Kurs Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Meroket Hingga Tembus Level Rp 17.078

Reporter Nasional | LajuBerita
07 Apr 2026, 10:18 WIB
Kurs Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Meroket Hingga Tembus Level Rp 17.078

LajuBerita — Laju mata uang Garuda harus rela tertahan di zona merah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi (7/4/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya dengan merangsek naik hingga melampaui level psikologis baru, yakni di kisaran Rp 17.000-an.

Berdasarkan pantauan data real-time Bloomberg pada pukul 09.14 WIB, nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam tersebut bertengger di posisi Rp 17.078. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 43,00 poin atau menguat sekitar 0,25 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya. Pergerakan ini mengindikasikan tingginya permintaan terhadap aset safe haven di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.

Dominasi Greenback di Kawasan Asia

Fenomena penguatan dolar ini nyatanya tidak hanya memukul nilai tukar rupiah. Sebagian besar mata uang di kawasan Asia-Pasifik terpantau ikut bertekuk lutut di hadapan keperkasaan dolar AS. Won Korea Selatan, misalnya, harus melemah 0,18 persen, sementara Dolar Singapura terkoreksi 0,16 persen terhadap sang Greenback.

Berita Lainnya

Gertakan ‘Satu Malam’ Trump ke Iran Picu Gejolak Harga Minyak Dunia

Gertakan ‘Satu Malam’ Trump ke Iran Picu Gejolak Harga Minyak Dunia

Tekanan serupa juga dirasakan oleh Ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,24 persen dan Peso Filipina yang melemah cukup dalam sebesar 0,32 persen. Di sisi lain, mata uang raksasa Asia seperti Yuan China dan Yen Jepang pun tak luput dari hantaman, masing-masing melemah 0,10 persen dan 0,13 persen terhadap mata uang AS tersebut.

Sentimen Pasar dan Dinamika Regional

Meskipun mendominasi di banyak lini, ada sedikit dinamika berbeda pada beberapa mata uang lainnya. Rupee India terpantau mampu sedikit bertahan dengan penguatan tipis 0,04 persen, disusul oleh Dolar Hong Kong yang merangkak naik sangat tipis 0,01 persen. Namun, kondisi kontras dialami oleh Baht Thailand yang harus menerima kenyataan pahit dengan pelemahan signifikan mencapai 0,37 persen.

Berita Lainnya

Kemenperin Tangkis Isu Deindustrialisasi: Bukti Pertumbuhan Manufaktur RI Masih Berada di Jalur Hijau

Kemenperin Tangkis Isu Deindustrialisasi: Bukti Pertumbuhan Manufaktur RI Masih Berada di Jalur Hijau

Para pelaku pasar uang kini tengah mencermati berbagai sentimen global yang memicu fluktuasi tajam ini. Kenaikan nilai tukar dolar yang menembus angka Rp 17.000 ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas ekonomi domestik, terutama dalam menjaga keseimbangan pasar modal dan arus modal keluar. LajuBerita akan terus memantau perkembangan kurs dolar ini sepanjang hari untuk memberikan informasi finansial terkini bagi Anda.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *