Pesta Gol di Houston: Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Benamkan Uzbekistan Lima Gol Tanpa Balas

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
24 Jun 2026, 02:46 WIB
Pesta Gol di Houston: Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Benamkan Uzbekistan Lima Gol Tanpa Balas

LajuBerita — Panggung megah Houston Stadium, Amerika Serikat, menjadi saksi bisu kembalinya taring tajam sang raksasa Eropa. Dalam lanjutan laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Rabu waktu setempat, Timnas Portugal tampil begitu digdaya dengan melumat Uzbekistan lewat skor telak 5-0. Sorotan utama tentu tertuju pada sosok kapten abadi mereka, Cristiano Ronaldo, yang sukses mencatatkan namanya dua kali di papan skor.

Kemenangan ini bukan sekadar raihan tiga poin biasa bagi anak asuh Roberto Martinez. Hasil ini merupakan sebuah pernyataan tegas setelah pada laga pembuka mereka secara mengejutkan ditahan imbang oleh Republik Demokratik Kongo. Dengan tambahan poin penuh ini, Timnas Portugal kini melesat ke puncak klasemen sementara Grup K dengan koleksi empat poin, mengungguli Kolombia yang membayangi di posisi kedua.

Berita Lainnya

Samurai Biru Masih Terlalu Perkasa: Tandukan Koki Ogawa Pastikan Kemenangan Jepang atas Islandia Jelang Piala Dunia 2026

Samurai Biru Masih Terlalu Perkasa: Tandukan Koki Ogawa Pastikan Kemenangan Jepang atas Islandia Jelang Piala Dunia 2026

Dominasi Total Selecao das Quinas Sejak Menit Awal

Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer di stadion terasa sangat mendukung pergerakan agresif Portugal. Mengusung formasi ofensif, Selecao langsung mengurung pertahanan Uzbekistan yang tampak gugup menghadapi tekanan tinggi. Tak butuh waktu lama bagi publik untuk bersorak. Tepat pada menit ke-6, sebuah skema serangan balik yang rapi dimulai dari kaki Joao Cancelo di sisi kanan lapangan.

Bek sayap kawakan tersebut melepaskan umpan mendatar yang membelah jantung pertahanan lawan. Cristiano Ronaldo yang berdiri di posisi yang tepat, dengan dingin menyambut bola tersebut. Dengan satu sentuhan kaki kanan yang presisi, bola bersarang rendah di pojok gawang Uzbekistan. Kiper Abduvokhid Nematov hanya bisa terpaku melihat gawangnya robek untuk pertama kalinya. Gol ini seolah menjadi pelampas dahaga bagi Ronaldo yang sebelumnya sempat dikritik karena mandul di laga perdana.

Berita Lainnya

Pesta Lima Gol di Gelora Bung Tomo: Persebaya Surabaya Hancurkan Persik Kediri dalam Penutup Musim yang Spektakuler

Pesta Lima Gol di Gelora Bung Tomo: Persebaya Surabaya Hancurkan Persik Kediri dalam Penutup Musim yang Spektakuler

Tekanan Portugal tidak berhenti sampai di situ. Lini tengah yang dikomandoi oleh duet Vitinha dan Joao Neves benar-benar menguasai alur bola, membuat Uzbekistan sulit untuk sekadar keluar dari area pertahanannya sendiri. Roberto Martinez tampak sangat puas melihat transisi permainan timnya yang jauh lebih cair dibandingkan laga sebelumnya.

Sihir Nuno Mendes dan Drama VAR yang Menegangkan

Memasuki menit ke-17, tekanan Portugal kembali membuahkan hasil. Kali ini giliran Nuno Mendes yang memamerkan kelasnya. Berawal dari sebuah pelanggaran di luar kotak penalti, bek kiri milik Paris Saint-Germain tersebut maju sebagai eksekutor tendangan bebas. Dengan teknik tendangan melengkung yang memukau, bola melewati pagar betis dan menipu kiper lawan. Papan skor berubah menjadi 2-0, mempertegas dominasi Portugal di atas lapangan hijau.

Berita Lainnya

Transformasi Kekuatan Udara RI: Mengupas Tuntas Deretan Alutsista Canggih Hasil Inisiasi Prabowo Subianto

Transformasi Kekuatan Udara RI: Mengupas Tuntas Deretan Alutsista Canggih Hasil Inisiasi Prabowo Subianto

Uzbekistan sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Tim asal Asia ini sempat memberikan kejutan melalui tendangan jarak jauh spektakuler yang dilepaskan oleh Aziz Ganiev. Bola meluncur deras menghujam gawang Diogo Costa, membuat pendukung Uzbekistan bersorak. Namun, kegembiraan itu hanya berlangsung sejenak. Wasit segera melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).

Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena ditemukan adanya pelanggaran yang terjadi dalam proses pembangunan serangan. Keputusan ini sempat diprotes keras oleh kubu Uzbekistan, namun wasit tetap pada pendiriannya. Momen ini seolah menjadi titik balik mental bagi tim asuhan Srecko Katanec yang kian terpuruk setelahnya.

Brace Ronaldo Sebelum Turun Minum

Menjelang akhir babak pertama, Portugal kembali menunjukkan mengapa mereka menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Kerjasama apik antara Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo kembali membuahkan hasil manis. Pada menit ke-39, Bruno melepaskan umpan terobosan jenius yang membelah lini belakang Uzbekistan.

Berita Lainnya

Pengakuan Terbuka Trump Soal ‘Perompakan’ Kapal Iran Picu Kecaman Keras Teheran: Pelanggaran Nyata Hukum Internasional

Pengakuan Terbuka Trump Soal ‘Perompakan’ Kapal Iran Picu Kecaman Keras Teheran: Pelanggaran Nyata Hukum Internasional

Ronaldo, meski sudah berusia 41 tahun, menunjukkan bahwa kecepatan dan penempatannya masih berada di level elit. Ia mengejar bola tersebut dan dengan tenang menaklukkan Nematov untuk kedua kalinya dalam pertandingan ini. Gol ini sekaligus menjadi gol ke-130 lebih Ronaldo bagi negaranya, sebuah rekor yang nampaknya akan sulit dipecahkan oleh siapapun dalam waktu dekat. Babak pertama pun ditutup dengan skor meyakinkan 3-0 untuk keunggulan Portugal.

Babak Kedua: Uzbekistan Kian Terpuruk dalam Tekanan

Memasuki paruh kedua, Roberto Martinez tidak menginstruksikan pemainnya untuk mengendurkan serangan. Meskipun sudah unggul tiga gol, Portugal tetap tampil menekan. Hal ini memaksa para pemain bertahan Uzbekistan melakukan kesalahan-kesalahan elementer akibat kelelahan dan tekanan psikologis. Pada menit ke-60, petaka kembali menghampiri Uzbekistan.

Berniat menghalau umpan silang berbahaya dari sisi sayap, Abdukodir Khusanov justru salah mengantisipasi bola. Sapuannya yang tidak sempurna malah membuat si kulit bundar bersarang ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri ini seolah menjadi simbol keputusasaan Uzbekistan di pertandingan ini. Skor 4-0 membuat suasana stadion Houston semakin bergemuruh oleh yel-yel pendukung Selecao.

Sepanjang sisa babak kedua, Portugal melakukan beberapa pergantian pemain untuk menjaga kebugaran. Pemain-pemain seperti Rafael Leao dan Joao Felix terus mengancam. Bruno Fernandes hampir saja menambah keunggulan lewat tendangan kerasnya, namun kali ini Nematov melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke luar lapangan.

Penutup Pesta Gol Melalui Rafael Leao

Pesta gol Portugal akhirnya disempurnakan oleh Rafael Leao pada menit ke-87. Melalui skema serangan cepat yang menjadi ciri khasnya, penyerang AC Milan tersebut melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau oleh kiper lawan. Gol ini menutup pertandingan dengan skor telak 5-0. Bagi Uzbekistan, kekalahan ini menjadi kiamat bagi ambisi mereka di ajang Piala Dunia kali ini, karena dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun.

Kemenangan fantastis ini membawa angin segar bagi publik sepak bola Portugal. Mereka kini menatap laga terakhir fase grup dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara itu, bagi Ronaldo, dua gol ini membuktikan bahwa dirinya masih menjadi tumpuan utama dan sosok pemimpin yang sangat dibutuhkan di dalam tim nasional.

Susunan Pemain dan Taktik

Portugal mengandalkan formasi 4-2-3-1 yang sangat dinamis. Di bawah mistar, Diogo Costa tampil tenang meski jarang mendapatkan ancaman berarti. Lini belakang yang digawangi Ruben Dias dan Renato Veiga tampil sangat disiplin. Sementara itu, lini depan yang diisi trio Pedro Neto, Bruno Fernandes, dan Joao Felix memberikan dukungan maksimal bagi Cristiano Ronaldo sebagai ujung tombak tunggal.

Di sisi lain, Uzbekistan yang menggunakan formasi 3-4-3 sebenarnya mencoba untuk bermain terbuka. Namun, perbedaan kualitas individu dan kolektivitas tim membuat strategi mereka berantakan sejak awal. Eldor Shomurodov sebagai kapten tim tampak terisolasi di lini depan karena minimnya pasokan bola dari lini tengah yang dikuasai penuh oleh Portugal.

Susunan Pemain Lengkap:

  • Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Joao Felix; Cristiano Ronaldo.
  • Uzbekistan (3-4-3): Abduvokhid Nematov; Rustam Ashurmatov, Abdulla Abdullaev, Abdukodir Khusanov; Sherzod Nasrullaev, Otabek Shukurov, Odiljon Khamrobekov, Bekhruz Karimov; Aziz G’aniev, Abbosbek Fayzullaev, Eldor Shomurodov.

Hasil ini memastikan Portugal hanya butuh hasil imbang di laga terakhir untuk mengamankan status juara grup dan melaju ke babak 16 besar dengan kepala tegak.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *