Rupiah Kian Terjepit, Dolar AS Tembus Rekor Baru Rp 17.134 di Perdagangan Pagi

Reporter Nasional | LajuBerita
14 Apr 2026, 10:03 WIB
Rupiah Kian Terjepit, Dolar AS Tembus Rekor Baru Rp 17.134 di Perdagangan Pagi

LajuBerita — Tekanan terhadap mata uang Garuda tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda pada pembukaan pasar hari ini. Pada perdagangan Selasa (14/4/2026) pagi, nilai tukar Rupiah terpantau kembali tersungkur di hadapan Dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Negeri Paman Sam tersebut semakin menunjukkan taringnya dengan merangsek naik ke zona Rp 17.100-an.

Dominasi Greenback di Pasar Spot

Menyitir data terbaru dari Bloomberg pada pukul 09.20 WIB, posisi mata uang adidaya tersebut berada di level Rp 17.134 per dolar AS. Angka ini mencatatkan penguatan sebesar 29 poin atau naik sekitar 0,17 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Fenomena ini menambah beban bagi stabilitas ekonomi Indonesia, mengingat fluktuasi yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Berita Lainnya

Transformasi Radikal BUMN: Danantara Bubarkan 167 Perusahaan, Jamin Tak Ada PHK Masal

Transformasi Radikal BUMN: Danantara Bubarkan 167 Perusahaan, Jamin Tak Ada PHK Masal

Para pelaku pasar terus memantau pergerakan ini dengan seksama. Kenaikan nilai tukar ini disinyalir merupakan respon pasar terhadap dinamika global yang menempatkan dolar sebagai aset penyelamat (safe haven) utama di tengah ketidakpastian yang berkembang.

Performa Dolar AS Terhadap Mata Ung Global

Meskipun perkasa terhadap Rupiah, langkah Dolar AS di kancah internasional sebenarnya cukup bervariasi. Berdasarkan pantauan tim LajuBerita, mata uang AS ini tercatat menguat tipis sebesar 0,04 persen terhadap Dolar Hong Kong dan terapresiasi 0,08 persen terhadap Won Korea.

Namun, di sisi lain, Greenback harus merelakan posisinya melemah saat berhadapan dengan beberapa mata uang kuat lainnya. Berikut adalah rincian pergerakan mata uang asing pagi ini:

Berita Lainnya

Guncangan Pasar Energi Global: Uni Emirat Arab Resmi Pamit dari OPEC, Akhir Era Dominasi Arab Saudi?

Guncangan Pasar Energi Global: Uni Emirat Arab Resmi Pamit dari OPEC, Akhir Era Dominasi Arab Saudi?
  • Yen Jepang: Menguat 0,14% terhadap Dolar AS.
  • Dolar Kanada: Menguat 0,03% terhadap Dolar AS.
  • Franc Swiss: Menguat 0,03% terhadap Dolar AS.

Kondisi pasar yang bergerak dinamis ini menuntut kewaspadaan tinggi dari para investor dan pembuat kebijakan. Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus level psikologis baru ini dikhawatirkan dapat berdampak pada biaya impor dan inflasi domestik jika tren pelemahan terus berlanjut hingga penutupan perdagangan sore nanti.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *