Transformasi Stasiun Bundaran HI, MRT Jakarta Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Thamrin

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
13 Apr 2026, 19:46 WIB
Transformasi Stasiun Bundaran HI, MRT Jakarta Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Thamrin

LajuBerita — Proyek ambisius pengembangan infrastruktur transportasi di jantung Ibu Kota terus bersolek. Kali ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah memulai langkah strategis untuk mengubah wajah Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menjadi ruang multifungsi yang lebih modern. Namun, di balik visi besar tersebut, para pengguna jalan perlu memberikan perhatian khusus pada penyesuaian arus kendaraan yang mulai diberlakukan.

Langkah revitalisasi ini mencakup pembangunan area extended concourse atau ruang multifungsi serta penambahan akses masuk (entrance) baru untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Mengingat pengerjaan fisik akan memakan ruang di area publik, manajemen rekayasa lalu lintas pun disiapkan secara matang guna menjaga ritme mobilitas di Jalan M.H. Thamrin.

Berita Lainnya

Komitmen Pemkab Deli Serdang: Pastikan Perawatan Intensif bagi Korban Longsor Sembahe dan Langkah Mitigasi Darurat

Komitmen Pemkab Deli Serdang: Pastikan Perawatan Intensif bagi Korban Longsor Sembahe dan Langkah Mitigasi Darurat

Detail Penyesuaian Jalur di Jalan M.H. Thamrin

Rendy Primartantyo, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, mengonfirmasi bahwa pengerjaan ini akan berdampak langsung pada sisi barat Jalan M.H. Thamrin, tepatnya di area trotoar. Pagar proyek akan mengokupansi sebagian badan jalan, termasuk jalur sepeda yang selama ini digunakan warga.

“Lalu lintas yang semula terdiri dari satu lajur sepeda, tiga lajur reguler, dan satu lajur khusus Transjakarta akan mengalami perubahan menjadi tiga lajur mixed traffic,” jelas Rendy dalam keterangan resminya. Transformasi jalur ini dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (10/4) hingga Sabtu (30/5) mendatang.

Fasilitas Baru dan Konektivitas Bawah Tanah

Proyek ini bukan sekadar renovasi biasa. MRT Jakarta berencana membangun tiga titik entrance baru guna mempermudah aksesibilitas masyarakat. Dari tiga akses tambahan tersebut, dua titik terletak di sisi barat stasiun dan satu titik di sisi timur. Untuk memanjakan pejalan kaki, dua akses akan dilengkapi dengan kombinasi tangga dan eskalator, sementara satu titik lainnya akan difasilitasi dengan elevator (lift) yang langsung menuju area pedestrian.

Berita Lainnya

Kilau Investasi Modern: Transaksi Emas Digital di ICDX Meroket 246 Persen pada Kuartal I-2026

Kilau Investasi Modern: Transaksi Emas Digital di ICDX Meroket 246 Persen pada Kuartal I-2026

Tidak hanya itu, integrasi antarmoda juga semakin diperkuat. Nantinya, area ruang multifungsi ini dapat diakses secara langsung melalui lift yang berada di Halte Transjakarta Bundaran HI. Untuk menjaga kenyamanan suhu udara di bawah tanah, pihak pengelola juga akan membangun menara pendingin dan ventilasi (cooling and ventilation tower) yang diproyeksikan tuntas pada pertengahan tahun 2027.

Menuju Kawasan Berorientasi Transit (TOD)

Langkah revitalisasi ini merupakan bagian dari visi besar pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD). Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, yang berada di kedalaman 18 meter bawah tanah, saat ini menyandang status sebagai salah satu stasiun tersibuk di Fase 1 Lin Utara-Selatan. Data internal mencatat, jumlah pelanggan di stasiun ini mencapai kisaran 450 ribu hingga 500 ribu orang setiap bulannya.

Berita Lainnya

Membela ‘Nabi Perdamaian’: Presiden Iran dan Pemimpin Eropa Pasang Badan untuk Paus Leo XIV dari Serangan Trump

Membela ‘Nabi Perdamaian’: Presiden Iran dan Pemimpin Eropa Pasang Badan untuk Paus Leo XIV dari Serangan Trump

Pembangunan ruang multifungsi ini juga menjadi persiapan krusial menyambut operasional Fase 2A segmen 1 (Bundaran HI—Monas). Rendy menambahkan bahwa kapasitas stasiun diprediksi akan melonjak signifikan seiring dengan target operasional hingga kawasan Kota pada tahun 2029 mendatang.

Dengan adanya pengembangan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya melihat MRT sebagai moda transportasi publik semata, melainkan juga sebagai ruang interaksi sosial yang terintegrasi dengan gedung-gedung komersial di sekitarnya. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa konstruksi berlangsung.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *