Efek Domino Makan Bergizi Gratis: Purbaya Yudhi Sadewa Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Melejit 1 Persen
LajuBerita — Di tengah sorotan publik terhadap kebijakan sosial pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan optimisme besar terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut sang Bendahara Negara, inisiatif ini bukan sekadar upaya pemenuhan nutrisi nasional, melainkan instrumen krusial yang mampu memicu geliat ekonomi secara masif melalui penciptaan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Dalam sebuah diskusi mendalam di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Purbaya memaparkan hitungan matematis mengenai dampak program tersebut terhadap makroekonomi. Ia memproyeksikan bahwa MBG memiliki potensi besar untuk menyerap hingga satu juta tenaga kerja. Angka fantastis ini didasarkan pada rumus teknis yang kerap digunakan Badan Pusat Statistik (BPS), di mana setiap kenaikan satu persen pertumbuhan ekonomi biasanya berbanding lurus dengan penyerapan sekitar 450 ribu pekerja.
Dolar AS Tembus Rp 17.000, Menko Airlangga Hartarto Soroti Tekanan Mata Uang Global
Transformasi Sektor Kerja dan Dinamika Lapangan Kerja
Purbaya merinci bahwa jika target penyerapan satu juta tenaga kerja tersebut tercapai, maka secara matematis kontribusinya terhadap ekonomi bisa melampaui angka dua persen secara bruto. Namun, ia memberikan catatan penting agar publik memahami dinamika pasar kerja yang akan terjadi. Baginya, angka tersebut perlu dilihat secara objektif karena kemungkinan akan ada fenomena pergeseran pekerja dari sektor lain menuju ekosistem program MBG ini.
“Tentu ada faktor pengurang karena sebagian tenaga kerja mungkin berpindah dari pekerjaan sebelumnya ke program ini. Jadi, dampaknya tidak murni tambahan dua persen dari nol, melainkan ada redistribusi SDM yang kini terhitung dalam PDB melalui kanal MBG,” jelas Menteri Keuangan tersebut dengan nada analitis pada Selasa (7/6/2026).
China Kecam Keras Blokade AS di Selat Hormuz: Langkah Berbahaya yang Mengancam Ekonomi Global
Kontribusi Bersih untuk Pertumbuhan Nasional
Meskipun terdapat faktor pergeseran tersebut, Purbaya tetap meyakini bahwa dampak neto atau nilai bersih dari program Makan Bergizi Gratis tetap akan sangat signifikan bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Jika dikelola dengan tata kelola yang optimal, transparan, dan efisien, ia memprediksi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap berada di atas angka satu persen secara bersih.
“Saya melihat potensi dampak netonya bisa lebih dari satu persen jika dijalankan dengan baik. Ini adalah angka yang cukup kuat untuk mendorong roda ekonomi kita lebih kencang lagi ke depannya,” pungkas Purbaya menutup penjelasannya. Dengan proyeksi ini, program MBG diharapkan tidak hanya menjadi jaring pengaman sosial bagi generasi mendatang, tetapi juga menjadi motor penggerak baru dalam struktur ekonomi domestik yang lebih inklusif dan produktif.
Awan Mendung Ketenagakerjaan: 10 Perusahaan Besar Mulai Beri Sinyal PHK Massal dalam Tiga Bulan ke Depan