Update Harga BBM Per 1 Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun Drastis, Simak Rincian Terbarunya!

Reporter Nasional | LajuBerita
01 Jun 2026, 08:46 WIB
Update Harga BBM Per 1 Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun Drastis, Simak Rincian Terbarunya!

LajuBerita — Menjelang pertengahan tahun 2026, kabar menggembirakan datang dari sektor energi nasional. PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026. Langkah strategis ini mencakup penurunan harga yang cukup signifikan bagi pengguna setia varian diesel, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, di tengah fluktuasi pasar energi global yang dinamis.

Angin Segar bagi Pengguna Diesel: Dex Series Turun Signifikan

Kebijakan terbaru yang dirilis Pertamina ini membawa napas lega, khususnya bagi sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada Pertamina Dex dan Dexlite. Penurunan harga ini bukan sekadar angka di papan SPBU, melainkan representasi dari komitmen perusahaan dalam menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat luas.

Berita Lainnya

Amunisi Baru Vale Indonesia: Kucuran Pinjaman Hijau Rp 12,9 Triliun Perkuat Rantai Pasok Nikel Global

Amunisi Baru Vale Indonesia: Kucuran Pinjaman Hijau Rp 12,9 Triliun Perkuat Rantai Pasok Nikel Global

Sebagai gambaran, Dexlite yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 26.000 per liter, kini mengalami pemotongan harga yang cukup tajam menjadi Rp 23.000 per liter. Tak kalah menarik, Pertamina Dex (CN 53) yang dikenal sebagai bahan bakar diesel premium dengan performa tinggi juga mengalami koreksi harga dari Rp 27.900 per liter menjadi Rp 24.800 per liter. Penurunan ini diharapkan mampu menekan biaya operasional kendaraan bermesin diesel modern yang memerlukan standar emisi tinggi.

Dinamika Harga Pertamax Turbo di Tengah Pasar Global

Berbeda dengan nasib varian diesel, produk bensin unggulan Pertamina, yakni Pertamax Turbo (RON 98), justru mengalami penyesuaian harga ke atas. Bahan bakar yang menyasar segmen kendaraan berperforma tinggi ini naik dari harga Rp 19.900 per liter menjadi Rp 20.750 per liter. Penyesuaian ini merupakan konsekuensi logis dari pergerakan harga minyak mentah dunia dan indeks pasar bensin di kancah internasional.

Berita Lainnya

Mandat Tegas Prabowo Subianto: Menjaga Marwah Danantara dan Benteng Rp 17.000 Triliun dari Kebocoran

Mandat Tegas Prabowo Subianto: Menjaga Marwah Danantara dan Benteng Rp 17.000 Triliun dari Kebocoran

Meskipun terdapat kenaikan pada Pertamax Turbo, Pertamina tetap mempertahankan stabilitas harga untuk produk nonsubsidi lainnya. Pertamax (RON 92) tetap dipatok pada harga Rp 12.300 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) yang ramah lingkungan bertahan di angka Rp 12.900 per liter. Strategi ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di segmen menengah yang merupakan pengguna terbesar BBM nonsubsidi jenis bensin.

Mekanisme Penyesuaian Harga dan Peran Pemerintah

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga ini bukanlah keputusan sepihak yang mendadak. Proses evaluasi dilakukan secara berkala dan sangat transparan, merujuk pada regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berita Lainnya

Bank Mandiri Tancap Gas: Penyaluran Kredit Tembus Rp 1.530 Triliun di Kuartal I 2026

Bank Mandiri Tancap Gas: Penyaluran Kredit Tembus Rp 1.530 Triliun di Kuartal I 2026

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global serta parameter yang ditetapkan pemerintah melalui formula harga yang berlaku. Kami berkomitmen menghadirkan energi berkualitas dengan harga yang tetap kompetitif bagi masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangan resminya kepada LajuBerita.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi global yang fluktuatif menuntut Pertamina untuk lebih adaptif. Evaluasi bulanan terhadap ekonomi nasional dan tren pasar internasional menjadi kunci utama agar harga jual di dalam negeri tidak membebani konsumen namun tetap menjaga kesehatan finansial perusahaan untuk keberlanjutan pasokan energi.

