Kerugian Raksasa Pentagon: 24 Drone MQ-9 Reaper Amerika Serikat Rontok dalam Konflik dengan Iran
LajuBerita — Langit Timur Tengah kian menjadi saksi bisu atas rontoknya dominasi udara Amerika Serikat dalam ketegangan yang terus memuncak dengan Iran. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Pentagon harus menelan pil pahit setelah kehilangan puluhan unit pesawat nirawak (drone) canggih mereka, MQ-9 Reaper, dalam rangkaian operasi militer yang sangat intens.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari otoritas pertahanan, Amerika Serikat tercatat telah kehilangan delapan unit drone MQ-9 Reaper tambahan di kawasan tersebut hanya dalam kurun waktu sejak 1 April. Penambahan angka ini membuat akumulasi armada nirawak yang jatuh atau dihancurkan selama konfrontasi dengan Iran mencapai jumlah yang mengejutkan, yakni 24 unit.
Kerugian Finansial Mencapai Triliunan Rupiah
Kehilangan aset strategis ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pukulan telak bagi anggaran pertahanan Paman Sam. Dengan harga per unit yang ditaksir mencapai 30 juta dolar AS atau lebih tergantung variannya, total kerugian finansial diprediksi menembus angka 720 juta dolar AS. Jika dikonversikan ke mata uang lokal, nilai tersebut setara dengan lebih dari Rp12,3 triliun—sebuah harga yang sangat mahal untuk sebuah teknologi militer udara.
Harta Karun Peradaban: Lestari Moerdijat Desak Perpusnas Optimalkan Naskah Kuno untuk Literasi Bangsa
Sebagai informasi, MQ-9 Reaper merupakan mahakarya dari General Atomics Aeronautical Systems yang dirancang khusus untuk misi intelijen, pengintaian, dan pengamatan jarak jauh. Tak hanya sebagai pengintai, drone ini juga memiliki reputasi mematikan karena kemampuannya dalam meluncurkan serangan udara dengan presisi tinggi.
Eskalasi Tanpa Henti di Kawasan Strategis
Data menunjukkan bahwa intensitas pertempuran di kawasan tersebut telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak operasi gabungan dimulai pada 28 Februari lalu, aliansi Amerika Serikat dan Israel dikabarkan telah menghantam lebih dari 13.000 target di seluruh wilayah Iran. Di sisi lain, konflik Iran ini telah merembet luas, di mana Teheran dilaporkan balik menggempur berbagai sasaran strategis di 12 negara berbeda di kawasan tersebut.
Wujudkan Mimpi Pesisir, Wamen PKP Fahri Hamzah Tinjau Proyek Strategis Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya
Meski secercah harapan muncul melalui pengumuman gencatan senjata berdurasi dua pekan pada Selasa (7/4), namun situasi di lapangan tetaplah rapuh. Di tengah kesepakatan tersebut, Israel dilaporkan masih melakukan manuver serangan terhadap sejumlah target di Lebanon, menandakan bahwa stabilitas di Timur Tengah masih berada di ujung tanduk dan penuh dengan ketidakpastian.