Kisah Inspiratif Zeeshan Bakhrani: Dari Korban PHK Hingga Sukses Raup Miliaran Rupiah dari Bisnis Kuliner
LajuBerita — Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seringkali dianggap sebagai akhir dari perjalanan karier seseorang, namun bagi Zeeshan Bakhrani, momen pahit tersebut justru menjadi pintu gerbang menuju kesuksesan yang tak terbayangkan. Alih-alih terpuruk, Bakhrani berhasil membuktikan bahwa keberanian untuk banting stir ke dunia kewirausahaan dapat membuahkan hasil manis di jantung East Village, New York City.
Kini, Bakhrani fokus sepenuhnya mengelola restorannya yang bernama Nishaan. Restoran ini menjadi buah bibir karena keberaniannya menggabungkan cita rasa autentik Pakistan dengan sentuhan modern khas Amerika. Meski kini ia harus menghabiskan waktu lebih lama di dapur dibandingkan saat masih menjadi karyawan, Bakhrani merasa jauh lebih bahagia karena memiliki kendali penuh atas kreativitas dan masa depannya.
Pastikan Ketahanan Pangan Aman, Presiden Prabowo Pantau Langsung Meluapnya Stok Beras di Gudang BULOG Magelang
Kebebasan Kreatif Tanpa Batas Korporat
Bagi Bakhrani, masa-masa terjebak dalam rapat tak berujung atau negosiasi prioritas dengan atasan sudah berakhir. Di bisnis rintisannya ini, setiap ide bisnis yang muncul di kepalanya bisa langsung ia eksekusi tanpa hambatan birokrasi. “Di sini, saya punya ide, saya bisa menyelesaikannya dalam seminggu,” ungkapnya dengan nada optimis sebagaimana dikutip dari CNBC Make It.
Inspirasi menu di Nishaan lahir dari latar belakang Bakhrani yang besar di Devon, sebuah lingkungan multikultural di mana aroma masakan India, Pakistan, Polandia, hingga Meksiko saling berpadu. Di dapurnya sendiri, Bakhrani tidak mengenal aturan kaku. Ia dengan bebas bereksperimen, seperti mencampurkan bumbu rempah tradisional ke dalam saus pasta kemasan atau menciptakan sandwich unik yang melampaui batas tradisi kuliner.
Mafia Energi Terpojok: Polda Jatim Bongkar 66 Kasus Penyelewengan BBM Subsidi, Kerugian Capai Miliaran
Inovasi Rasa yang Memikat Lidah New York
Salah satu menu primadona yang membawa keberuntungan bagi Bakhrani adalah Pakistani chopped cheese. Hidangan ini merupakan perpaduan cerdas antara daging kebab berbumbu rempah yang dimasak bersama keju pepper jack dan keju Amerika, kemudian disajikan di dalam roti lapis dengan taburan mayones, chutney asam jawa, serta saus jeruk nipis ketumbar yang segar.
“Saya orang Pakistan, saya orang Amerika. Saya akan merangkul sebagian dari keduanya,” jelasnya mengenai filosofi inovasi kuliner yang ia usung. Tak hanya itu, daftar menunya juga dimeriahkan oleh taco barbacoa Bihari, sandwich ayam tandoori kerbau, hingga hidangan penutup yang sedang viral, yakni kue corong paratha cokelat Dubai.
IHSG Kembali Perkasa Tembus Level Psikologis 7.000: Geliat Saham Perbankan dan Imperium Konglomerat Pemicu Optimisme
Perjalanan Menuju Pendapatan Miliaran
Kesuksesan ini tidak datang secara instan. Bakhrani tercatat pernah mengalami pemecatan dari dua pekerjaan di bidang manajemen produk. Di tengah ketidakpastian tersebut, ia memberanikan diri menggunakan sisa tabungannya untuk berjualan makanan keliling di Dallas, Chicago, hingga New Jersey pada tahun 2023.
Nasibnya mulai berubah drastis saat ia bergabung di pasar makanan ternama New York City, Smorgasburg. Peluang ini membawanya menjadi kontestan di acara Food Network, “The Great Food Truck Race” musim ke-18. Bersama timnya, Bakhrani berhasil keluar sebagai pemenang dan membawa pulang hadiah sebesar US$ 50.000.
Modal kemenangan tersebut ia putar kembali untuk menyewa lokasi, membeli peralatan, dan merenovasi gerai Nishaan dengan total biaya mencapai US$ 70.000 atau sekitar Rp 1,19 miliar. Hasilnya sungguh fantastis; pada bulan November, bisnisnya telah mencatatkan pendapatan sekitar US$ 140.000 atau setara dengan Rp 2,39 miliar. Menariknya, di bulan yang sama ia kembali diberhentikan dari pekerjaan kantoran lainnya. Namun kali ini, ia menerimanya dengan lapang dada sebagai sebuah isyarat alam.
Efek Mitigasi Global, Anggaran Kementerian PU 2026 Dipangkas Drastis Rp 12,71 Triliun
“Ini sebuah pertanda. Aku memang tidak ditakdirkan untuk berada di dunia korporat lagi,” pungkas Bakhrani dengan penuh keyakinan.