Komitmen Pembangunan Tak Boleh Libur, Kementerian PU Putuskan Tak Terapkan WFH di Hari Jumat
LajuBerita — Keputusan strategis baru saja diambil oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pola kerja pegawainya. Di saat beberapa instansi mulai menjajaki kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah efisiensi, kementerian di bawah kepemimpinan Dody Hanggodo ini justru memilih jalan yang berbeda. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya akan tetap bertugas di kantor secara penuh pada setiap hari Jumat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Sebagai garda terdepan dalam urusan infrastruktur nasional, Kementerian PU memiliki tanggung jawab yang mengharuskan kehadiran fisik para pegawainya. Menurutnya, karakter pekerjaan di sektor pembangunan tidak bisa sepenuhnya dialihkan ke balik layar monitor di rumah masing-masing.
Gelombang PHK Capai 8.389 Orang di Kuartal I 2026, Menaker Yassierli: Kita Terus Monitor
Alasan di Balik Penolakan WFH
Dody menjelaskan bahwa timnya tidak hanya berfokus pada pembangunan rutin, tetapi juga memiliki peran krusial dalam manajemen krisis. “Kami memutuskan untuk tidak menerapkan WFH,” ujar Dody saat memberikan keterangan di kantornya kawasan Jakarta Selatan. Ia menekankan bahwa kementeriannya bertindak sebagai tim utama yang harus selalu siap sedia berkoordinasi dengan instansi lain, seperti BNPB, terutama saat terjadi bencana alam yang membutuhkan penanganan infrastruktur cepat.
Kesiapan ASN Kementerian PU dalam menghadapi situasi darurat menjadi prioritas utama. Kehadiran fisik di kantor dinilai memudahkan koordinasi mendadak yang sering kali terjadi di luar jadwal yang direncanakan.
Efisiensi Energi Tanpa Mengurangi Produktivitas
Meskipun menolak kebijakan WFH sebagai cara menghemat energi, Kementerian PU tidak lantas abai terhadap instruksi penghematan nasional. Strategi lain pun diterapkan tanpa harus mengorbankan jam kerja. Dody memerintahkan adanya pembatasan penggunaan listrik dan pendingin ruangan (AC) secara drastis setelah jam operasional kantor berakhir.
Langkah Berani Indonesia Menuju Kedaulatan Energi: Mandat B50 Berlaku Serentak Mulai 1 Juli 2026
“Kami berupaya bekerja jauh lebih efisien. Setelah jam lima sore, penggunaan listrik dan AC kami kurangi secara signifikan. Dengan cara ini, kami tetap bisa memberikan kontribusi efisiensi bagi bangsa tanpa mengurangi kualitas pelayanan,” jelasnya lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, suasana di kantor pusat Kementerian PU pada hari Jumat tetap tampak sibuk dan dinamis. Tidak terlihat adanya pengurangan aktivitas yang mencolok. Setelah waktu salat Jumat berakhir, para pegawai masih memadati kantin-kantin di lingkungan kantor, mulai dari kantin utama hingga kantin Ditjen SDA. Begitu pula dengan area parkir kendaraan dinas yang masih terlihat penuh, menandakan bahwa operasional kantor berjalan normal seperti hari-hari biasanya.
Serbu Transmart Full Day Sale: Set Alat Masak Premium Banting Harga Hingga Jutaan Rupiah!
Langkah ini menunjukkan bahwa bagi instansi dengan beban kerja teknis seperti PU, kehadiran fisik tetap menjadi kunci utama dalam memastikan roda pembangunan nasional tidak terhambat.