Prabowo Soroti Pelemahan Rupiah: Warga Desa Tak Perlu Risau, Yang Pusing Cukup Pengusaha Saja

Reporter Nasional | LajuBerita
17 Mei 2026, 06:54 WIB
Prabowo Soroti Pelemahan Rupiah: Warga Desa Tak Perlu Risau, Yang Pusing Cukup Pengusaha Saja

LajuBerita — Di tengah gejolak pasar keuangan global yang membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus merosot, Presiden Prabowo Subianto tampil dengan gaya bicaranya yang khas: lugas, santai, namun penuh makna mendalam. Dalam sebuah kesempatan terbaru, orang nomor satu di Indonesia ini memberikan perspektif yang cukup unik mengenai fenomena ekonomi yang sedang menjadi sorotan hangat di berbagai meja diskusi finansial.

Presiden Prabowo menanggapi dengan tenang kondisi nilai tukar mata uang Garuda yang kini telah menembus angka Rp 17.500 per dolar AS. Menurutnya, meskipun angka tersebut terlihat mengkhawatirkan bagi sebagian kalangan, masyarakat yang berada di pelosok desa tidak perlu merasa cemas secara berlebihan. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam acara peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (16/5/2026).

Berita Lainnya

Malam Mencekam di Bekasi Timur: Tabrakan Hebat KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Picu Gangguan Total

Malam Mencekam di Bekasi Timur: Tabrakan Hebat KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Picu Gangguan Total

Sinyal Optimisme Lewat Senyuman Menteri Keuangan

Salah satu poin menarik yang dilontarkan Presiden adalah bagaimana ia membaca situasi ekonomi melalui gestur para pembantunya di kabinet. Secara khusus, ia menyoroti sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Bagi Prabowo, ketenangan sang Bendahara Negara adalah indikator paling valid bahwa kondisi ekonomi nasional masih dalam koridor yang terkendali.

“Purbaya sekarang populer banget ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu,” ujar Prabowo dengan nada berkelakar yang disambut tawa hadirin. Ia menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah seharusnya tidak menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat kecil, terutama mereka yang roda ekonominya berputar di tingkat akar rumput atau pedesaan.

Berita Lainnya

Diplomasi Global: Xi Jinping Desak MBS Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka demi Stabilitas Dunia

Diplomasi Global: Xi Jinping Desak MBS Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka demi Stabilitas Dunia

Prabowo menambahkan sebuah kalimat yang cukup provokatif namun logis dari kacamata ekonomi domestik: “Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar.” Kalimat ini seolah menegaskan bahwa kekuatan ekonomi sesungguhnya Indonesia terletak pada kemandirian masyarakat desa yang tidak terlalu bergantung pada transaksi berbasis mata uang asing.

Siapa yang Seharusnya Pusing dengan Dolar?

Presiden Prabowo secara jujur memetakan siapa sebenarnya kelompok yang paling terdampak oleh perkasa-nya dolar Amerika Serikat. Ia menilai bahwa kecemasan akan nilai tukar ini lebih banyak dirasakan oleh mereka yang sering melakukan transaksi internasional, para pengusaha besar, hingga individu yang kerap bepergian ke luar negeri.

Berita Lainnya

Trump Guncang Dunia: Kesepakatan Damai dengan Iran dan Rencana Pembukaan Selat Hormuz Segera Terwujud?

Trump Guncang Dunia: Kesepakatan Damai dengan Iran dan Rencana Pembukaan Selat Hormuz Segera Terwujud?

Dalam suasana yang cair tersebut, Prabowo bahkan sempat mengabsen beberapa tokoh dan menterinya yang juga memiliki latar belakang pengusaha. Ia seolah ingin menunjukkan bahwa “pusingnya” para elite bisnis ini adalah bagian dari dinamika usaha mereka, namun tidak boleh mengganggu psikologi masyarakat luas.

“Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo. Siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Mana lagi ini? Menteri tapi pengusaha coba aku cek mana lagi ini, Trenggono? Nah Trenggono!” ucap Prabowo sambil menunjuk Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut. Tak berhenti di situ, nama-nama besar seperti Rosan Roeslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi) hingga Anindya Bakrie yang merupakan Ketua Umum Kadin Indonesia juga tak luput dari candaan segar sang Presiden.

Berita Lainnya

Jelang Idul Adha, Mendag Pastikan Harga Minyakita dan Cabai Tetap Stabil di Pasaran

Jelang Idul Adha, Mendag Pastikan Harga Minyakita dan Cabai Tetap Stabil di Pasaran

“Anin! Anin lo pusing boleh. Lo pengusaha, Kadin,” seloroh Prabowo, merujuk pada Anindya Bakrie. Baginya, adalah wajar jika para pelaku industri merasa tertekan dengan kondisi ekonomi global saat ini, karena rantai pasok dan ekspansi bisnis mereka memang bersentuhan langsung dengan pasar internasional.

Filosofi Ekonomi Desa dan Kemandirian Nasional

Di balik candaannya, Presiden Prabowo sebenarnya sedang mengirimkan pesan tentang penguatan ekonomi domestik. Peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih merupakan bukti nyata bahwa pemerintah ingin memperkuat fondasi ekonomi dari desa. Dengan koperasi yang kuat, ketergantungan terhadap barang-barang impor yang harganya dipengaruhi dolar bisa ditekan seminimal mungkin.

Prabowo meyakini bahwa Indonesia memiliki daya tahan atau resilensi yang luar biasa dalam menghadapi ketidakpastian global. Ia menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah, tanpa memandang latar belakang politik, untuk tetap fokus bekerja demi kepentingan rakyat banyak.

“Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat. Dari partai manapun nggak ada urusan,” tegasnya. Ia juga menambahkan sebuah refleksi jujur tentang realitas politik, di mana menurutnya di setiap partai selalu ada sosok patriot dan juga oknum yang kurang berintegritas, namun tujuan utamanya harus tetap satu: kesejahteraan Indonesia.

Realita Angka dan Tantangan APBN 2026

Meskipun Presiden mencoba menenangkan publik, data menunjukkan bahwa tantangan ekonomi memang nyata. Saat ini, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.596 per dolar AS. Angka ini telah melampaui asumsi makro yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yang dipatok sebesar Rp 16.500.

Pelemahan ini dipicu oleh berbagai faktor eksternal, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral AS hingga ketegangan geopolitik yang tak kunjung usai. Namun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus berupaya melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas agar tidak terjadi volatilitas yang ekstrem.

Pesan utama dari pidato Presiden kali ini adalah sebuah ajakan untuk tetap optimistis. Dengan memperkuat sektor koperasi desa dan konsumsi domestik, Indonesia diharapkan mampu melewati badai ekonomi global dengan kepala tegak. Bagi Prabowo, selama senyum Menteri Keuangan belum hilang, maka harapan untuk stabilitas ekonomi masih terbuka lebar bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • Penguatan ekonomi desa melalui koperasi menjadi kunci utama stabilitas nasional.
  • Masyarakat diimbau tidak panik terhadap fluktuasi nilai tukar yang lebih berdampak pada sektor korporasi besar.
  • Kolaborasi lintas partai dan latar belakang diperlukan untuk menjaga daya tahan ekonomi di tengah tantangan global.

Kini, publik tinggal menanti langkah-langkah strategis selanjutnya dari pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga barang-barang impor yang mungkin terjadi akibat menguatnya dolar. Namun setidaknya, narasi yang dibangun oleh Presiden Prabowo telah memberikan sedikit angin segar di tengah panasnya berita mengenai nilai tukar mata uang asing.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *