Kekayaan Pangan Lokal: Menemukan Nutrisi Paripurna dalam Menu Tradisional Indonesia

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
07 Apr 2026, 18:19 WIB
Kekayaan Pangan Lokal: Menemukan Nutrisi Paripurna dalam Menu Tradisional Indonesia

LajuBerita — Indonesia sebenarnya adalah sebuah gudang raksasa nutrisi yang seringkali terlupakan di balik gemerlapnya tren kuliner modern. Di tengah gempuran produk impor dan makanan olahan, kekayaan alam Nusantara sebenarnya telah menyediakan segala hal yang dibutuhkan untuk membangun kesehatan keluarga yang tangguh. Sayangnya, tantangan terbesar saat ini bukanlah kelangkaan bahan pangan, melainkan rendahnya edukasi terkait literasi gizi di tingkat rumah tangga.

Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, seorang ahli gizi masyarakat terkemuka lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menegaskan bahwa setiap sudut negeri ini memiliki potensi bahan makanan yang sangat lengkap. Menurutnya, masalah utama yang sering ditemui adalah kecenderungan orang tua untuk mencontek pola makan luar negeri yang belum tentu cocok atau memenuhi standar kesehatan nasional.

Berita Lainnya

Akhir Era ‘Barnsley Beckenbauer’: John Stones Resmi Pamit dari Manchester City Setelah Satu Dekade Bergelimang Trofi

Akhir Era ‘Barnsley Beckenbauer’: John Stones Resmi Pamit dari Manchester City Setelah Satu Dekade Bergelimang Trofi

Kekayaan Protein Lokal dari Sabang sampai Merauke

Dalam kacamata medis, protein hewani yang melimpah di perairan Indonesia adalah kunci pertumbuhan anak yang optimal. Indonesia tidak kekurangan opsi; kita memiliki kekayaan kuliner berbasis ikan yang sangat beragam. Mulai dari kelezatan Naniura khas Sumatera Utara, Pepes dari tanah Sunda, Gulai ikan, Pindang yang segar, hingga Tekwan dan Otak-otak yang menggugah selera.

Dr. Tan mengingatkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan sayur-mayur. Di mana pun kaki melangkah di negeri ini, sayuran segar selalu tersedia dalam berbagai wujud hidangan tradisional yang menggugah selera seperti Gado-gado, Karedok, Pecel, Plecing, hingga Sayur Bobor yang hangat. “Mana ada sih sudut negeri kita yang tidak ada sayur sama sekali?” ujarnya dengan nada retoris, menekankan betapa mudahnya akses pangan sehat di tanah air.

Berita Lainnya

Diplomasi Hangat di Pyongyang: Wang Yi dan Kim Jong Un Pererat Sinergi China-Korut

Diplomasi Hangat di Pyongyang: Wang Yi dan Kim Jong Un Pererat Sinergi China-Korut

Memahami Konsep ‘Isi Piringku’ secara Proporsional

Kementerian Kesehatan telah lama mengampanyekan konsep Isi Piringku sebagai panduan gizi seimbang. Namun, implementasinya di lapangan masih memerlukan pengawasan dari para orang tua. Komposisi ideal dalam sekali makan seharusnya terdiri dari:

  • Sepertiga piring diisi dengan makanan pokok sebagai sumber karbohidrat dan energi utama.
  • Sepertiga piring diisi dengan aneka sayuran sebagai sumber serat dan mikronutrien.
  • Seperenam piring dialokasikan untuk lauk-pauk, baik protein hewani maupun nabati seperti tahu dan tempe.
  • Seperenam piring sisanya adalah buah-buahan yang kaya akan vitamin dan antioksidan alami.

Penting untuk dicatat bahwa meski protein nabati sangat baik, keberadaan sayuran tidak boleh diabaikan atau diganti fungsinya. Keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam metabolisme tubuh.

Berita Lainnya

Mimpi Buruk di San Siro: AC Milan Hancur Lebur Dihantam Udinese Tiga Gol Tanpa Balas

Mimpi Buruk di San Siro: AC Milan Hancur Lebur Dihantam Udinese Tiga Gol Tanpa Balas

Edukasi vs Konten Media Sosial

Di era digital, Dr. Tan memberikan peringatan keras kepada para orang tua agar tidak sembarangan menyerap informasi nutrisi dari media sosial. Tren diet atau cara pemberian makan yang dipopulerkan oleh konten kreator yang bukan ahli di bidangnya berisiko menyesatkan dan membahayakan kesehatan tumbuh kembang anak.

Sebagai pelengkap gaya hidup sehat, pola hidup bersih juga harus menjadi budaya. Hal ini mencakup hidrasi yang cukup dengan minum minimal 8 gelas air putih sehari, rutin mencuci tangan sebelum menjamah makanan, serta meluangkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk beraktivitas fisik. Kesehatan yang paripurna dimulai dari kebijakan orang tua dalam memilih apa yang tersaji di atas meja makan, dengan memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh alam Indonesia.

Berita Lainnya

Membangun Budaya Keselamatan di Jalur Besi: Langkah Masif KAI Menata Ribuan Perlintasan Sebidang

Membangun Budaya Keselamatan di Jalur Besi: Langkah Masif KAI Menata Ribuan Perlintasan Sebidang
Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *