Pipa Minyak Strategis Dihantam Iran, Arab Saudi Kehilangan Jutaan Barel di Jalur Laut Merah

Reporter Nasional | LajuBerita
12 Apr 2026, 06:46 WIB
Pipa Minyak Strategis Dihantam Iran, Arab Saudi Kehilangan Jutaan Barel di Jalur Laut Merah

LajuBerita — Stabilitas energi dunia kini berada di ujung tanduk setelah serangan terarah menghantam infrastruktur vital di jantung Arab Saudi. Kerusakan serius pada stasiun pompa di sepanjang jalur pipa East-West memaksa Kerajaan Arab Saudi untuk memangkas aliran minyak mentah mereka hingga 700.000 barel per hari. Serangan yang ditudingkan kepada pihak Iran ini telah menciptakan efek domino yang mengancam ketersediaan bahan bakar di pasar internasional.

Jalur pipa East-West bukan sekadar infrastruktur biasa. Pipa strategis ini membentang dari fasilitas pengolahan di dekat Teluk Persia hingga menuju terminal ekspor Yanbu di pesisir Laut Merah. Di tengah blokade yang terjadi di Selat Hormuz, jalur ini menjadi satu-satunya ‘napas’ bagi ekspor minyak Saudi dengan kapasitas mencapai 7 juta barel per hari. Namun, sabotase ini membuat jalur penyelamat tersebut kini pincang.

Berita Lainnya

Guncangan Ekonomi Global: Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Mobil Eropa Jadi 25 Persen, Babak Baru Perang Dagang Dimulai?

Guncangan Ekonomi Global: Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Mobil Eropa Jadi 25 Persen, Babak Baru Perang Dagang Dimulai?

Skala Kerusakan dan Dampak Produksi

Laporan yang dihimpun oleh tim redaksi menunjukkan bahwa luka pada sektor energi Saudi tidak berhenti di satu titik. Serangan juga menyasar fasilitas produksi utama di wilayah Manifa dan Khurais, yang mengakibatkan hilangnya produksi tambahan sebesar 600.000 barel per hari. Beberapa kilang minyak di wilayah tersebut turut dilaporkan menjadi target operasi, memperparah krisis pasokan energi global yang sebelumnya sudah tertekan hebat.

Situasi ini kian mengkhawatirkan mengingat sebelumnya industri maritim telah lebih dulu dihantam oleh serangkaian serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Meski Amerika Serikat sempat mengupayakan gencatan senjata selama dua minggu demi kelancaran lalu lintas laut, kenyataan di lapangan berkata lain.

Berita Lainnya

Utang Pemerintah Indonesia Nyaris Tembus Rp 10.000 Triliun: Mengupas Strategi di Balik Beban Fiskal Nasional

Utang Pemerintah Indonesia Nyaris Tembus Rp 10.000 Triliun: Mengupas Strategi di Balik Beban Fiskal Nasional

Ilusi Keterbukaan Selat Hormuz

Meskipun ada klaim mengenai pelonggaran jalur pasca kesepakatan diplomatik, Sultan Ahmed Al Jaber, CEO Abu Dhabi National Oil Co, memberikan pernyataan tegas bahwa Selat Hormuz masih jauh dari kata aman. Jalur air yang menghubungkan produsen teluk dengan pasar global tersebut kini berada di bawah kendali ketat dan pengawasan izin dari pihak Iran.

“Mari kita perjelas situasinya: Selat Hormuz tidak terbuka secara bebas. Akses ke sana sangat dibatasi, diatur, dan dikendalikan sepenuhnya,” ungkap Al Jaber melalui saluran komunikasi resminya. Hal ini membuyarkan harapan para pelaku pasar akan pemulihan distribusi minyak dalam waktu dekat.

Guncangan pada Ekonomi Global

Dampak dari konflik Timur Tengah ini terasa sangat nyata bagi ekonomi dunia. Sebelum ketegangan memuncak pada akhir Februari, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia bergantung pada kelancaran jalur Hormuz. Akibat gangguan yang berlarut-larut, para produsen minyak di kawasan Teluk secara kolektif terpaksa memangkas produksi mereka hingga total 13 juta barel per hari.

Berita Lainnya

Strategi Besar Prabowo Subianto: Membedah Program Makan Bergizi Gratis dan Komitmen Perlindungan Sosial Senilai Rp 500 Triliun

Strategi Besar Prabowo Subianto: Membedah Program Makan Bergizi Gratis dan Komitmen Perlindungan Sosial Senilai Rp 500 Triliun

Krisis ini telah memicu langkah darurat di berbagai negara maju, termasuk Jepang yang mulai melepas cadangan minyak nasionalnya untuk menjaga stabilitas domestik. Selama stabilitas di titik-titik krusial seperti pipa East-West dan Selat Hormuz belum pulih, bayang-bayang krisis energi global akan terus menghantui pasar internasional.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *