Restrukturisasi Strategis PT Pindad: Transformasi Jajaran Direksi dan Komisaris demi Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
LajuBerita — Angin segar perubahan kembali berembus di tubuh PT Pindad, perusahaan raksasa yang menjadi tulang punggung industri pertahanan Indonesia. Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan dan adaptasi terhadap tantangan global yang semakin dinamis, PT Pindad secara resmi mengumumkan perombakan signifikan pada jajaran direksi dan komisarisnya. Langkah strategis ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan sebuah manifestasi dari visi besar pemerintah dalam memperkokoh kedaulatan alutsista nasional melalui kepemimpinan yang lebih segar dan kompeten.
Keputusan besar ini berpijak pada Surat Badan Pengelola (BP) BUMN Nomor: SR-262/BP/05/2026 yang diterbitkan pada 26 Mei 2026. Melalui dasar hukum tersebut, terjadi pergeseran struktural yang dirancang untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Pengumuman yang dirilis secara resmi pada Rabu, 27 Mei 2026, ini menandai babak baru bagi Pindad dalam mengarungi kompetisi di sektor industri pertahanan yang kian kompetitif.
Diplomasi Energi India: Rangkul Kembali Iran Demi Amankan Jalur Vital Selat Hormuz
Rebranding Struktur dan Fokus pada Manajemen Risiko
Salah satu poin krusial dalam perombakan kali ini adalah adanya perubahan nomenklatur jabatan. Langkah ini menunjukkan bahwa PT Pindad tengah melakukan penguatan pada aspek fundamental korporasi, yakni fungsi manajemen risiko. Dalam dunia industri manufaktur pertahanan, pengelolaan risiko bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan pilar utama dalam memastikan setiap inovasi teknologi dan produksi berjalan di atas rel keamanan serta kepatuhan yang ketat.
Seiring dengan perubahan tersebut, perusahaan menyampaikan apresiasi yang mendalam dan memberhentikan secara hormat Kemal Sudiro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM. Dedikasi beliau selama ini diakui telah memberikan fondasi yang kuat bagi stabilitas finansial perusahaan. Sebagai gantinya, Pindad melakukan pengangkatan sejumlah tokoh berpengalaman yang diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam akselerasi bisnis perusahaan ke depan.
Gebrakan WBSA di Lantai Bursa: Meroket 700 Persen hingga Terjerat Status Kepemilikan Terkonsentrasi (HSC)
Wajah Baru di Jajaran Eksekutif: Sinergi dan Inovasi
Dalam pengumuman tersebut, nama Heru Puryanto mencuat sebagai sosok yang dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Utama PT Pindad. Kehadiran posisi Wakil Direktur Utama ini ditengarai sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi operasional di tengah tingginya permintaan pasar, baik domestik maupun internasional. Heru diharapkan mampu menjadi jembatan strategis dalam menyelaraskan visi Direktur Utama dengan eksekusi di lapangan.
Selain itu, posisi krusial Direktur Keuangan dan SDM kini dipercayakan kepada Tambok Parulian S. Di tangan Tambok, tantangan pengelolaan aset dan pengembangan sumber daya manusia di sektor teknologi militer akan menjadi prioritas. Penguatan SDM adalah kunci, mengingat Pindad kini tidak hanya dituntut memproduksi alat perang konvensional, tetapi juga harus menguasai teknologi digital dan siber yang mulai merambah dunia pertahanan.
Utang Pemerintah Indonesia Nyaris Tembus Rp 10.000 Triliun: Mengupas Strategi di Balik Beban Fiskal Nasional
Penguatan Dewan Komisaris: Sinergi Militer dan Sipil
Tidak hanya di kursi direksi, jajaran Dewan Komisaris juga mengalami penyegaran dengan masuknya Dani Rusli Utama. Struktur komisaris Pindad saat ini mencerminkan sinergi yang sangat kuat antara unsur kepemimpinan militer tertinggi dan profesional sipil. Maruli Simanjuntak, yang menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Ahmad Dofiri sebagai Wakil Komisaris Utama, memberikan jaminan bahwa arah pengembangan Pindad akan selalu selaras dengan kebutuhan strategis pertahanan negara.
“Kami menyambut dengan penuh optimisme kehadiran jajaran Komisaris dan Direksi baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan integritas tinggi demi membawa Pindad menjadi entitas industri pertahanan yang tidak hanya tumbuh secara profit, tetapi juga mandiri secara teknologi,” demikian pesan resmi yang disampaikan manajemen melalui kanal media sosial mereka. Kemandirian ini menjadi kata kunci penting, terutama di tengah dorongan pemerintah agar Indonesia mampu memproduksi alutsista nasional tanpa ketergantungan berlebih pada impor.
Ultimatum Menkeu Purbaya: Produsen Rokok Ilegal Wajib Masuk Jalur Resmi Sebelum Mei
Melanjutkan Momentum Kesuksesan Global
Perubahan struktur ini terjadi saat PT Pindad tengah berada dalam sorotan positif di kancah internasional. Keberhasilan kendaraan taktis “Maung” yang digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan luar negeri di Filipina beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bahwa produk anak bangsa memiliki kualitas kelas dunia. Maung kini dianggap sebagai simbol kemandirian bangsa yang mampu bersaing di pasar global.
Dengan kepengurusan baru ini, Pindad diharapkan mampu mereplikasi kesuksesan Maung pada produk-produk lainnya, seperti senjata ringan, amunisi, hingga kendaraan tempur berat. Tantangan ke depan bagi jajaran manajemen adalah bagaimana menjaga efisiensi produksi sembari terus melakukan riset dan pengembangan (R&D) yang inovatif di bawah koordinasi Direktorat Teknologi, Pengembangan, dan Manajemen Risiko yang kini dipimpin oleh Prima Kharisma.
Susunan Lengkap Kepengurusan PT Pindad Terbaru
Berdasarkan keputusan terbaru yang mulai efektif per 27 Mei 2026, berikut adalah profil lengkap struktur kepemimpinan PT Pindad yang baru:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Maruli Simanjuntak
- Wakil Komisaris Utama: Ahmad Dofiri
- Komisaris Independen: Surawahadi
- Komisaris Independen: Arlan Septia
- Komisaris: Dani Rusli Utama
Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Sigit P. Santosa
- Wakil Direktur Utama: Heru Puryanto
- Direktur Keuangan dan SDM: Tambok Parulian S.
- Direktur Komersial: Budhiarto
- Direktur Produksi: Hera Rosmiati
- Direktur Teknologi, Pengembangan, dan Manajemen Risiko: Prima Kharisma
Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Pindad dalam ekosistem Kementerian BUMN sebagai salah satu kontributor devisa negara melalui ekspor produk pertahanan. Di sisi lain, peran Pindad sebagai penyokong utama kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap menjadi prioritas yang tak tergoyahkan. Dengan kombinasi kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari pemerintah, masyarakat menanti inovasi-inovasi hebat berikutnya dari pabrik senjata kebanggaan Indonesia yang berlokasi di Bandung ini.
Perjalanan menuju industri pertahanan yang modern dan berdaya saing global memang penuh tantangan. Namun, dengan langkah restrukturisasi yang tepat sasaran, PT Pindad optimis dapat menjawab kepercayaan publik dan negara dalam menjaga kedaulatan NKRI melalui karya-karya terbaik dari putra-putri bangsa.