Gelombang PHK Capai 8.389 Orang di Kuartal I 2026, Menaker Yassierli: Kita Terus Monitor

Reporter Nasional | LajuBerita
13 Apr 2026, 18:18 WIB
Gelombang PHK Capai 8.389 Orang di Kuartal I 2026, Menaker Yassierli: Kita Terus Monitor

LajuBerita — Awan mendung tampaknya masih menyelimuti sektor ketenagakerjaan tanah air di pembuka tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru, tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja harus menghadapi kenyataan pahit terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama, yakni sepanjang periode Januari hingga Maret.

Menanggapi situasi yang cukup mengkhawatirkan ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli belum bersedia memberikan pernyataan mendalam mengenai langkah konkret yang akan diambil pemerintah. Saat ditemui di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Yassierli menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan angka tersebut.

Pemerintah Masih Kaji Data Lapangan

“Kita terus monitor, saya belum bisa sampaikan (kebijakan spesifik) sekarang ya, jadi datanya terus kita pantau,” ujar Menaker Yassierli saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (13/4/2026). Ia juga menambahkan bahwa kementeriannya sedang menjadwalkan rapat rutin guna membedah data terbaru per Maret 2026 serta merumuskan bagaimana pemerintah seharusnya menyikapi fenomena ini.

Berita Lainnya

Menepis Kabar Miring: Kondisi Terkini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Tengah Padatnya Agenda Negara

Menepis Kabar Miring: Kondisi Terkini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Tengah Padatnya Agenda Negara

Jika membedah data secara bulanan, lonjakan tertinggi terjadi di awal tahun, tepatnya Januari 2026, dengan jumlah korban PHK mencapai 4.590 orang. Angka tersebut sedikit menurun pada Februari menjadi 3.273 orang, dan mencatatkan penurunan signifikan pada Maret dengan 526 orang. Seluruh pekerja yang masuk dalam pendataan ini adalah mereka yang terklasifikasi sebagai peserta aktif program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

Jawa Barat Masih Menjadi Titik Terparah

Berdasarkan laporan dari Satu Data Kemnaker, distribusi badai PHK ini terlihat cukup timpang secara geografis. Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah yang paling terdampak dengan kontribusi sebesar 20,51% dari total nasional, atau setara dengan 1.721 orang pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

Berita Lainnya

Akses Menuju Stadion Kelas Dunia Kian Terbuka, Stasiun KRL JIS Targetkan Operasi Juni 2026

Akses Menuju Stadion Kelas Dunia Kian Terbuka, Stasiun KRL JIS Targetkan Operasi Juni 2026

Menyusul di posisi kedua adalah Provinsi Kalimantan Selatan yang mencatatkan angka 1.071 orang korban PHK. Tingginya angka di wilayah industri seperti Jawa Barat menjadi sinyal kuat adanya tekanan pada sektor manufaktur. Situasi ini menuntut kesigapan pemerintah dalam memastikan jaring pengaman sosial bagi para pekerja benar-benar tersalurkan dengan tepat sasaran sembari mencari solusi untuk menjaga stabilitas iklim usaha di masa depan.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *