Polemik Rencana Pemangkasan Gaji Menteri demi Efisiensi, Seskab Teddy Tegaskan Belum Ada Keputusan

Reporter Nasional | LajuBerita
07 Apr 2026, 12:23 WIB
Polemik Rencana Pemangkasan Gaji Menteri demi Efisiensi, Seskab Teddy Tegaskan Belum Ada Keputusan

LajuBerita — Isu mengenai rencana pemotongan gaji pejabat negara, termasuk para menteri kabinet, kini tengah menjadi sorotan hangat di lingkungan Istana Kepresidenan. Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, akhirnya angkat bicara guna mengklarifikasi desas-desus yang beredar terkait langkah penghematan di tengah ancaman krisis energi global tersebut.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/4/2026), Teddy menekankan bahwa hingga saat ini, pemerintah belum mengetok palu terkait kebijakan tersebut. Meski wacana efisiensi pemerintah terus bergulir, keputusan resmi masih harus menunggu hasil koordinasi lebih lanjut.

Menanti Hasil Rapat Koordinasi

Teddy tampak berhati-hati dalam menanggapi pertanyaan awak media. Ia lebih memilih menyerahkan penjelasan mendalam kepada pihak-pihak yang pertama kali melontarkan ide tersebut ke publik. “Tanya kepada yang menyampaikan kemarin. Untuk konsep-konsep itu, akan dirapatkan dalam beberapa hari ini. Kita lihat saja nanti, karena memang belum ada keputusan apa pun,” ungkap Teddy dengan nada diplomatis.

Berita Lainnya

13 SPBU Pertamina Berhenti Jual Pertalite, Simak Alasan di Balik Transformasi Menuju SPBU Signature

13 SPBU Pertamina Berhenti Jual Pertalite, Simak Alasan di Balik Transformasi Menuju SPBU Signature

Kendati demikian, ia memastikan bahwa setiap usulan yang bertujuan untuk melakukan penghematan anggaran belanja negara pasti akan dibahas secara serius dalam rapat kabinet. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Sinyal dari Bendahara Negara

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengenai opsi pemotongan gaji ini. Langkah drastis tersebut dipertimbangkan demi memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di bawah angka aman, yakni 3 persen.

Purbaya, dengan gaya bicaranya yang santai, menyatakan kesiapannya jika kebijakan tersebut benar-benar diimplementasikan. Ia bahkan sempat berseloroh saat ditanya mengenai dampak pemotongan gaji terhadap kantong pribadinya. “Nggak apa-apa kalau gaji dipotong, kan banyak duitnya. Mau dipotong berapa?” candanya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026).

Berita Lainnya

Kemenperin Tangkis Isu Deindustrialisasi: Bukti Pertumbuhan Manufaktur RI Masih Berada di Jalur Hijau

Kemenperin Tangkis Isu Deindustrialisasi: Bukti Pertumbuhan Manufaktur RI Masih Berada di Jalur Hijau

Prediksi Pemotongan Hingga 25 Persen

Meski belum bersifat final, Purbaya memberikan gambaran kasar mengenai besaran pemotongan yang mungkin terjadi. Ia memprediksi angka penghematan dari pos gaji pejabat bisa mencapai 25 persen. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi pertimbangan pemerintah:

  • Menjaga kesehatan stabilitas APBN di tengah krisis energi.
  • Memberikan teladan efisiensi dari level pimpinan tertinggi.
  • Memastikan defisit anggaran tidak melampaui batas 3 persen.

Purbaya mengakui bahwa diskusi internal mengenai hal ini memang ada, namun keputusan final sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo. “Ada pembicaraan ke arah sana, tapi keputusan terakhirnya masih belum clear,” pungkas sang Bendahara Negara.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *