Indonesia Perkuat Kedaulatan Mineral: Presiden Prabowo Siap Resmikan Pusat Riset Logam Tanah Jarang

Reporter Nasional | LajuBerita
13 Apr 2026, 22:17 WIB
Indonesia Perkuat Kedaulatan Mineral: Presiden Prabowo Siap Resmikan Pusat Riset Logam Tanah Jarang

LajuBerita — Indonesia tengah bersiap mengambil langkah raksasa dalam peta industri energi global. Melalui proyek strategis nasional, pemerintah bersiap meresmikan fasilitas riset dan produksi Logam Tanah Jarang (Rare Earth Element/REE) yang kerap dijuluki sebagai ‘harta karun’ energi masa depan karena perannya yang vital dalam teknologi modern.

Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, mengungkapkan bahwa agenda besar ini akan ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei mendatang. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan memimpin langsung peresmian fasilitas yang sangat dinantikan tersebut sebagai bagian dari komitmen penguatan hilirisasi nasional.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI yang berlangsung Senin (13/4), Restu memaparkan bahwa proyek ambisius ini merupakan buah kolaborasi strategis antara PT Timah dengan Perminas. Fokus utamanya adalah mengolah Sisa Hasil Produksi (SHP) timah yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal menjadi komoditas bernilai tambah tinggi.

Berita Lainnya

Update Harga BBM: BP Ultimate Diesel Melonjak Tajam ke Rp 25.560, Produk Non-Subsidi Pertamina Ikut Menanjak

Update Harga BBM: BP Ultimate Diesel Melonjak Tajam ke Rp 25.560, Produk Non-Subsidi Pertamina Ikut Menanjak

Sinergi Strategis Menuju Kemandirian Industri

Skema kerja sama ini menempatkan PT Timah sebagai pemasok utama bahan baku REE yang diekstraksi dari SHP. Selanjutnya, pihak Perminas akan berperan mengolah material mentah tersebut menjadi berbagai produk turunan yang memiliki daya saing kuat di pasar internasional. Langkah ini diharapkan mampu mengubah paradigma pengelolaan tambang, dari sekadar pengerukan menjadi proses industri yang komprehensif.

“Kami melaporkan bahwa pada 20 Mei nanti akan dilakukan groundbreaking untuk fasilitas riset dan industri REE tersebut. Peta jalannya sudah kami siapkan menuju tanggal tersebut yang direncanakan akan diresmikan oleh Bapak Presiden,” ujar Restu di hadapan para anggota dewan.

Target Monetisasi dan Kontribusi Devisa Negara

Meskipun proyek kolaborasi ini baru memasuki tahap pengkajian intensif dalam dua bulan terakhir, target ambisius telah dipatok. Restu optimis bahwa dalam kurun waktu dua tahun ke depan, fasilitas ini sudah bisa mencapai tahap monetisasi. Artinya, Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan riset, tetapi juga kapasitas produksi yang siap menghasilkan pundi-pundi devisa negara.

Berita Lainnya

Perebutan Kursi Panas Direksi BEI 2026: OJK Terima Dua Paket Calon, Siapa Saja yang Siap Memimpin?

Perebutan Kursi Panas Direksi BEI 2026: OJK Terima Dua Paket Calon, Siapa Saja yang Siap Memimpin?

Hadirnya fasilitas ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius dalam mengamankan rantai pasok rare earth element dunia. Komoditas ini sangat krusial bagi industri masa depan, mulai dari pembuatan magnet berperforma tinggi untuk kendaraan listrik, komponen elektronik canggih, hingga alutsista militer. Dengan teknologi pengolahan yang tepat, Indonesia berpeluang besar menjadi pemain kunci dalam industri hijau global melalui hilirisasi industri mineral yang terintegrasi.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *