Bara Api di Selat Hormuz: Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Reporter Nasional | LajuBerita
21 Apr 2026, 02:48 WIB
Bara Api di Selat Hormuz: Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

LajuBerita — Pasar energi global kembali diguncang oleh gejolak geopolitik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah. Pada perdagangan Senin (20/4/2026), harga minyak mentah dunia tercatat melonjak tajam menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di wilayah strategis Selat Hormuz.

Berdasarkan pantauan data pasar terbaru, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei meroket hingga 5,6 persen, menyentuh angka US$ 88,54 per barel pada pagi hari waktu setempat. Tak ketinggalan, minyak acuan global jenis Brent untuk pengiriman Juni turut menguat signifikan sebesar 4,3 persen ke posisi US$ 94,18 per barel. Kenaikan drastis ini mencerminkan kekhawatiran para investor terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia.

Berita Lainnya

Jemaah Haji 2026 Dipastikan Kantongi Uang Saku SAR 750, BPKH Jamin Transparansi Berbasis Syariah

Eskalasi Militer di Jalur Pelayaran Internasional

Pemicu utama dari lonjakan harga ini adalah serangkaian insiden militer yang menyasar kapal-kapal komersial di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut. Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS sempat melepaskan tembakan ke arah kapal kontainer milik Iran di Teluk Oman pada hari Minggu, sebelum akhirnya pasukan Marinir melakukan pengambilalihan paksa terhadap kapal tersebut.

Pihak Gedung Putih mengklaim bahwa kapal tersebut berupaya menembus blokade laut yang diterapkan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran. Namun, aksi ini bukanlah tanpa alasan pendahulu. Sebelumnya, pada hari Sabtu, kapal cepat milik Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki sebuah kapal tanker di Selat Hormuz, sementara sebuah kapal kontainer lainnya terkena hantaman proyektil yang hingga kini sumbernya masih menjadi misteri.

Berita Lainnya

Langkah Tegas BEI: 18 Emiten Termasuk Sritex Terdepak dari Bursa, Wajib Buyback Saham

Ancaman Infrastruktur dan Diplomasi yang Buntu

Ketidakpastian di kawasan kian diperparah dengan pernyataan keras dari Trump yang mengancam akan menghancurkan berbagai infrastruktur vital di Iran, mulai dari pembangkit listrik hingga jembatan strategis, jika Teheran tetap menolak untuk menyepakati persyaratan yang diajukan Washington. Trump bahkan melabeli serangan Iran terhadap kapal komersial sebagai bentuk pelanggaran total terhadap komitmen gencatan senjata.

Warren Patterson, Kepala Strategi Komoditas di ING, menilai bahwa pasar saat ini berada dalam kondisi yang sangat rapuh. “Situasi di Timur Tengah yang sempat menunjukkan tanda-tanda pendinginan pada akhir pekan lalu, dengan cepat kembali memanas. Dinamika ini langsung memicu reaksi reaktif pada pasar energi,” ujarnya sebagaimana dikutip dalam laporan analisis terbaru.

Berita Lainnya

Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Pemulihan Jalur KRL Bekasi-Cikarang: Babak Baru Pasca-Insiden Tragis

Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Pemulihan Jalur KRL Bekasi-Cikarang: Babak Baru Pasca-Insiden Tragis

Masa Depan Perundingan Damai di Ujung Tanduk

Hingga saat ini, kelanjutan putaran kedua perundingan damai yang direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan, masih menyisakan tanda tanya besar. Meski Trump menyatakan pembicaraan tetap akan digelar pada hari Senin, pihak Iran secara tegas menyatakan enggan hadir. Teheran berdalih bahwa blokade laut yang dilakukan AS masih berlangsung dan dianggap sebagai hambatan utama dalam proses rekonsiliasi.

Padahal, pada hari Jumat sebelumnya, optimisme sempat menyeruak di kalangan pelaku pasar setelah Iran menyatakan akan membuka penuh Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial, yang sempat membuat harga minyak melandai. Namun, sikap keras kepala kedua belah pihak—di mana AS menolak mencabut blokade dan Iran membalas dengan ancaman penutupan kembali selat tersebut—membuat stabilitas pasokan minyak dunia kini kembali berada di ujung tanduk.

Berita Lainnya

Komitmen BNI dan Intervensi Sufmi Dasco: Akhir Bahagia Kasus Dana Gereja Aek Nabara Rp 28 Miliar

Komitmen BNI dan Intervensi Sufmi Dasco: Akhir Bahagia Kasus Dana Gereja Aek Nabara Rp 28 Miliar
Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *