresiasi dari Pengurus Masjid dan Masyarakat
Rasa syukur mendalam disampaikan oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Uswatun Hasanah. Beliau menyatakan bahwa bantuan dari Pegadaian datang di waktu yang sangat tepat. Mengingat masjid tersebut tengah berupaya melakukan perbaikan di beberapa bagian, suntikan dana dan dukungan ini menjadi angin segar bagi panitia dan masyarakat setempat.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian PT Pegadaian. Jarang sekali ada perusahaan yang secara proaktif mendatangi kami, apalagi di momen hari libur buruh seperti ini. Bantuan ini akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan jamaah. Semoga sinergi ini tidak berhenti sampai di sini saja,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Nipa dengan nada haru.
Kecamatan Ambalawi sendiri dikenal dengan masyarakatnya yang religius dan memiliki kekerabatan yang kuat. Oleh karena itu, bantuan yang menyasar tempat ibadah dinilai sebagai langkah yang sangat strategis dan tepat sasaran. Hal ini membuktikan bahwa Pegadaian memahami kearifan lokal dan kebutuhan prioritas di wilayah operasionalnya.
Membangun Dampak Sosial yang Berkelanjutan
Upaya yang dilakukan oleh Pegadaian Cabang Rasanae ini sejalan dengan tren global mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) yang kini lebih menekankan pada keberlanjutan. Dengan memperbaiki fasilitas ibadah, Pegadaian secara tidak langsung ikut membangun karakter bangsa melalui penguatan basis-basis spiritual di tingkat desa.
Sebagai penutup, manajemen Pegadaian berjanji akan terus memperluas jangkauan program TJSL mereka. Mereka berkomitmen untuk menjangkau pelosok-pelosok daerah yang mungkin selama ini kurang mendapatkan perhatian. Dengan semangat Hari Buruh, Pegadaian ingin menunjukkan bahwa setiap pekerja dan setiap elemen masyarakat berhak mendapatkan kehidupan yang lebih layak, termasuk kenyamanan dalam beribadah.
Melalui langkah nyata ini, PT Pegadaian semakin mengukuhkan posisinya bukan sekadar sebagai pemimpin pasar di industri gadai, namun juga sebagai agen perubahan yang peduli pada aspek kemanusiaan. Semoga semangat kedermawanan ini terus mengalir, menciptakan dampak positif yang meluas, dan benar-benar mampu mengEMASkan Indonesia dari pinggiran hingga ke pusat kota.