Dilema Peternak Ayam Petelur: Harga Anjlok di Tengah Melambungnya Biaya Pakan, Program MBG Jadi Harapan

Reporter Nasional | LajuBerita
07 Apr 2026, 17:20 WIB
Dilema Peternak Ayam Petelur: Harga Anjlok di Tengah Melambungnya Biaya Pakan, Program MBG Jadi Harapan

LajuBerita — Keluh kesah para peternak ayam petelur rakyat kini tengah menjadi sorotan tajam seiring dengan merosotnya harga jual di tingkat produsen. Kondisi ini dinilai sangat kontras dan memprihatinkan, mengingat para peternak masih harus berhadapan dengan tingginya biaya operasional akibat lonjakan harga pakan yang tak kunjung mereda.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, memberikan perhatian khusus terhadap situasi yang menekan sentra-sentra produksi telur, salah satunya di wilayah Blitar, Jawa Timur. Berdasarkan pemantauan per 7 April 2026, harga telur di tingkat peternak terjun bebas ke angka Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Sebuah angka yang menurutnya berada jauh dari titik keseimbangan ideal untuk menutupi biaya produksi.

Berita Lainnya

IHSG Tergelincir ke Level 7.600: Ratusan Saham ‘Kebakaran’ di Tengah Transaksi Rp 22 Triliun

IHSG Tergelincir ke Level 7.600: Ratusan Saham ‘Kebakaran’ di Tengah Transaksi Rp 22 Triliun

“Kita sedang menyaksikan ketidakseimbangan pasar yang sangat serius. Di satu sisi harga pakan terus melambung, namun di sisi lain, nilai jual telur di tingkat peternak justru menyusut drastis. Jika dibiarkan tanpa intervensi, kerugian ini akan mengancam napas usaha peternak rakyat kita,” tutur Sarmuji dalam pernyataan resminya yang diterima redaksi LajuBerita.

Intervensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menyikapi krisis yang mengancam stabilitas ketahanan pangan nasional tersebut, Sarmuji mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah taktis. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan memanfaatkan instrumen program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penyerap produksi telur peternak lokal.

Ia mengusulkan agar pemerintah meningkatkan frekuensi penggunaan telur dalam komposisi menu program MBG untuk jangka waktu setidaknya satu hingga dua bulan ke depan. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak permintaan di pasar secara signifikan, sehingga harga di tingkat peternak dapat merangkak naik ke level yang lebih rasional.

Berita Lainnya

Wapres Gibran Bongkar Praktik Manipulasi Harga Ekspor-Impor: 4 Sektor Ini Jadi Sasaran Empuk

Wapres Gibran Bongkar Praktik Manipulasi Harga Ekspor-Impor: 4 Sektor Ini Jadi Sasaran Empuk

“Program MBG memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen penyelamat. Dengan memperbanyak menu berbasis telur, kita tidak hanya menjamin kualitas gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga secara langsung menyelamatkan ekonomi rakyat dari kebangkrutan,” tegasnya lagi.

Mendengar Suara dari Akar Rumput

Sarmuji mengungkapkan bahwa gelombang keluhan dari para peternak, khususnya dari Blitar dan berbagai daerah penyangga lainnya, terus mengalir deras ke meja DPR. Dampak dari penurunan harga ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik kandang, namun juga merembet pada rantai ekonomi di sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui kebijakan yang responsif dan tepat sasaran sangat dinanti saat ini. Fraksi Partai Golkar berkomitmen untuk terus mengawal isu ini agar ada langkah konkret demi menjaga keseimbangan harga telur di pasar nasional sekaligus melindungi keberlangsungan hidup para peternak mandiri di seluruh Indonesia.

Berita Lainnya

Stok Melimpah, BULOG Jamin Harga Minyakita Tetap Terkendali dan Terdistribusi Merata

Stok Melimpah, BULOG Jamin Harga Minyakita Tetap Terkendali dan Terdistribusi Merata

Tanpa adanya perlindungan yang kuat bagi sektor peternakan rakyat, dikhawatirkan pasokan protein nasional di masa depan akan terganggu, yang pada akhirnya justru akan merugikan masyarakat luas sebagai konsumen akhir.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *