Revolusi Piala Presiden 2026: Erick Thohir Siapkan Format Baru yang Lebih Inklusif

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
13 Apr 2026, 03:46 WIB
Revolusi Piala Presiden 2026: Erick Thohir Siapkan Format Baru yang Lebih Inklusif

LajuBerita — Panggung sepak bola nasional bersiap menyambut babak baru dalam sejarah turnamen pramusim paling bergengsi di tanah air. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan sinyal kuat bahwa Piala Presiden 2026 akan hadir dengan wajah yang sama sekali berbeda melalui penerapan format baru yang saat ini tengah dimatangkan.

Dalam keterangannya usai menutup edisi sebelumnya di Jakarta, Erick mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Maruarar Sirait selaku Ketua Steering Committee tengah melakukan penggodokan intensif untuk edisi kedelapan mendatang. Ambisi besar yang diusung bukan sekadar soal kompetisi di atas lapangan, melainkan bagaimana menghidupkan kembali gairah sepak bola hingga ke pelosok daerah.

Melibatkan Kekuatan Daerah

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan Erick adalah rencana kolaborasi yang lebih erat dengan para pemimpin daerah. Mantan bos Inter Milan itu menekankan pentingnya kontribusi dari para Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota untuk memastikan ekosistem sepak bola tetap bergelora di setiap tingkatan.

Berita Lainnya

Tragedi Maut di Depan Terminal Kampung Rambutan: Bus NPM Tabrak Pemotor, Ibu dan Anak Meninggal Dunia

Tragedi Maut di Depan Terminal Kampung Rambutan: Bus NPM Tabrak Pemotor, Ibu dan Anak Meninggal Dunia

“Kami ingin semua elemen pemerintah daerah terlibat aktif. Ini bukan hanya soal turnamen pusat, tapi bagaimana sepak bola ini bisa menyentuh akar rumput di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujar Erick Thohir. Menurutnya, kontribusi klub-klub lokal di tingkat daerah harus mendapatkan porsi yang tepat dalam struktur turnamen yang baru nanti.

Tantangan Kalender Global

Meski rencana besar sudah di depan mata, penyelenggaraan PSSI untuk Piala Presiden 2026 menghadapi tantangan jadwal yang cukup kompleks. Pasalnya, tahun 2026 juga merupakan tahun penyelenggaraan Piala Dunia, yang dipastikan akan menyita perhatian publik sepak bola global.

Erick mengakui bahwa penentuan waktu pelaksanaan menjadi teka-teki tersendiri. Berbeda dengan tahun lalu yang digelar pada bulan Juli, edisi 2026 masih belum diputuskan jadwal pastinya. “Kompleksitasnya cukup tinggi karena ada kejuaraan Piala Dunia. Kami perlu melihat formula dan format yang paling pas agar tidak berbenturan namun tetap memiliki dampak maksimal,” tambahnya.

Berita Lainnya

Aksi Heroik di Balik May Day Batam: Saat Ribuan Buruh Turun ke Jalan Bukan Untuk Orasi, Melainkan Membela Kebersihan Kota

Evaluasi dan Kesuksesan Internasional

Menilik ke belakang, edisi terakhir menyisakan catatan menarik dengan hadirnya klub luar negeri seperti Port FC dari Thailand dan Oxford United. Kehadiran mereka terbukti memberikan warna baru dan meningkatkan daya tarik turnamen di mata internasional. Menariknya, klub-klub tersebut dikabarkan memiliki keinginan kuat untuk kembali berpartisipasi.

Namun, Erick menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pembangunan tim nasional dan penguatan liga domestik. “Pembangunan Timnas sudah berjalan baik, Liga 1 dan Liga 2 juga semakin kompetitif. Sekarang saatnya memikirkan bagaimana kontribusi nyata untuk klub-klub di daerah,” tegasnya.

Filosofi Super Team di Balik Turnamen

Senada dengan Erick, Maruarar Sirait menekankan bahwa keberhasilan Piala Presiden selama ini bukanlah kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif. Ia mempopulerkan istilah ‘Super Team’ yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari manajemen klub, pemain, sponsor, media, hingga aparat keamanan seperti TNI dan Polri.

Berita Lainnya

Gempuran Finansial: Strategi Baru Washington Mempersempit Ruang Gerak Ekonomi Rusia dan Iran

Gempuran Finansial: Strategi Baru Washington Mempersempit Ruang Gerak Ekonomi Rusia dan Iran

“Dalam sepak bola, tidak ada tempat untuk superman. Yang kita bangun adalah ekosistem yang terkontrol di mana semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan regulator, menjadi satu kesatuan yang solid,” pungkas Maruarar. Dengan semangat kolaboratif ini, Piala Presiden 2026 diharapkan bukan sekadar ajang pemanasan, melainkan pesta sepak bola rakyat yang lebih bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *