Atasi Macet Horor Bali, Taksi Air Bandara-Canggu Siap Beroperasi 2026: Hanya 30 Menit!
LajuBerita — Menjawab tantangan kemacetan yang kerap melumpuhkan mobilitas di Pulau Dewata, pemerintah kini tengah serius menggodok proyek ambisius transportasi laut berupa taksi air atau water taxi. Kehadiran moda transportasi ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi para pelancong maupun masyarakat lokal yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas darat yang kian hari kian mengkhawatirkan.
Proyek strategis ini dirancang untuk memberikan alternatif perjalanan yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan aspek keselamatan yang terjamin. Rute utamanya akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai langsung menuju kawasan primadona, Canggu, yang selama ini dikenal sebagai titik jenuh kemacetan di Bali.
Pangkas Waktu Tempuh Secara Signifikan
Berdasarkan data lapangan, perjalanan darat dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu saat ini bisa memakan waktu antara 1 hingga 2 jam, bahkan lebih pada jam sibuk. Namun, dengan kehadiran taksi air ini, durasi perjalanan diproyeksikan menyusut drastis menjadi maksimal hanya 30 menit saja.
Panduan Lengkap Kirim Oleh-Oleh Haji Bebas Pajak: Simak Batasan dan Aturan Bea Cukai Terbaru
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kelayakan (feasibility study). Kajian komprehensif ini mencakup berbagai variabel mulai dari aspek finansial, teknis operasional, hingga dampak sosial dan lingkungan.
“Hasil kajian menunjukkan proyek ini sangat layak untuk dilanjutkan. Untuk tahap awal pengembangan, lintasan dari Sekeh menuju Canggu (Berawa) akan menjadi prioritas utama kami,” ujar Heru dalam pernyataan resminya.
Investasi Triliunan dan Infrastruktur Pendukung
Ambisi besar ini tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI mengungkapkan bahwa estimasi kebutuhan anggaran untuk investasi awal proyek ini mencapai angka Rp 1,21 triliun. Angka tersebut mencakup pengadaan unit armada hingga pembangunan infrastruktur pendukung di pesisir pantai.
Ketegangan di Selat Hormuz: Kapal Tanker China Terpaksa Menyerah pada Blokade AS
Mengingat karakteristik perairan Bali yang memiliki gelombang cukup ekstrem di titik-titik tertentu, pemerintah juga berencana membangun penahan gelombang atau breakwater. Pembangunan ini difokuskan di kawasan Pantai Sekeh yang berdekatan dengan bandara serta di Pantai Berawa, Canggu, guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama pelayaran.
Target Operasional Tahun 2026
Saat ini, proyek taksi air tersebut tengah memasuki fase penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan berbagai regulasi perizinan. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa seluruh proses administratif dan teknis ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.
“Kami berkomitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan konektivitas yang terintegrasi. Fokus utama kami tetap pada kesiapan infrastruktur dan kebutuhan riil pengguna jasa di lapangan,” tutur Windy.
Guncangan Ekonomi Global: Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Mobil Eropa Jadi 25 Persen, Babak Baru Perang Dagang Dimulai?
Dengan hadirnya inovasi di sektor wisata Bali ini, wajah transportasi di Pulau Dewata diharapkan akan berubah menjadi lebih modern dan efisien. Wisatawan kini tak perlu lagi merisaukan kemacetan darat, karena jalur laut telah siap menyambut mereka dengan pemandangan pesisir yang memukau sekaligus ketepatan waktu yang mumpuni.