Terobosan QORD TECH: Rahasia Pertamina EP Raup Efisiensi Rp 25,2 Miliar Tanpa Bongkar Mesin
LajuBerita — Dalam kancah industri hulu migas yang penuh tantangan, efisiensi bukan sekadar pilihan, melainkan napas utama untuk menjaga keberlanjutan energi nasional. PT Pertamina EP, sebagai salah satu pilar utama produksi minyak dan gas bumi di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi gemilang melalui inovasi teknologi yang mutakhir. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah sistem diagnostik revolusioner yang dinamakan Quadrant Orifice Meter Diagnostic Technology atau yang lebih dikenal dengan sebutan QORD TECH.
Teknologi ini bukan sekadar alat tambahan, melainkan solusi cerdas yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Bayangkan sebuah sistem yang mampu memeriksa kesehatan mesin dan akurasi pengukuran gas tanpa harus menghentikan operasional atau membongkar perangkat kerasnya. Inilah yang menjadi kunci utama mengapa Pertamina EP berhasil menekan potensi kerugian dan justru mendulang nilai tambah ekonomi yang sangat signifikan.
Diplomasi Energi: Indonesia Amankan Pasokan Minyak Rusia, Bahlil Lahadalia Jamin Stok Nasional Stabil
Menjawab Tantangan Operasional dengan Presisi Digital
Industri migas sering kali dihadapkan pada dilema antara pemeliharaan rutin dan produktivitas. Biasanya, untuk melakukan inspeksi pada sistem pengukuran gas (metering), teknisi harus melakukan pembongkaran fisik yang memakan waktu lama dan berisiko menyebabkan terhentinya aliran distribusi. Namun, kehadiran QORD TECH mengubah peta permainan tersebut secara drastis. Dengan pendekatan inovasi teknologi berbasis sensor, proses diagnostik kini bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat dan akurat.
Kuwat Riyanto, Facility Manager OGT Field Pertamina EP Zona 7, mengungkapkan bahwa QORD TECH lahir dari semangat Perusahaan untuk terus menghadirkan solusi operasional yang efektif dan efisien. Menurutnya, teknologi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen transformasi digital yang sedang digalakkan di seluruh lini bisnis Pertamina. Dengan kemampuan mendeteksi kondisi internal komponen metering gas tanpa pembongkaran, risiko human error dan kerusakan peralatan saat proses inspeksi dapat diminimalisir hingga ke titik terendah.
Badai di Selat Hormuz: Laba Raksasa Migas Exxon dan Chevron Rontok Akibat Perang Iran
“QORD TECH dikembangkan untuk membantu proses diagnostik metering gas agar dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan tanpa pembongkaran peralatan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keandalan sistem metering, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi kinerja Perusahaan,” ujar Kuwat dalam sebuah keterangan resmi yang diterima oleh tim redaksi kami.
Dampak Finansial: Angka-Angka yang Berbicara
Berbicara mengenai industri hulu migas, akurasi adalah segalanya. Kesalahan kecil dalam pengukuran volume gas bisa berdampak pada selisih nilai yang sangat besar di akhir bulan. Di fasilitas Oil & Gas Transportation (OGT) Field milik Pertamina EP Zona 7, distribusi gas dilakukan melalui 43 titik konsumen yang berbeda. Dengan nilai produk yang mencapai US$ 926,79 per hari di setiap titiknya, maka setiap desimal dalam angka pengukuran memiliki bobot finansial yang krusial.
Gejolak Energi Global: Donald Trump Habis Kesabaran, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih
Sebelum implementasi QORD TECH, tingkat kesalahan atau error dalam pengukuran orifice gas metering berada di kisaran 0,8% hingga 0,9%. Meski terdengar kecil bagi orang awam, dalam skala industri massal, angka ini adalah kebocoran pendapatan yang nyata. Berkat penggunaan QORD TECH, tingkat error tersebut berhasil ditekan hingga mendekati kondisi normal, yakni hanya sebesar 0,1%. Akurasi yang meningkat tajam ini memberikan dampak instan pada laporan keuangan perusahaan.
Hasilnya sangat mengesankan. Pertamina EP mencatatkan tambahan pendapatan sebesar Rp 23,8 miliar. Tidak berhenti di situ, efisiensi dari sisi biaya operasional juga berhasil dihemat hingga Rp 1,4 miliar. Jika ditotalkan, nilai tambah yang dihasilkan dari satu inovasi ini mencapai angka fantastis Rp 25,2 miliar. Ini membuktikan bahwa investasi pada efisiensi energi dan teknologi digital bukan hanya soal tren, melainkan strategi bisnis yang sangat menguntungkan.
Rekor Laba Fantastis Saudi Aramco Tembus Rp 581 Triliun di Tengah Gejolak Selat Hormuz
Proses Pengembangan: Dari Riset Menuju Platinum Award
Keberhasilan QORD TECH tidak terjadi dalam semalam. Ada proses panjang di balik layar yang melibatkan pemikiran kritis para ahli di Pertamina EP. Pengembangan teknologi ini dimulai dari tahapan analisis mendalam terhadap model sistem metering gas yang sudah ada. Tim pengembang kemudian melakukan perakitan sensor-sensor khusus dan komponen pendukung yang mampu membaca parameter internal mesin secara real-time.
Salah satu tahap yang paling krusial adalah kalibrasi. Setiap sensor harus dipastikan memiliki sensitivitas yang tepat agar data yang dihasilkan valid dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar industri migas internasional. Upaya keras ini akhirnya membuahkan pengakuan resmi. QORD TECH kini telah memiliki pedoman teknis internal dengan nomor TKPA No. D04-014/PEP80000/2025-S9, menjadikannya standar baru dalam operasional di lingkungan Pertamina.
Prestasi ini semakin lengkap ketika QORD TECH berhasil menyabet penghargaan Platinum Award dalam kategori Best Project Collaboration pada ajang Upstream Improvement & Innovation Award 2025. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar departemen di Pertamina EP mampu melahirkan karya yang diakui secara nasional maupun di internal korporasi sebagai praktik terbaik (best practice).
Masa Depan Migas: Selamat, Andal, dan Berkelanjutan
Implementasi QORD TECH hanyalah satu dari sekian banyak langkah strategis Pertamina EP dalam memperkuat budaya inovasi. Di tengah transisi energi global, optimalisasi aset-aset hulu migas yang sudah ada menjadi kunci untuk menjaga ketahanan energi nasional. Penggunaan teknologi diagnostik portabel seperti ini memungkinkan perusahaan untuk bergerak lebih lincah (agile) dalam menghadapi dinamika pasar.
Selain aspek ekonomi, teknologi ini juga mendukung aspek keselamatan kerja. Dengan meniadakan kebutuhan untuk membongkar pipa-pipa gas bertekanan tinggi sesering mungkin, risiko kecelakaan kerja di lapangan juga ikut menurun. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjalankan operasional yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga selamat, andal, dan berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan inovasi seperti QORD TECH dapat direplikasi di berbagai lapangan migas lainnya di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini mengirimkan pesan kuat kepada pelaku industri lainnya bahwa kemandirian teknologi dalam negeri mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi dunia. Melalui transformasi digital yang terukur, Pertamina EP membuktikan bahwa masa depan industri migas ada di tangan mereka yang berani berinovasi tanpa henti.