BMKG Jatim Pantau Ketat Munculnya El Nino, Waspada Potensi Kemarau Panjang Hingga Tahun Depan

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
11 Apr 2026, 16:55 WIB
BMKG Jatim Pantau Ketat Munculnya El Nino, Waspada Potensi Kemarau Panjang Hingga Tahun Depan

LajuBerita — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur kini tengah memasang mata pada pergerakan atmosfer guna mengantisipasi kemunculan fenomena El Nino. Langkah monitoring intensif ini dilakukan seiring dengan adanya indikasi gangguan iklim yang diprediksi akan menyapa wilayah Jawa Timur pada pertengahan tahun 2026.

Peringatan Dini Intensitas El Nino

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, mengungkapkan bahwa berdasarkan rilis terbaru, El Nino diproyeksikan mulai muncul dengan intensitas lemah. Namun, pihak BMKG terus melakukan pemutakhiran data secara berkala untuk melihat apakah kekuatan fenomena ini akan tetap stabil atau justru meningkat menjadi level moderat hingga kuat.

“Kami akan terus memberikan informasi terbaru, apakah intensitas El Nino yang lemah ini akan merangkak naik menjadi moderat atau kuat,” ujar Anung saat memberikan keterangan di Malang. Perubahan intensitas ini menjadi titik krusial karena akan berdampak langsung pada durasi dan tingkat keparahan musim kemarau di berbagai daerah.

Berita Lainnya

Mengawal Danantara: Makassar Jadi Titik Awal Debat Publik Terkait Masa Depan Superholding Rp14.700 Triliun

Mengawal Danantara: Makassar Jadi Titik Awal Debat Publik Terkait Masa Depan Superholding Rp14.700 Triliun

Potensi Kemarau Ekstrem dan Penundaan Musim Hujan

Salah satu dampak paling nyata jika intensitas El Nino menguat adalah perpanjangan masa kering yang ekstrem. BMKG bahkan memproyeksikan adanya kemungkinan kemunduran awal musim hujan yang cukup signifikan. Dalam skenario tertentu, beberapa wilayah di Jawa Timur dikhawatirkan baru akan memasuki musim penghujan pada awal tahun 2027.

Berdasarkan data prakiraan iklim resmi, musim kemarau 2026 sendiri diperkirakan akan menyelimuti Jawa Timur secara bertahap mulai bulan April hingga Juni. Sementara itu, puncak hawa panas dan kondisi paling kering diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta waspada terhadap ancaman kekeringan yang mungkin melanda lebih lama dari biasanya.

Berita Lainnya

Desakan Inklusi Lebanon dalam Gencatan Senjata: Australia Ingatkan Risiko Eskalasi Global

Desakan Inklusi Lebanon dalam Gencatan Senjata: Australia Ingatkan Risiko Eskalasi Global

Mitigasi dan Pengelolaan Sumber Daya Air

Menyikapi ancaman ini, Linda Fitrotul selaku Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menekankan pentingnya langkah pencegahan dini. Munculnya El Nino pada kisaran Juni dan Juli 2026 berisiko memicu eskalasi bencana lain, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun dampaknya akan bervariasi di setiap titik geografis.

Sebagai bentuk antisipasi konkret, BMKG telah merekomendasikan pemerintah daerah di seluruh Jawa Timur untuk segera mengoptimalkan mekanisme penampungan air, seperti waduk dan embung, serta mematangkan manajemen irigasi. Koordinasi intensif juga telah dijalin dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan kesiapan stok air.

“Kami fokus memberikan suplai data cuaca dan iklim yang akurat agar pemerintah setempat bisa segera mengeksekusi langkah mitigasi di lapangan, terutama untuk menjaga ketahanan di sektor pertanian agar tetap terjaga meski dalam kondisi minim air,” pungkas Linda.

Berita Lainnya

Wujudkan Operasional Hijau, Weda Bay Nickel Perkuat Fondasi ESG Lewat Sertifikasi Internasional

Wujudkan Operasional Hijau, Weda Bay Nickel Perkuat Fondasi ESG Lewat Sertifikasi Internasional

Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan langkah-langkah mitigasi bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran demi meminimalisir kerugian sosial maupun ekonomi bagi warga Jawa Timur di masa mendatang.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *