Panduan Lengkap Keramas Anti Ketombe bagi Pengguna Helm: Tips Sehat dari Ahlinya
LajuBerita — Bagi masyarakat urban yang mengandalkan sepeda motor dalam mobilitas harian, helm adalah perlengkapan wajib yang tak bisa ditinggalkan. Namun, di balik fungsinya sebagai pelindung keselamatan, penggunaan helm yang intens seringkali mendatangkan masalah baru bagi kesehatan rambut, yakni ketombe yang membandel. Masalah ini bukan sekadar gangguan estetika, melainkan fenomena global yang dialami oleh hampir 50 persen populasi dunia.
Ketombe yang dibiarkan tanpa penanganan tepat bisa merusak kepercayaan diri dan kenyamanan saat beraktivitas. Menanggapi fenomena ini, pakar kecantikan dr. Devina Ciayadi menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi masalah ini bukan hanya sekadar rutin mencuci rambut, melainkan teknik cara keramas yang benar dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit kepala masing-masing individu.
Romansa di Tengah Amukan Alam: Kisah Sepasang Pemburu Badai yang Bertunangan di Depan Tornado
Frekuensi Keramas: Jangan Terlalu Sering, Jangan Terlalu Jarang
Menurut dr. Devina dalam sebuah acara kecantikan di Jakarta baru-baru ini, frekuensi mencuci rambut harus bersifat personal. “Sesuaikan dengan jenis kulit kepala Anda. Jika cenderung berminyak atau cepat lepek, keramas setiap hari atau bahkan dua kali sehari diperbolehkan. Namun, bagi pemilik kulit kepala kering, cukup lakukan 2-3 kali seminggu,” jelasnya. Ia juga memperingatkan agar tidak mencuci rambut secara berlebihan hingga sangat kering, karena kondisi kering justru akan merangsang kelenjar minyak memproduksi sebum berlebih yang memicu masalah ketombe.
Mitos Helm dan Pentingnya Kebersihan
Ada anggapan umum bahwa helm secara langsung menularkan ketombe, namun dr. Devina meluruskan mitos tersebut. Helm sebenarnya tidak menularkan jamur secara langsung, tetapi helm yang kotor menjadi media transfer tumpukan minyak dan keringat. Kondisi lembap di dalam helm inilah yang membuat jamur alami di kulit kepala berkembang biak secara tidak terkendali. Sebagai solusi praktis, penggunaan hairnet sangat disarankan bagi para pengguna helm setiap hari agar ada pembatas antara rambut dan sisa keringat pada busa helm.
Rahasia Cantik Tak Lazim Moka Fang: Viral Rendam Kaki Pakai Kuah Mala, Ternyata Ini Manfaatnya Bagi Tubuh
Teknik Keramas ‘Emulsify’ dan Perawatan Pasca-Cuci
LajuBerita merangkum langkah-langkah praktis dalam mencuci rambut agar hasilnya maksimal dan bebas jamur:
- Jangan Langsung Menuang Sampo: Hindari menaruh sampo langsung ke atas rambut. Basahi rambut terlebih dahulu, lalu tuang sampo ke telapak tangan.
- Teknik Emulsify: Gosok sampo dengan sedikit air di telapak tangan hingga berbusa sebelum diaplikasikan ke kulit kepala.
- Gerakan Melingkar: Pijat kulit kepala dengan gerakan melingkar menggunakan ujung jari, bukan kuku yang bisa menyebabkan luka atau iritasi.
- Waktu Tunggu: Biarkan sampo meresap selama 1-2 menit sebelum dibilas hingga benar-benar bersih.
Setelah selesai, pastikan rambut dikeringkan dengan benar menggunakan hairdryer. Jika Anda sering menggunakan alat styling, hindari suhu yang terlalu panas karena dapat membuat batang rambut kering dan memicu produksi minyak berlebih di kulit kepala.
Juto Tsuji Lepas Hak Waris Rp 213 Miliar dari Mendiang Miho Nakayama, Ternyata Ini Alasannya
Tips Ekstra untuk Hijabers dan Pemilihan Sampo
Bagi para hijabers yang juga sering mengenakan helm, dr. Devina menyarankan penggunaan inner hijab berbahan katun yang mampu menyerap keringat dan minyak secara optimal. Selain teknik, pemilihan produk shampoo anti ketombe juga harus disesuaikan dengan tingkat keparahan masalah.
Kandungan aktif seperti Selenium Sulfide dikenal sangat efektif sebagai agen anti-jamur. Dalam rangkaian produk terbaru Lavojoy, Selenium Sulfide hadir dalam berbagai konsentrasi untuk menangani ketombe ringan (0.2%), sedang (0.6%), hingga penanganan intensif (1%). Penggunaan produk yang diperkaya dengan nutrisi tambahan seperti Argan Oil dan Panthenol juga sangat disarankan untuk menjaga rambut tetap bersih tanpa mengabaikan kesehatan akarnya.