Harta Karun Peradaban: Lestari Moerdijat Desak Perpusnas Optimalkan Naskah Kuno untuk Literasi Bangsa

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
14 Apr 2026, 18:47 WIB
Harta Karun Peradaban: Lestari Moerdijat Desak Perpusnas Optimalkan Naskah Kuno untuk Literasi Bangsa

LajuBerita — Warisan intelektual Nusantara yang tersimpan dalam lembaran-lembaran naskah kuno seharusnya tidak sekadar menjadi penghuni rak perpustakaan yang sunyi. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, melayangkan dorongan kuat kepada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk melangkah lebih jauh dari sekadar fungsi konservasi. Baginya, ribuan naskah tersebut merupakan instrumen vital untuk mendongkrak indeks literasi nasional yang saat ini masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Bukan Sekadar Digitalisasi, Tapi Pemanfaatan Nyata

Lestari, yang akrab disapa Rerie, menekankan bahwa teknologi digitalisasi seharusnya menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan masa lalu, bukan tujuan akhir. Dalam keterangannya di Jakarta, ia menyoroti bagaimana potensi besar Perpusnas harus dikonversi menjadi gerakan minat baca yang masif.

Berita Lainnya

Transformasi Wajah Birokrasi Jakarta: Pramono Anung Resmikan Empat Kantor Kelurahan Berstandar Global dan Inklusif

Transformasi Wajah Birokrasi Jakarta: Pramono Anung Resmikan Empat Kantor Kelurahan Berstandar Global dan Inklusif

“Potensi yang dimiliki Perpusnas harus mampu ikut mendorong minat baca masyarakat. Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan sebagai arsip bisu. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan agar dampak edukasinya terasa langsung oleh publik,” ujar Rerie dengan tegas.

Ironi Koleksi: Antara Target dan Realitas Anggaran

Berdasarkan data internal Perpusnas tahun 2026, tercatat kekayaan intelektual bangsa dalam bentuk naskah nusantara mencapai angka yang fantastis, yakni 143.259 eksemplar yang tersebar di dalam maupun luar negeri. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak mudah. Saat ini, baru sekitar 13.318 naskah yang berhasil diamankan di bawah atap Perpusnas.

Dari jumlah yang tersimpan tersebut, baru 7.987 naskah yang telah beralih rupa ke format digital. Mirisnya, kendala efisiensi anggaran memaksa pemerintah untuk memangkas target penyelamatan naskah secara drastis, dari yang semula direncanakan sebanyak 10.300 naskah, kini hanya menjadi 2.165 naskah saja.

Berita Lainnya

Manuver Mengejutkan Utusan Trump: Usul Italia Gantikan Iran di Piala Dunia demi Diplomasi Sepak Bola

Manuver Mengejutkan Utusan Trump: Usul Italia Gantikan Iran di Piala Dunia demi Diplomasi Sepak Bola

Merawat Akal Budi Bangsa

Bagi Rerie, setiap naskah kuno adalah bukti otentik dari tradisi intelektual bangsa yang sangat luhur. Ia memandang bahwa kearifan lokal yang terkandung di dalam teks-teks tua tersebut masih sangat relevan untuk menjadi fondasi pembangunan karakter di masa depan. Oleh karena itu, sekadar menyelamatkan naskah secara fisik dianggap tidak cukup.

“Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Kita tidak boleh membiarkan upaya penyelamatan ini terjebak dalam langkah administratif semata. Intinya adalah bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan akses untuk mempelajari nilai-nilai luhur dari naskah-naskah tersebut,” tambahnya.

Layanan Literasi yang Harus Konsisten

Di tengah situasi efisiensi anggaran, Rerie berharap Perpusnas tetap konsisten dalam menghadirkan layanan literasi yang berkualitas. Aksesibilitas naskah kuno yang lebih terbuka dipercaya akan menjadi katalisator bagi peningkatan kecakapan literasi masyarakat secara menyeluruh.

Berita Lainnya

Ekspansi Pasar Kerja ke Yunani, Wamen P2MI Akselerasi Kerja Sama G to G demi Lindungi PMI

Ekspansi Pasar Kerja ke Yunani, Wamen P2MI Akselerasi Kerja Sama G to G demi Lindungi PMI

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai sejarah ke dalam pendidikan modern, naskah kuno diharapkan tidak lagi dianggap sebagai benda antik yang asing, melainkan sebagai sumber inspirasi hidup yang mampu membawa bangsa Indonesia menjadi lebih bermartabat di mata dunia.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *