Komitmen Menteri ESDM: Targetkan Seluruh Kepulauan Sulawesi Utara Terang Benderang pada 2027

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
11 Apr 2026, 21:51 WIB
Komitmen Menteri ESDM: Targetkan Seluruh Kepulauan Sulawesi Utara Terang Benderang pada 2027

LajuBerita — Kesenjangan akses energi di wilayah pelosok dan kepulauan Sulawesi Utara kini menemui titik terang baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas memberikan jaminan bahwa seluruh desa hingga wilayah terluar di Bumi Nyiur Melambai akan segera menikmati aliran listrik secara merata dalam waktu dekat.

Target ambisius ini dicanangkan untuk rampung sepenuhnya pada periode 2026 hingga 2027 melalui skema Program Listrik Desa (Lisdes). Hal tersebut disampaikan Bahlil di tengah momentum Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara yang berlangsung di Manado pada Sabtu lalu.

Sinergi Pusat dan Daerah Demi Keadilan Energi

Bahlil mengungkapkan bahwa langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. Ia telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, untuk memetakan wilayah-wilayah yang selama ini masih terisolasi dari jangkauan energi listrik.

Berita Lainnya

Aturan Ketat Haji 2026: Arab Saudi Berlakukan Denda 20 Ribu Riyal dan Deportasi bagi Pelanggar Tanpa Izin Resmi

Aturan Ketat Haji 2026: Arab Saudi Berlakukan Denda 20 Ribu Riyal dan Deportasi bagi Pelanggar Tanpa Izin Resmi

“Kami telah bertemu dengan Gubernur Yulius Selvanus, dan kami memiliki visi yang sama untuk menerangi seluruh desa hingga pelosok kepulauan di Sulut. Tidak boleh ada lagi wilayah yang tertinggal dalam hal akses energi listrik,” ujar Bahlil dengan nada optimis.

Sentuhan Personal dan Visi Nasional

Bagi Bahlil, misi menerangi nusantara ini bukan sekadar tugas birokrasi, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang bersifat personal. Sebagai putra daerah asal wilayah Timur Indonesia, ia menceritakan pahitnya masa kecil yang ia lalui tanpa fasilitas listrik yang memadai.

“Saya tahu rasanya tumbuh besar dalam kegelapan tanpa listrik. Saya tidak ingin pengalaman sulit itu dirasakan oleh anak-anak kita yang hidup di masa sekarang,” tuturnya naratif. Pengalaman hidup inilah yang mendorongnya untuk mempercepat pemerataan infrastruktur energi di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau, termasuk di Kalimantan, Sumatera, NTT, hingga Papua.

Berita Lainnya

Wujudkan Operasional Hijau, Weda Bay Nickel Perkuat Fondasi ESG Lewat Sertifikasi Internasional

Wujudkan Operasional Hijau, Weda Bay Nickel Perkuat Fondasi ESG Lewat Sertifikasi Internasional

Target Besar Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pemerataan energi merupakan salah satu pilar utama dalam visi pembangunan pemerintahan Prabowo-Gibran. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk periode 2025-2026 guna mengejar target penyelesaian program Listrik Desa di seluruh Indonesia.

Berikut adalah beberapa poin utama dalam peta jalan energi nasional yang tengah digarap:

  • Penyediaan akses listrik bagi sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang saat ini masih gelap.
  • Fokus percepatan pembangunan infrastruktur pada tahun 2025 hingga 2026.
  • Target penyelesaian total elektrifikasi nasional secara menyeluruh pada periode 2029-2030.
  • Pemberian insentif dan bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat kurang mampu yang ditargetkan mencapai 500 ribu rumah tangga.

Langkah nyata ini diharapkan tidak hanya menerangi rumah-rumah penduduk, tetapi juga memicu roda perekonomian di wilayah pesisir dan kepulauan agar lebih berdaya saing melalui pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

Berita Lainnya

Gempuran Finansial: Strategi Baru Washington Mempersempit Ruang Gerak Ekonomi Rusia dan Iran

Gempuran Finansial: Strategi Baru Washington Mempersempit Ruang Gerak Ekonomi Rusia dan Iran
Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *