Perkuat Ketahanan Energi, Armada Tanker Pertamina Amankan Stok LPG di Sulawesi dan Jawa Timur
LajuBerita — Di tengah dinamika geopolitik global yang kian menantang, langkah strategis untuk mengamankan rantai pasok energi domestik terus menjadi prioritas utama. Baru-baru ini, PT Pertamina (Persero) melalui armada lautnya kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas distribusi energi dengan menyalurkan pasokan LPG ke titik-titik krusial di wilayah Sulawesi dan Jawa Timur.
Keberhasilan ini ditandai dengan bersandarnya kapal pengangkut LPG, MT Gas Attaka, di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal ini membawa misi penting dengan mengangkut sekitar 1.700 metrik ton LPG yang diproyeksikan untuk memperkuat ketahanan stok di wilayah Sulawesi hingga Kalimantan. Secara bersamaan, kapal tanker LPG Gas Ambalat juga sukses merapat di kawasan Kalbut, Situbondo, guna memenuhi kebutuhan gas masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya.
Gebrakan Trump: China Terancam Tarif 50 Persen Jika Terbukti Pasok Senjata ke Iran
Jalur Maritim sebagai Urat Nadi Distribusi
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, jalur maritim merupakan urat nadi utama dalam memastikan setiap sudut negeri mendapatkan akses energi yang merata. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa operasional armada laut ini merupakan respons perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat yang dinamis.
“Di tengah situasi geopolitik global yang fluktuatif, Pertamina tetap teguh pada komitmennya untuk mengupayakan kelancaran distribusi energi. Armada kapal kami terus bergerak tanpa henti untuk mengantarkan energi hingga ke tangan masyarakat,” ujar Baron dalam keterangan resminya.
Kekuatan Armada dan Jangkauan Wilayah 3T
Untuk mendukung misi besar ini, Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan kekuatan armada yang cukup masif. Tercatat ada 345 kapal, baik milik sendiri maupun charter, yang dikerahkan untuk menyisir perairan nusantara. Komposisi armada ini mencakup 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal tanker minyak mentah (crude), 4 kapal pengangkut petrokimia, serta 43 kapal khusus pengangkut LPG subsidi dan non-subsidi.
Heboh Rencana Pemeriksaan Ulang Wajib Pajak Peserta PPS, APINDO Beri Reaksi Tegas dan Pesan Menohok bagi Dunia Usaha
Tidak hanya berfokus pada kota-kota besar, jangkauan distribusi ini juga menyasar 57 wilayah yang tergolong Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Mulai dari pedalaman Kalimantan, pelosok Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga tanah Papua, Pertamina berupaya memastikan tidak ada wilayah yang terisolasi dari akses energi.
Operasional 24 Jam di Tengah Tantangan Alam
Baron menambahkan bahwa dedikasi para awak kapal di lapangan menjadi kunci keberhasilan ini. Mereka bekerja secara bergantian (shifting) selama 24 jam penuh untuk menjamin ketepatan waktu distribusi. Tantangan yang dihadapi tidaklah mudah, mulai dari navigasi geografis yang rumit hingga ancaman cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan Indonesia.
Selain memperkuat lini distribusi, Pertamina juga terus mendorong peningkatan produksi hulu migas di dalam negeri. Langkah ini dibarengi dengan optimalisasi operasional di sisi pengolahan kilang agar pasokan energi untuk sektor industri maupun rumah tangga tetap terjaga pada level aman.
Kilau Emas Meredup: Deflasi 3,76% Akhiri Rekor Reli Panjang 30 Bulan, Investor Mulai Berpaling?
Sinergi dan Peran Aktif Masyarakat
Demi menjaga tata kelola pasokan energi nasional agar tepat sasaran, Pertamina mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Langkah preventif terus dilakukan untuk menindak tegas segala bentuk penimbunan atau penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi yang merugikan negara.
Pertamina juga mengajak publik untuk berperan serta dalam melakukan pengawasan. Jika masyarakat menemukan adanya indikasi penyalahgunaan energi di lingkungannya, laporan dapat segera disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 atau melalui pihak berwenang. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedaulatan energi dengan cara menggunakan energi secara bijak dan sesuai peruntukannya,” pungkas Baron.