Dampak Positif Bagi Sektor Logistik dan Ekonomi

Penurunan harga pada sektor diesel diprediksi akan membawa efek domino yang positif bagi stabilitas harga barang dan jasa di tanah air. Seperti diketahui, kendaraan pengangkut logistik mayoritas menggunakan bahan bakar jenis diesel. Dengan harga Dexlite dan Pertamina Dex yang lebih murah, diharapkan biaya distribusi barang dapat lebih ditekan, yang pada akhirnya akan menjaga inflasi tetap terkendali.

Berita Lainnya

Banting Harga! Transmart Full Day Sale Beri Diskon Jutaan untuk Samsung Smart TV 43 Inch

Banting Harga! Transmart Full Day Sale Beri Diskon Jutaan untuk Samsung Smart TV 43 Inch

“Untuk sektor diesel, dengan harga yang lebih kompetitif, kami berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional dan mendukung kelancaran distribusi logistik di seluruh pelosok negeri,” tutur Roberth lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui efisiensi biaya transportasi nasional.

Jaminan Ketersediaan Pasokan di Seluruh Pelosok Negeri

Meski harga mengalami penyesuaian, Pertamina Patra Niaga menjamin bahwa ketersediaan stok BBM di seluruh SPBU dalam kondisi aman. Perusahaan telah melakukan pemetaan kebutuhan di tiap wilayah guna memastikan tidak ada kelangkaan di tengah perubahan harga ini. Penyaluran BBM dilakukan melalui infrastruktur distribusi yang terintegrasi, mulai dari kilang, Terminal BBM (TBBM), hingga ke operator pompa bensin di lapangan.

Keandalan layanan menjadi prioritas utama. Masyarakat diimbau untuk tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan pasokan, terutama untuk produk-produk berkualitas tinggi yang mendukung performa mesin kendaraan agar tetap prima dan awet. Penggunaan bahan bakar dengan oktan dan cetane yang sesuai rekomendasi pabrikan merupakan investasi jangka panjang bagi pemilik kendaraan untuk menghindari kerusakan mesin.

Daftar Lengkap Harga BBM Per 1 Juni 2026

Agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, berikut adalah daftar harga retail BBM nonsubsidi Pertamina yang berlaku mulai 1 Juni 2026 di wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) standar:

  • Dexlite (CN 51): Rp 23.000 per liter (Turun dari Rp 26.000)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800 per liter (Turun dari Rp 27.900)
  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter (Tetap)
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900 per liter (Tetap)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter (Naik dari Rp 19.900)

Penting untuk dicatat bahwa harga tersebut mungkin sedikit berbeda di beberapa wilayah tertentu tergantung pada kebijakan PBBKB masing-masing provinsi. Masyarakat disarankan untuk selalu mengecek harga terkini melalui platform digital resmi untuk mendapatkan informasi yang paling valid dan terpercaya.

Akses Informasi Melalui MyPertamina dan Kontak 135

Di era digital saat ini, Pertamina terus berinovasi dalam memberikan kemudahan bagi konsumen. Informasi detail mengenai harga di setiap provinsi serta lokasi SPBU terdekat dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi MyPertamina. Selain sebagai sarana informasi, aplikasi ini juga menawarkan berbagai program loyalitas dan promo menarik bagi pelanggan setia produk nonsubsidi.

Bagi konsumen yang memerlukan penjelasan lebih lanjut atau ingin memberikan masukan terkait layanan di lapangan, Pertamina Contact Center di nomor 135 selalu siap melayani selama 24 jam. Dengan transparansi harga dan kemudahan akses informasi, Pertamina berharap masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilih bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan mereka, demi terciptanya ketahanan energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *